
Mobil Alphard Itu keluar dari basement. Dua penumpang dibagikan belakang. Dan satu penumpang dibagian depan.
“Kita mau kemana A?” tanya Aarahma, tidak mungkin kembali ke hotel.
“Pulang!” jawabnya sambil menatap layar ponselnya.
“Iya kemana?” tanyanya tidak sabar.
“Ke rumah!”
“Rumah Aa?”
“Bukan, rumah Kong Can!”
Saat Arrahma ingin angkat bicara, Zola langsung angkat bicara kembali.
“Jangan tanya, siapa Kong Can! Aku tidak suka menjawabi pertanyaan unfaedah!” ketus Zola yang mampu membuat Arrahma menggembungkan pipinya dibalik cadar.
“Ya sudah, aku tidak akan bertanya padamu! Tapi aku akan bertanya kepada asisten!” Arrahma tersenyum sedangkan Zola diam tak bergeming.
Asrhaf langsung berdeham, dan berkata. “ Nona, akan tahu jika kita telah sampai!” terdengar datar membuat Arrahma yang tadi semangat bertanya. Langsung membenturkan kepalanya di kursi penumpang.
'Aduh tidak atasan tidak bawahan, sama aja!' batin Arrahma menggerutu.
Mobil itu memasuki pekarangan rumah. Pintu mobil bagian penumpang terbuka otomatis. Zola keluar sambil merapikan jasnya. Arrahma hanya mengikuti saja.
__ADS_1
“Assalamu’alaikum!” Aarahma mengucapkan salam, sepertinya kedua lelaki yang bersamanya bisu. Tidak bisa mengucapkan salam.
“Langsung masuk saja, kamu tidak akan mendapatkan jawaban!” Zola tersenyum sinis.
“Kita masuk langsung masuk. Keluar langsung keluar. Terus tidak ada ucapan salam?” Arrahma bingung.
“Bodoh, sudah dijelaskan pakai tanya!” ketus Zola.
“Kan tanya! Terus A, apa bedanya kita sama hewan? Yang masuk tanpa salam, keluar tidak pamit?”
“Beraninya kau menyamakan diriku dengan hewan!” Zola menarik bahu istrinya. Membuat Arrahma menatap dadanya.
Aarahma jadi ketakutan sendiri. Jika teringat perilaku kasar yang Zola lakukan padanya.
“Bu-bukan begitu maksudnya!”
“Cepat masuk Terong!” Zola menarik istrinya.
“Baru pulang?” tanya seorang pria paruh baya sambil meletakkan kedua tangannya di belakang.
“Bukan urusanmu!” ketus Zola yang membuat Arrahma ternganga.
Paruh baya itu tersenyum kecut, dan kembali bertanya. “Siapa dia?” tanyanya melirik kearah Arrahma. Padahal ia sudah diberi tahu oleh Adel. Jika Zola sudah menikah.
“Yang pasti dia bukan jalangg dan bukan perebut suami orang!” sinis Zola menatap wanita paruh baya, yang baru sampai di ruang tamu.
__ADS_1
“Zola hargai dia! Dia adalah Mama mu!” ujar Darwin tidak terima.
Zola terkekeh geli, membuat Darwin semakin geram.
“Bahkan gua tidak pernah menyebutkan nama, terus ngapain lu langsung naik pitam? Ayo katakan, apa memang dia itu jalangg dan pelakor?” Zola menatap kearah mama tirinya.
Arrahma terlihat bingung dengan keluarga suaminya.
“Zola, sudah cukup! Kau menghina Mama ku, aku tidak terima!” sahut Adel dengan wajah bersungut-sungut.
“Mama lu, masih hidup! Sedangkan Ibu, dia sudah meninggal karena penghianatan kalian! SAHABATNYA MEREBUT SUAMINYA!” teriak Zola dengan suara menakutkan. Bahkan Arrahma tidak pernah tahu jika selama ini, kekasaran yang Zola perlihatkan. Hanya beberapa persen saja.
“Dan kau Darwin, meskipun aku darah dagingmu! Aku tetap tidak memaafkan perbuatan mu, yang telah membuat ibu meninggal. Karena pengihanatan mu!"
"Dan yang kedua, aku tidak akan memaafkanmu! Karena selama jadi Ayah, lu bisanya memberikan tuntutan yang tinggi, tapi feedback nya hampir enggak ada.” Zola menunjuk kearah Darwin dengan tatapan penuh kebencian.
“Orangtua yang seharusnya menjadi orang pertama yang memvalidasi emosi terdalam anak. Yang mencintai tanpa syarat. Yang mau mendengar pendapat anak. Tetapi sayangnya hal itu tidak gua dapatkan!” emosinya membuncah saat mengingat masa kecilnya.
“Lu TIDAK ngasih itu ke gua dulu! Tapi kenapa saat anak jalanggg, lu tidak memperlakukan seperti yang lu lakukan ke gua Hah?” Zola ingin menghajar Darwin akan tetapi Arrahma langsung memeluk lengannnya.
“A, jangan marah! Sabar, tahan emosi. Jangan mau diprovokasi oleh setan pembawa kesesatan!” Arrahma bicara pelan.
Zola melirik istrinya, disaat yang bersamaan. Arrahma juga menatapnya. Hatinya tenang saat melihat mata jernih istrinya. Akan tetapi Zola langsung melengos saat ada perasaan yang aneh yang ia rasakan.
'Sial kenapa bocah ini bisa membuat hatiku tenang! Tidak-tidak jangan sampai gua jatuh cinta sama bocah Terong ini'
__ADS_1
TBC...