FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Bersama Kembali ke Dunia Game


__ADS_3

Frans dan yang lainnya kembali ke kantor Dika setelah menikmati makan malam. Semua pemain fasilitas sebuah bus untuk bepergian. Di dalam bus mereka semua merasa sangat senang dengan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan tersebut.


"wah kita udah kaya atlit e-sport aja, di kasih makan sama kebutuhan kita dicukupin" kata seorang pemain wanita.


"bener tau, gua sih ngarepnya sering-sering aja kayak gini" tambah pemain lain.


"hus, jangan terlalu berharap lebih. Lagi pula kita di sini untuk menyelamatkan pemain lain wajar saja bila perusahaan memfasilitasi" sela Frans. Terdengar gelap tahu yang lain setelah melihat kedua tangannya tersebut ditegur oleh Frans. Bukannya emosi tapi kedua orang pemain tersebut malah mengajak pemain lainnya bercanda hingga membuat suasana menjadi hidup Selama perjalanan kembali ke kantor.


Dika dan Jessica yang telah sampai terlebih dahulu, segera dihampiri kedua orang tua Frans dan Robet. Dengan cepat kedua orang tua tersebut menanyakan di mana anak-anak mereka saat ini, setelah melihat Dika yang datang sendiri tanpa diikuti oleh Frans dan yang lainnya.


"anda semua tolong bersabar, karena mereka sedang dalam perjalanan menuju kemari menggunakan bus" jawab Dika dengan ramah.


Belum juga terlalu lama mengatakan Frans dan yang lainnya dalam kembali ke kantor, mereka sudah tiba di lobby. Kedua orang tua Frans dan Robet segera menghampirinya.


"bunda sama Ayah kenapa datang kemari?" tanya Frans.


"bunda khawatir, takut kejadian kemarin terulang kembali" kata ibu Frans.


"bunda nggak perlu kuatir begitu, Frans akan baik-baik aja kok bun. Selama nggak ada orang yang keras kepala seperti kemarin" kata Frans meyakinkan ibunya.


Sementara kedua orang tua Robet menanyakan keputusannya yang mengikuti pelatihan tersebut.

__ADS_1


"kami sebagai pemain game ini mempunyai tanggung jawab tersendiri untuk menyelamatkan teman-teman kami" jawab Robet.


"tapi kamu nggak memikirkan resikonya?" tanya ibu Robet.


Mendengar pertanyaan demikian, Dika menyala percakapan mereka. Ia menjelaskan semua pemain yang berpatisipasi dalam misi kali ini akan selalu diawasi oleh tenaga medis.


"perusahaan telah melakukan kerjasama dengan sebuah rumah sakit untuk menjaga kondisi mereka. Selain itu kami juga telah mempersiapkan tenaga ahli untuk berjaga-jaga bila terjadi gangguan sistem selama mereka berada di dunia game nanti" kata Dika menjelaskan dengan rinci.


Kedua orang tua Frans dan Robet hanya bisa mendoakan setelah mendengar penjelasan tersebut. Kemudian Dika mengajak kedua orang tua Frans dan Robet untuk melihat fasilitas yang telah disediakan. mulai dari ruangan yang berisi banyak ranjang rawat seperti di rumah sakit, tempat latihan fisik mereka dan juga beberapa kamar tempat para pemain untuk beristirahat.


Setelah melihat semua fasilitas yang telah disediakan oleh perusahaan tersebut, kedua orang tua Frans dan Robet dengan lega meninggalkan perusahaan tersebut. Mereka juga mendoakan agar mengisi kali ini tidak ada hambatan dan banyak pemain bisa diselamatkan.


Pagi-pagi sekali semua pemain telah berada di area parkir sesuai yang diperintahkan oleh Riki. Setelah melakukan pemanasan mereka diperintahkan perusahaan tersebut sebanyak ima putaran. Mereka semua menjalankan kita dengan semangat.


"kenapa bisa ada pasukan dan monster baru?" tanya Ferdinan sambil berjalan menuju layar komputer besar. Dia sangat terkejut melihat pasukan yang sangat banyak. Anita yang juga melihat segera menuju komputer untuk memindai pasukan tersebut.


