Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Sudah Tahu Sifatnya


__ADS_3

“Assalamu’alaikum!” ujarnya seraya melangkahkan kakinya kedalam rumah.


“Wa’alaikumussalam!” Kong Can tersenyum melihat cucunya datang bersama Arrahma.


Mereka pun memutuskan untuk duduk di ruang keluarga.


“Seminggu ke depan Zo ada jadwal ke pabrik. Guna pengecekan produk untuk di ekspor. Zo, berpikir alangkah baiknya jika Rahma! Tinggal disini dulu!” ujarnya melirik istrinya dengan ekor matanya.


“Ya, itu jauh lebih baik! Biar kau disana juga tenang.” Kong Can menimpali ucapan Zola.


“Apa selama ini suamimu merepotkan dirimu Arma? Jika dia melakukan sesuatu padamu, katakan padaku! Biar Kong yang kasih pelajaran!” ujarnya sambil mengangkat cangkir berisi susu hangat.


Zola melirik kearah istrinya, dengan tatapan tajam.


“Hey! Aku tahu kodemu!” ujar Kong Can memukul sepatu Zola dengan tongkat ajaibnya. Yang membuat Zola meringis.


“Ayo Arma, katakanlah yang sejujurnya! Jangan takut, aku akan memberikan pelajaran! Jika dia berlaku sewenang-wenang padamu!” Kong Can tersenyum, dia bahagia ada perubahan kecil dalam diri Zola.


“Emmm, Aa baik! Memperlakukan Rahma dengan sangat baik kok, Kong! Bahkan setiap seminggu sekali, Aa memasak untuk Rahma. Masakannya begitu enak!” ujarnya apa adanya. Benar memang jika masakan Zola sangat berhak mendapatkan pujian.

__ADS_1


“Kau dimasakan apa olehnya?”


“Aa kalau ngasih nama masakannya aneh-aneh, rice ball ala suami idaman. Pizza brinjal Mozarella bikin molore , Minggu terakhir katanya Sarange brinjal goreng,!”


Kong Can hanya geleng-geleng kepala. “Zo-zo kamu itu loh, masakin istri kok serba terong!” Zola tersenyum kecut.


“Tapi kau harus tahu, dulunya Zo itu kepengen jadi Chef! Hanya saja, Darwin bersikeras agar putranya jadi pebisnis!” Kong Can terbatuk-batuk diakhiri ucapan.


Arrahma terlihat khawatir, tapi Kong Can memintanya untuk duduk lagi.


Setelah berbincang panjang diruang keluarga. Pasangan itu pun memutuskan untuk istirahat di kamar dahulu.


“Aku baru tahu, kalau Aa dulunya pernah belajar masak!” ujarnya sambil menyimpan bajunya dilemari.


Zola menatap istrinya lelaki itu menghela nafas panjang. Dibalikkan lah tubuh Arrahma agar menghadapnya.


“Kau tahu, seseorang yang melakukan sesuatu, dengan tujuan mendapatkan validasi dari orang lain! Percayalah, itu hanya membuat dirinya merasa semakin tidak percaya akan kemampuannya!",


“Dari pada sedih, mending menyenangkan hati suami!” Zola mengedipkan matanya. Arrahma melengos dia tahu betul dengan kode yang suaminya buat. Kode meminta hak.

__ADS_1


“Kan tadi malam sudah!” gerutunya.


“Mending Aa, gunakan untuk istirahat saja. Sebelum berangkat ke bandara!”


“Istirahat bisa dimana saja, dipesawat tidur juga tidak ada larangan! Toh ini masih tiga jam, ayo cepetan!”


Tiga jam kemudian.


“Aa, hati-hati ya? Jaga makan, istirahat yang cukup. Sholatnya juga dijaga!” Arrahma memeluk tubuh suaminya.


“Hem, cium pipi dulu dong!” ujarnya sambil menyodorkan pipinya. Arrahma pun menciumnya sekilas.


“Yang benar dong, masa kayak gini!” ujarnya mempraktikkan apa yang istrinya lakukan. Kesempatan bisa cium istri. Apalagi tadi istrinya mau melayaninya.


“Itu benar! Emang yang benar gimana?”


Zola tersenyum licik. “Pikir sendiri lah, kan sudah besar!”


Arrahma mengendus otak suaminya yang busuk. Gadis itu menangkup wajah Zola. Kemudian mencium bibir suaminya. Zola puas, karena ciuman yang benar itu bukan dipipi tapi dibibir.

__ADS_1


“Dasar licik!” gumam Arrahma, sedangkan Zola terbahak-bahak. Ternyata istrinya tahu akal busuknya.


TBC...


__ADS_2