Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Kamu Kok Seperti Hantu Uuuu


__ADS_3

“Emmmm!” Arrahma mengerjap-ngjapkan matanya, gadis itu mengerutkan keningnya. Tatkala tersadar jika kepalanya bersandar di bahu kokoh seseorang. Melirik ke bawah, ternyata tangannya memeluk lengan seseorang.


Dia langsung melepaskan tangannya, terlojak kaget. Siapa lelaki yang berani masuk ke ruangan Ayah mertuanya.


“Enak sekali, menjadikan bahu orang lain sebagai bantal!” sinis Zola tersenyum mengejek.


“Cih, tidaklah kamu merasa malu? Seseorang yang kau kunci di hotel, berjam-jam harus menanggung beban kepalamu?” Sudah sejak jam setengah empat Zola telah kembali ke rumah sakit.


“Aa, ini kamu kan?” Arrahma memegang wajah suaminya. Diteliti siapa tahu arwah Zola pikirnya ngawur. Gadis ini berpikir bagaimana suaminya bisa keluar dari kamar hotel. Jika kunci kamar ia bawa pun dengan cadangannya.


“Kenapa? Bingung? Karena semua kunci kamu yang bawa?” tertawa sinis, jujur saja istrinya begitu totalitas berniat mengucilkan dirinya.


“Ha?”


“Ha?” Zola menirukan wajah istrinya yang terkejut. Lelaki itu terkekeh geli.


“Aa, kenapa cadarku terlepas?” Gadis itu tersadar. Dia sengaja tidak melepaskan cadarnya karena takut ada yang masuk tiba-tiba dan melihat wajahnya.


Zola menyunggingkan senyumannya, lelaki ini lah yang telah melepaskannya. Dia khawatir istrinya kehilangan nafas karena tertidur dengan keadaan serba tertutup.


“Aa, tadi tidak ada orang masukkan?” Gadis itu merengek ketakutan seraya mengguncang tangan suaminya.


Pembalasan! Ini adalah waktu yang tepat untuk membalas.


“Hey, kenapa tanya padaku? Kamu pikir aku memiliki banyak mata? Bisa melihat apa yang terjadi padamu!”


“Dan ya! Kau juga harus mikirin. Kenapa aku bisa ada di sini! Istilah semua kunci kamu yang bawa!”


Dengan liciknya istrinya itu meminta kunci cadangan kepada Resepsionis, dengan dalih. Zola yang menyuruhnya, apa boleh dikata sang Resepsionis hanya mampu menurut. Jika Tuan Zola yang meminta.


Gadis itu semakin takut saja, karena ucapan suaminya. Itu berarti ada yang diam-diam menyelinap masuk ke ruang rawat inap. Untuk mencari kunci.


“Aaaaaaaaaa!” teriak Arrahma yang langsung dibekap oleh suaminya.


“Diam, ini ruang inap! Mertuamu sedang istirahat besok akan dioperasi!” ujarnya pelan seraya melirik kearah Darwin yang menutup mata.


“Aa, siapa yang kamu suruh untuk menggeledah tasku, ayo katakan!” ujarnya yang ingin menangis karena takut yang membuka penutup wajahnya adalah orang yang Zola suruh.

__ADS_1


“Pikir saja, tidak ada siapa-siapa di sini kecuali! Asrhaf dan Pak Ojan!” Zola menahan tawanya saat melihat Arrahma mulai berkaca-kaca.


“Hiks ... itu berarti ... hiks salah satu atau keduanya yang membuka penutup wajahku? D-dan orang itu tahu wajahku ...Ahahaha aku malu!” Gadis itu menyembunyikan wajahnya dilengan suaminya.


“Kamu malu karena wajahmu tidak secantik Michelle Ziudith?” tanya Zola sambil mendorong kepala istrinya dari lengannya.


Tapi gadis itu malah memeluk lengannya erat.


“Arrahma kamu itu kalau digambarkan seperti ondel-ondel! Ya, lihat saja matamu bulat, pipimu gembul, hidung seperti prosotan anak TK! Ya! Sujud syukur saja kamu, karena aku memungutmu sebagai istri!”


Arrahma semakin kesal karena perkataan suaminya yang mengolok-oloknya. Tidak pernah ia mendengar suaminya memujinya.


“Lihat saja kulitmu putih, tidak ada bedanya dengan mayat! Kamu itu masuk kategori mayat hidup! Yang biasa berjalan, yang selalu membuntuti aku agar wudhu. Yang selalu ngomel saat subuh. Dan ya kamu juga menghantui pikiran aku. Membuat aku selalu mengingatmu, tidak bisa mindfulness saat bekerja!” Tanpa sadar Zola telah mengakui. Jika dirinya selalu memikirkan istrinya setiap saat.


Arrahma yang tadi menangis dia tersenyum. “Cie-cie yang mikirin aku diam-diam!” Arrahma menowel pipi suaminya dengan genit.


