
Frans dan teman-temannya sudah berada di kantor Dika. Mereka semua datang untuk melakukan persiapan memasuki dunia game. Di hari sebelumnya Ferdinan menghubungi mereka agar datang lebih awal. Di sana mereka sambut oleh seluruh staf Game Fight for Glory dan bagian keamanan cyber.
"ada apa ini? Kenapa banyak sekali staf yang hadir?" tanya Frans bingung karena beranggapan hanya panggilan biasa.
"mulai hari ini hingga tiga hari ke depan, kalian akan berada dalam pelatihan fisik dan strategi dari kami" kata Dika yang tiba-tiba hadir di antara mereka.
"tiga hari? Apa Saya tidak salah dengar?" hanya Frans kesal. "kami semua harus ujian dalam waktu dekat dan juga harus mengabari kedua orang tua kami"
Jessica menghampiri Frans dan lainnya sambil menyerahkan dua pucuk surat. "kami telah meminta persetujuan dari pihak kampus kalian agar dapat menjalankan misi kali ini" kata Jessica.
Surat itu berisi pernyataan dari pihak kamus mereka yang memberikan izin untuk meninggalkan ujian selama menjalankan misi menyelamatkan pemain kali ini. Dalam surat itu juga tertulis nama mereka dan juga pemain lain yang satu kampus dengan mereka.
"kalian sudah mempersiapkan ini sebelumnya?" tanya Frans heran.
"untuk menyelamatkan pemain lain yang masih berada di dalam dunia game kami telah melakukan ini dalam beberapa hari" jawab Dika.
Frans dan yang lainnya sangat situasi saat ini, di mana mereka ingin berkuliah di sisi lain harus menjalankan misi penyelamatan pemain yang masih belum sadarkan diri. Dalam kebingungan tersebut Ferdinan berusaha meyakinkan mereka bahwa apa yang mereka kerjakan saat ini akan membuahkan hasil, baik di kuliah nanti dan mereka yang akan kembali normal seperti semula.
"jika kali ini kita berhasil menyelamatkan begitu banyak pemain, kemungkinan besar masalah ini akan segera teratasi" ujar Ferdinan.
__ADS_1
Mendengar ucapan tersebut, mereka semua membulatkan tekad untuk menyelamatkan pemain yang masih berada di dalam dunia game. Di lain sisi Frans menanyakan mereka akan terus berada di dalam kantor tersebut selama beberapa hari.
"ya, kalian akan berada di sini sampai misi tersebut selesai. dan selama itu pula keperluan kalian akan ditanggung oleh perusahaan" kata Ferdinan.
"bagaimana dengan pakaian kami? Sedangkan saat ini kami tidak membawa pakaian sama sekali" tanya Naila.
"kalian semua tidak perlu kuatir, setelah Jessica mengantarkan tempat peristirahatan, kalian akan segera berbelanja keperluan kalian untuk beberapa hari termasuk baju dan yang lainnya" ucap Dika untuk menenangkan mereka. Hal membuat mereka semakin bersemangat.
Sementara itu, Stacy mulai beraksi mempengaruhi pikiran Rita setelah mengetahui rencana Frans di hari sebelumnya. Stacy berusaha mempengaruhi kesadaran Rita agar dapat menjalankan rencananya dalam mengacau situasi saat Frans dan yang lainya sedang berada di dunia game nanti.
Setelah berhasil mempengaruhi Rita, Stacy kemudian menghadap Demian untuk melapor.
Demian memerintahkan Samiri untuk memperkuat pertahanan dan menambahkan jumlah pasukan sebanyak mungkin. "bila perlu kamu juga ikut turun tangan menghadapi mereka. Bawa juga beberapa monster untuk Menghadang" perintah Demian.
Kemudian Stacy diperintahkan untuk mengacau pada saat Frans dan seluruh pemain memasuki dunia game. "bawa pasukan tingkat S dalam jumlah yang sangat banyak" ujar Demian.
"memang itu yang saya rencanakan yang mulia, Selain itu saat penyerangan nanti aku ingin menghasut beberapa pemain agar berpikir kepada kita" ujar Stacy.
"rencana yang sangat bagus, lanjutkan rencanamu dan jangan sampai gagal" ucap Demian.
__ADS_1
Frans dan teman-temannya siang itu pergi ke sebuah pusat pertokoan untuk membeli segala kebutuhan mereka selama menjalankan misi. Jessica yang diperintahkan oleh Dika untuk menangani dan melakukan pembayaran juga ikut berbelanja.
"bu Jessica kenapa ikut belanja juga?" Tanya Naila penasaran.
"saya ditugaskan terus menemani kalian, jadi mau tidak mau saya tidak bisa pulang sehingga saya harus belanja juga keperluan" jawab Jessica.
Sekembalinya berbelanja kebutuhan dalam beberapa hari, mereka semua dikumpulkan di sebuah aula. Kemudian dia memperkenalkan beberapa orang yang akan melatih mereka. Terdapat seorang pelatih beladiri dan instruktur kesehatan. Salah satu dari mereka kemudian kehadapan mereka sambil memperkenalkan diri.
"saya dokter Herman, di sini kalian akan selalu diawasi kesehatannya oleh saya bersama tim kesehatan yang lain" ujar dokter tersebut yang bernama Herman. "sebelum memulai latihan baiknya kalian ikut saya menuju ruang pemeriksaan yang telah disiapkan"
Mereka semua mengikuti dokter tersebut menuju sebuah ruangan. Dalam ruangan tersebut terdapat beberapa tempat tidur sama persis dengan yang mereka jumpai saat melakukan misi penyelamatan sebelumnya. Terlihat juga beberapa tenaga kesehatan yang sedang mempersiapkan beberapa peralatan medis.
"kemarin Kami menggunakan alat itu, alat itu apa namanya dan fungsinya?" tanya Roy sambil menunjukkan ke sebuah alat pendeteksi detak jantung
"itu Elektrokardiograf (EKG) merupakan alat kedokteran yang biasa digunakan oleh kami sebagai tim medis untuk mendeteksi denyut dan irama jantung" jawab dokter Herman.
Para tenaga medis kemudian mempersilahkan mereka untuk menempati ranjang yang telah disediakan. Kali mereka akan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk persiapan pelatihan fisik.
Demian berusaha untuk menghubungi Widio untuk melaporkan apa yang telah disampaikan oleh Stacy. Namu usaha Demian tidak membuahkan hasil.
__ADS_1