Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Otak Cerdas Hati Sahara


__ADS_3

Zola tersenyum, melihat istrinya yang cemberut. Karena dia berhasil memberi hukuman yang melelahkan.


Melihat istrinya mondar-mandir di samping ranjang membuat lelaki itu penasaran. Ia pun memutuskan untuk bertanya.


“Ngapain sih mondar-mandir kayak setrikaan rusak!”


Arrahma menatap dirinya kesal.


“Mikirin gimana caranya, tidak mendapat hukuman dari Tuan yang tidak pernah salah!”


Zola menjawabi dengan senyuman sinis, sebagai ejekan.


Arrahma duduk di ranjang, ditangannya sudah ada pena dan buku. Gadis itu menulis apa yang tidak disukai oleh suaminya. Yang membuat suaminya marah. Dan membuat dirinya mendapat hukuman.


Zola melirik sebentar, lelaki itu tersenyum licik.


Krek! Zola menarik lembaran yang sudah ada coretan tinta. Sontak saja Arrahma tidak terima. Pasalnya saat menulis dia juga harus menajamkan ingatannya, mengingat-ingat kejadian yang membuat Zola marah.


“Aa!” geramnya.


“Berani sama suami, dosa! Didunia mendapatkan hukuman dari ku. Diakhirat kelak Tuhan, yang menghukum!” Setelah menikah, se—pulang kerja, Zola tidak pernah ke Lounge atau sekadar nongkrong bareng sama teman-temanya. Baginya mengerjai dan menghukum Arrahma adalah hal terindah.


“Kenapa dirobek?”


“Ya terserah aku, orang ini buku punyaku!” Zola menarik buku yang ada di tangan istrinya. Kemudian ia simpan di laci.

__ADS_1


Arrahma geram sendiri, ingin rasanya dia menjambak rambut suaminya. Namun saat Zola menengok kearahnya. Gadis itu segera menurunkan kedua tangannya, yang tadi sudah mau mencakar rambut Zola.


“Mau apa?”


“A-pa?” Arrahma kembali bertanya, pura-pura bodoh bisa menyelamatkan dirinya.


Tatapan mengintimidasi dari Zola membuat nyali Arrahma menciut.


Gadis itu pun langsung merebahkan tubuhnya, menutupi sekujur tubuhnya.


Zola menarik selimut dengan kasar, lelaki itu memeluk tubuh istrinya dari belakang. Seraya berbisik. “Arrahma! Malam ini kau akan menjadi milikku seutuhnya!”


Seketika gadis itu langsung lemas. Ternyata Zola masih ingat.


Zola mulai melepaskan kausnya dan membuangnya ke segala arah. Bibir Arrahma bergetar, saat melihat suaminya telanjang dada.


“Eh, tunggu dulu!” ujar Arrahma memegang tangan suaminya. Namun bukan tangan, yang ia pegang justru bagian sensitif. Keduanya terdiam sesaat, Arrahma dan Zola melirik kearah tangan Arrahma. Pipi Arrahma merah, saat tahu apa yang ia pegang.


“Aaaaaaaaaa ....aaa!” Arrahma menjerit histeris, seraya menutupi wajahnya.


“Dasar Terong, jerit-jerit! Tapi tidak mau melepaskan!” grutu Zola menampel tangan Arrahma yang masih memegang miliknya. Sontak saja Arrahma langsung menarik tangannya. Gadis itu kikuk.


“Ayo! Sekarang! Untuk malam ini aku bukan business men. But benih men!”


Arrahma diam, tidak bergeming.

__ADS_1


“Dan aku rasa kamu sudah tidak sabar! Jadi lakukan saat ini juga!” ujarnya merebahkan tubuh istrinya.


“Tunggu dulu!” Arrahma kembali duduk, kalau rebahan dia pasti tidak selamat.


“Sholat isya dulu! Nanti tidak berkah, kalau meninggalkan yang wajib!” Arrahma mendorong tubuh suaminya agar mau sholat.


“Awas saja kau!” Dengan berat hati Zola pun melaksanakan sholat.


Setelah beberapa menit, lelaki itu selesai. Arrahma yang bersandar di kepala ranjang berkata. “ Sholat itu juga, apa —lupa aku. Agrh— iya sholat khajat. Biar tidak ada halangan saat ngelakuin itu!”


Zola mengerutkan keningnya, dia tidak tahu tentang sholat hajat. Setengah hidupnya, dia hanya sholat Jum’at saja. Sholat fardhunya di skip.


“Aku sudah sholat fardhu, jadi ngapain harus sholat sunah? Aku pikir sholat isya yang aku lakukan belum sempurna. Sempurnakan saja dulu yang wajib!”


“Nah, karena belum sesempurna! Makanya kita harus cari pahala tambahan. Yakni dengan sholat sunah, InsyaAllah! Dengan pahala sholat sunah, Allah akan menyempurnakan pahala sholat kita!”


Zola menggaruk tengkuknya, dia malas jika harus sholat lagi.


“Kapan-kapan! Mending kita cari pahala tambahan dengan cara melakukan hubungan suami-istri. Bukannya itu masuk sunah Rasul? Jadi ini dianjurkan dong? Sebagaimana sholat sunah rawatib?”


Arrahma memukul jidatnya karena perkataan Zola.


Zola dilawan otaknya cerdas tapi hatinya kosong tandus bak gurun Sahara.


TBC...

__ADS_1


Sorry jika terlalu sensitif!🙏🏻


__ADS_2