Zola melengos, nyatanya niat utamanya ingin mengerjai istrinya malah dia yang masuk perangkap.


“Jangan GR! Aku mikirin kamu, bukan karena kamu cantik atau menggemaskan. Cih najis, aku cuma mikir gimana caranya! Menghukummu! I-ya istilah kamu selalu buat kesalahan, hanya itu tidak ada yang lain!” kilahnya, lelaki itu melengos dan mengumpat kebodohan yang ia lakukan tanpa tidak sadar.


“Terus dia, mengambil kesempatan dalam hal ini!” tambahnya lagi yang membuat Arrahma kembali bersedih.


“Ckck begitu malang nasibmu!”


“Huaaaaaa, aku sudah disentuh lelaki yang bukan mahram huaaaaaa hiks!” Gadis itu melingkarkan tangannya di pinggang suaminya. Dan menyembunyikan wajahnya kembali.


“Aa, siapa yang buka cadarku? Aku tidak ikhlas hiks!” Arrahma mengucek matanya.


“Makanya jangan kurang ajar sama suami. Sekarang tanggung sendiri, coba saja kalau kamu tidak ngunci suamimu! Kejadian ini tidak akan terjadi!” Dengan skuat tenaga Zola menahan tawanya.


Arrahma semakin memanyunkan bibirnya.


“Tunggu dulu bukanya otak akan tetap bekerja meski tertidur. Yang membuat alam bawah sadar konek dengan apa yang terjadi dengan dksekitar. Seumpama kita tidur, terus ada yang memutar lagu, dalam mimpi kita, pasti tidak jauh-jauh dengan musik lah!”


“Nah sekarang kamu ingat-ingat tadi mimpi apa? Cadarmu dibuka siapa gitu atau ditarik siapa? Dan kamu akan tahu apa yang dilakukan...!” Zola menggantung dan berbisik pelan. “Seseorang yang membuka cadarmu tadi!”


Arrahma mencoba mengingat ya, gadis itu ingin menangis lagi saat teringat mimpinya.

__ADS_1


“Dicium BABI Huuuu, berarti dia menciumku? Huaaaaaa!”


'Kurang asem, masa gua jadi babi di alam bawah sadarnya.’ Batin Zola melengos.


“Aa, bibirku dicium Pak Ojan atau Asrhaf? Ahhhaa, aku tidak ikhlas!” Arrahma menunjuk bibirnya. Mengadu seperti anak kecil kepada orang tuanya karena permennya dimakan temannya.


“Ya sudah sini aku cium,” ujarnya mendekatkan bibirnya ke bibir Arrahma. Gadis itu diam.


“Sudah, sekarang gimana lebih baik?”


“Tidak! Aku tetap tidak ikhlas, karena dicium oleh lelaki yang bukan muhrim!” Gadis itu menggeleng.


“Sudahlah yang penting, ciuman itu tidak terasa lagi! Di bibirmu! Sini biar lelaki yang muhrim menciumumu? Biar Arrahma tidak merasa ternodai!” Begitu susah untuk menahan tawanya karena berhasil membodohi istrinya.


Zola menyunggingkan senyumannya kemudian mencium bibir istrinya untuk yang kedua kalinya. Lelaki itu mengakhiri ciumannya, tapi sebelum itu dia berbicara didekat bibir Arrahma. “Tapi Bohong!”


Gadis itu mencoba mencerna perkataan suaminya. Namun sedikit kemudian dia tahu jika suaminya telah membalas kejahilannya.


“Aa, resek ah!” Gadis itu memukul suaminya kesal.


Zola menahan kepala istrinya, yang mencoba menggigit bahunya. “ Najis Arrahma, jangan lakukan! Kamu belum gosok gigi!”


Arrahma pun kembali duduk dengan tenang.


“Terus siapa yang mengambil kunci itu ceritakan?”


“Aku menyuruh Asrhaf, tapi sebelum itu aku meminta dia. Agar Suster melihat apa yang terjadi diruangan Darwin! Apa kau tidur dengan melepaskan cadar! Ternyata tidak, stelah itu Asrhaf menyuruh Pak Ojan masuk menggeledah tasmu!”


“Terus yang membuka penutup wajahku siapa. Dan yang menciumku? Aa?”.


Zola menggeleng-gelengkan kepalanya saat teringat kejadian tiga hari yang lalu.


Ting! Pesan masuk membuyarkan lamunannya. Dari bocah Terong mengingatkan agar Dzuhur.


“Berisik! Ganggu saja!” balasnya kesal, untuk beberapa terakhir mungkin mereka akan menjadikan rumah sakit adalah tempat beristirahat setelah bekerja. Sedangkan saat pasangan itu bekerja. Mbak asisten rumah tangga, yang menjaga Darwin. Dan Arrahma akan pulang lebih cepat dari toko. Agar bisa merawat mertuanya.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2