
Mereka yang berada di dalam BFA, mendapatkan item secara acak. Kemudian Anita kembali ingin mencoba keluar dari BFA setelah mendapatkan item tersebut. Namun tidak juga bisa keluar, yang membuatnya semakin kesal.
"kenapa ga bisa keluar?" teriak Anita kesal. Frans kemudian menghampiri Anita setelah mendengar teriakan tersebut.
"kak Anita, kalau dalam misi khusus seperti, ini kita harus nunggu sampai semua pemberitahuan dari sistem nggak muncul lagi sama BFA hilang" kata Frans menjelaskan.
Dika dan Jessica sedang menikmati makan siang di sebuah restoran sambil menikmati hidangan, Jessica menanyakan kembali perihal janji Dika.
"Dika, tadi aku lihat orang sudah sembuh, jadi Kapan kamu akan ke rumahku buat nemuin orang tuaku?" hanya Jessica. Dika terkejut mendengar pertanyaan tersebut, karena dia belum siap untuk saat ini.
"an..ehh gimana kalau Sabtu depan? Sekalian aku ajak orang tuaku" kata Dika. Jessica cemberut mendengar jawaban Dika.
"ga mau, kamu dulu aja yang datang. Lagian kan kemarin janjinya seperti itu" kata Jessica kesal.
"iya iya iya, Sabtu ini aku akan datang buat nemuin orang tua kamu" kata Dika mencoba menenangkan Jessica.
"kamu janji ya, kalau kamu nggak datang aku bakal resign" Jessica mengancam Dika. mendengar ancaman tersebut, Dika kemudian menggenggam tangan Jessica dan menyanggupi untuk datang menemui orang tua gadis yang dicintainya.
Kemudian mereka melanjutkan makan siang sambil terus berbincang dengan mesra.
Di area parkir kantor tempat BFA berada, Anita terus menggerutu menunggu BFA menghilang. Sementara Frans dan teman-temannya asyik bermain dengan Rosalin yang berwujud kucing. Di saat seperti itu tiba-tiba layar virtual muncul di hadapan Anita dan memberikan informasi bahwa ia mendapatkan item berupa keyboard virtual dan skill yang bernama 'The Cheater'.
Sementara pemain lainnya hanya mendapatkan poin pengalaman dan sebuah item secara acak. Lalu BFA menghilang yang disertai dengan kehadiran Dika dan Jessica.
__ADS_1
"Frans kalian masuk dulu ke kantor, makan siang untuk kalian sudah saya pesan buat kalian" ajak Dika. mendengarkan kata makan siang, Frans segera mengajak teman-temannya masuk ke kantor Dika.
Setelah menikmati makan siang dari Dika, mereka semua berpamitan untuk kembali ke kampus. Namun Dika menahan mereka dengan mengajaknya ke ruang rapat. Di ruang rapat Dika mengutarakan niatnya untuk melakukan penyelamatan pemain lain yang masih belum sadarkan diri.
""saya meminta bantuan kepada kalian semua yang hadir di sini untuk menyelamatkan pemain yang masih berada di dunia game" kata Dika membuka percakapan.
Frans kesal mendengar pernyataan dari Dika. "kami sebentar lagi akan ujian, apa tidak bisa ditunda terlebih dahulu" kata Frans.
"tujuan saya menyelamatkan pemain saat ini juga agar para pemain yang masih berada di dalam dunia game bisa ikut ujian juga" kata Dika. "pemain lain juga ingin mengikuti ujian. Apa kalian ingin ribuan pemain tidak bisa ikut ujian hingga mau mengakibatkan banyak yang tidak lulus dan tinggal kelas"
Mendengar pernyataan dari Dika membuat Frans kembali ingat dengan teman-temannya yang masih belum sadarkan diri. berpikir keras untuk memilih antara menyelamatkan pemain yang masih belum sadarkan diri atau ujian kelulusan yang sudah dekat.