"Fer, kok aku perhatian pasukan ini ga pernah ada sebelumnya. Apa mungkin ada orang luar yang memasukan file ke server game kita?" tanya Anita setelah melihat karakter pasukan tersebut.


"aku juga ga tau Nit" jawab Ferdinan sambil berjalan mendekati Anita.


"setelah aku cek, pasukan yang baru ini sangat kuat dari segala sisi. Begitu juga poin kesehatannya sangat tinggi. Sangat sulit buat pemain mengalahkan mereka dengan kondisi mereka saat ini" kata Anita menjelaskan setelah hasil analisa keluar.

__ADS_1


"kalau begitu, kita buat senjata baru dan item baru yang dapat meningkatkan kekuatan karakter pemain" kata Ferdinan. Kemudian dia memerintahkan semua bawahannya untuk bekerja membuat item yang di maksud.


"buat armor yang dapat meningkatkan pertahanan karakter dengan jumlah yang banyak dan juga item pemulih poin kesehatan dan sihir tingkatkan manfaatnya sepuluh kali lipat" perintah Ferdinan. "kalau perlu kita lembur, mengingat dua hari lagi mereka akan segera memasuki dunia game"


Semua karyawan bagian pengembangan game tersebut segera menjalankan Perintah Ferdinan. Semetara Anita membuka lagi data disain senjata yang telah dibuat sebelumnya, Ia berencana meningkatkan daya serang senjata tersebut dan diberikan kepada Frans.


Perusahaan Dika hari ini sangat sibuk untuk menjalankan misi penyelamatan pemain yang masih berada di dalam dunia game. Mulai dari pemain yang diundang sedang berlatih, paramedis yang sedang menyiapkan peralatan untuk mendeteksi detak jantung dan para karyawan bagian bagian pengembangan game yang sibuk membuat item-item baru.


Rita terus memperhatikan kegiatan Frans dan seluruh pemain yang berada di gedung tersebut dari kejauhan. Ia melakukannya semenjak Frans memulai pelatihan.


Hari ini Dika memerintahkan Ferdinan untuk menyuruh para pemain memasuki aula. Setelah para pemain berkumpul, ia menyampaikan bahwa hari ini mereka akan memasuki dunia game untuk menyelamatkan pemain. Kemudian Riki dan paramedis mengajak para pemain untuk memasuki ruangan yang telah disediakan untuk daring.


"sebelum masuk ke dunia game, sebaiknya kalian periksa dulu item box sekalian. Karena kata Kak Ferdinan dia telah mengirimkan beberapa item penting" kata Riki. Kemudian Frans dan para pemain segera melakukan daring setelah paramedis memasang alat pendeteksi detak jantung juga dan mereka.


Hazel, Rosalin dan Raiden hadir para pemain sudah daring. Mereka segera mengajak para pemain untuk segera memasuki dunia game. Namun Naila yang mengingat ucapan dari Riki segera menghentikannya.


"kalian semua Coba buka dulu item box seperti yang dibilang Pak Riki" kata Naila. Mereka sedang bergerak membuka kotak penyimpanan setelah mendengar perkataan dari Naila.


"sebaiknya kita pakai aja dulu semua perlengkapan yang sudah dikirim, sebelum masuk ke dunia game" ajak Roy yang kemudian dituruti oleh para pemain lain. Setiap pemain mendapatkan perlengkapan seperti armor, gelang, penutup kepala dan item lainnya. Mereka juga mendapatkan item penyembuh dan pemulih poin sihir dalam jumlah yang sangat banyak.


"setiap kalian berhasil menyelamatkan pemain, berikan perlengkapan dan sebagian item kalian" kata Ferdinan.

__ADS_1


Setelah mereka semua menggunakan perlengkapan, Frans meminta Hazel, Rosalin dan Raiden untuk menunjukkan jalan menuju dunia game. Kali ini Frans tidak hanya berlima dalam menyelamatkan pemain lain, tapi pemain sebelumnya yang berhasil diselamatkan ikut membantunya


__ADS_2