"saya akan membantu, selama itu untuk teman-teman yang masih berada di dalam dunia game" kata Naila dengan penuh semangat. Yang kemudian diikuti oleh Roy, Robet dan Edi.
"Frans, lu nggak usah khawatir, kita pasti bakal lulus. apa lu udah lupa kalau Lu pernah ngomong bakal berusaha buat ngelametin pemain lain yang masih ada di dunia game" kata Roy mencoba untuk mengingatkan.
"tapi kami harus melakukan persiapan terlebih dahulu dan juga kalian harus mempersiapkan apa yang kami butuhkan selama berada di dalam dunia game" pinta Frans. Dika menyanggupi permintaan tersebut. setelah menemui kesepakatan Frans dan teman-temannya beranjak pergi menuju kampus mereka.
Sabtu siang, Dika berpakaian rapi dengan menggunakan setelan jas. Dia bersiap-siap menuju ke rumah Jessica. Hari ini dia ingin menepati janjinya untuk menemui orang tua kekasihnya. Dengan cepat Dika menuju mobilnya setelah berpamitan dengan orang tuanya.
Sementara di rumah Ferdinan, Anita terlihat sedang menikmati hari liburnya dengan rasa santai. Di ruang tengah Anita senang menikmati santainya, Ferdinan datang menghampiri.
"Nit, aku kagum sekali denganmu" kata Ferdinan tiba-tiba, kemudian melangkah mendekati Anita.
__ADS_1
"kok tiba-tiba kamu ngomong kayak gitu?" tanya Anita terkejut.
"aku nggak nyangka kalau cewek yang jadi teman main aku, sekarang pinter ngurusin permasalahan game" puji Ferdinan sambil duduk tepat di hadapan Anita.
"Fer, aku ngelakuin ini semua karena kamu" kata Anita. Ferdinan sangat terkejut mendengar ungkapan dari Anita.
"karena aku? Maksud kamu bagaimana Nit?" tanya Ferdinan bingung bercampur senang.
"dasar kamu cowok tidak peka" kata Anita malah menjadi kesal, lalu ia pergi meninggalkan Ferdinan sendiri itu menuju dapur.
Jessica menyambut dengan hangat kedatangan kekasihnya. Dika kemudian diajak oleh Jessica untuk menemui orang tuanya. di hadapan orang tua Jessica, Dika mengutarakan niatnya untuk meminang Jessica dalam waktu dekat.
"Om, saya juga meminta maaf karena tidak bisa melakukan pinangan tersebut dalam waktu dekat disebabkan permasalahan perusahaan" kata dekat dengan suara merendah.
"saya paham keadaan kamu. Melihat kamu yang begitu berani mengutarakan niatmu saya sudah cukup tenang" kata ayah Jessica.
"Dika, aku akan bantu sama temen kamu sampai masalah perusahaan kelas, jadi aku minta mulai sekarang kita berdua pecahin masalah ini" kata Jessica memberi semangat kepada kekasihnya.
Begitu pula kedua orang tua Jessica, mereka menyarankan agar Dika segera melakukan tindakan bersama tim di perusahaannya. Mendapat dukungan dari kedua orang tua Jessica dan juga kekasihnya, jika semakin bersemangat.
"om, tante, Saya minta restu buat menghadapi masalah perusahaan ini" pinta Dika kepada kedua orang tua Jessica. kemudian ia menghubungi Ferdinan, Tino dan Toni untuk segera hadir dan ke kantor.
"Jess, Aku mau ke kantor sekarang buat merencanakan penyelamatan pemain yang masih berada di dunia game. Om, tante saya pamit" kata Dika dengan penuh semangat. Jessica kemudian juga berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk menemani Dika.
__ADS_1
"anak itu penuh semangat sekali setelah mendapatkan restu dari kita" kata ayah Jessica setelah kepergian Jessica dan Dika.
"dulu kamu juga seperti itu, apa kamu lupa. lagi pula mereka masih muda wajar sajalah" kata ibu Jessica.