Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Bunda


__ADS_3

Tamparan yang Asrhaf layangkan, membuat Hanza memegang pipinya yang panas.


Zola yang bersandar di dinding, melotot tak percaya saat melihat asisten yang ia kenal. Tidak pernah berlaku kasar, Kepada siapapun. Siang ini begitu emosional. Saat melihat Arrahma diperlukan kasar.


Sedangkan Arrahma, tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Karena kepalanya menunduk, sedangkan jas Asrhaf dijadikan sebagai tudung kepala. Kalau pun bisa itu hanya lantai kafe.


“Camkan baik-baik! Jika Anda, menyakitinya!” Asrhaf yang tadi menunjuk muka Hanza, kini badannya memutar dan jari telunjuknya menunjuk kearah Arrahma. Kemudian membalikkan lagi wajahnya, menatap Hanza.


“Kembali! Saya bisa pastikan, Anda akan mendapatkan balasan yang lebih dari saya!” Asrhaf berbicara dengan mulut bergemeretak, kemudian membuang pandangan. Melirik ke atasannya, dengan tatapan yang berbeda.


Zola merasa ada yang salah dengan tatapan Asrhaf untuknya.


“APA KAU MENCINTAI ISTRI ATASANMU?” teriak Hanza yang tidak terima atas perilaku Asrhaf padanya.


“Cuih, dasar asisten tidak tahu diri! Mencintai istri atasannya, dan wanita itu! Pakaian saja yang tertutup, tapi bagaimana seorang jatuh cinta padanya. Jika tidak melihat wajahnya! Jangan-jangan dia menggoda orang lain saat suaminya tidak ada!” sindir Hanza.


“TUTUP MULUTMU! Arrahma tidak seperti itu!” teriak Zola menahan sakit dibibirnya, Bogeman Imam tidak diragukan lagi. Zola berusaha untuk berdiri. Dengan bantuan kursi disampingnya. Sedangkan Imam, dia mencoba mengatur nafasnya yang sesak.


Asrhaf mencengkeram rahang Hanza keras, yang membuat perempuan itu meringis.


“Tutup mulut murahan Anda, orang yang Anda hina dia adalah wanita baik-baik! Yang mampu menjaga kehormatan suaminya, berusaha menjadi istri yang baik. Meskipun...” Asrhaf tidak meneruskan ucapannya. Akan tetapi hal ini membuat Zola tersindir.

__ADS_1


“JIKA DIA BENAR BAIK! BAGAIMANA SESEORANG LELAKI YANG BUKAN SIAPA-SIAPANYA. BEGITU MEMBELANYA, JIKA DIA TIDAK MEMBERIKAN KEUNTUNGAN BAGIMU! APA KALIAN SELINGKUH, SAAT ZOLA TIDAK ADA!” teriakan Hanza, membuat Arrahma yang tadi diam dan mencoba menahan tangisnya. Tak kuasa lagi, gadis itu berlari keluar kafe. Merasa terhina dengan perkataan Hanza. Serta rasa kesalnya kepada Zola.


“ARRAHMA!” teriak Zola berusaha mengejar, dengan kaki terseret.


Asrhaf memutarkan kepalanya, dia segera berlari mengejar Arrahma. Dan menyalip atasannya. Yang membuat Zola mengumpatnya kesal.


Namun saat Asrhaf memanggilnya dengan panggilan. “Ashafira!” Membuat Zola tertegun.


“A-ashafira? Apa maksudnya? Bukannya itu nama adiknya!” ujarnya mencoba mengingat.


Arrahma terus berlari, meski tidak tahu tujuannya. Sedangkan Asrhaf yang berlari dibelanjakannya. Terus berteriak memanggil nama. “Ashafira! Tunggu!”


Dan.... Set! Sebelum Arrahma terhuyung kedepan. Asrhaf menarik tangan Arrahma dari belakang, bertujuan agar Arrahma tidak jatuh. Hal itu membuat badan Arrahma berbalik kearahnya. Jas yang tadi digunakan menutupi kepala, terjatuh.


“Bun-da!” bibirnya bergetar saat melihat wajah Arrahma.


Tanpa ba-bi-bu! Asrhaf menarik tubuh adiknya dalam pelukannya. Arrahma memberontak, berusaha keluar dari pelukan Asrhaf.


“Lepas! Lepasin aku hiks!” Arrahma menangis ketakutan. Dipeluk oleh seorang yang tadi menyelamatkannya.


“Ashafira! Adikku! Yang Kakak, cari belasan tahun yang lalu!” Asrhaf memeluk tubuh adiknya erat.

__ADS_1


Arrahma terdiam, masih tidak percaya.


“Jangan ngada-ngada, bagaimana kau swyakin itu?” tanya Arrahma masih berusaha melepaskan diri.


“Apa kalungmu putus? Dan foto dalam liontin itu orang tuamu?”


Arrahma meraba lehernya, dia pun mengangguk.


“Dan itu yang membuat Kakak, yakin jika kamu Adik yang selama ini Kakak, cari! Diperkuat dengan wajahmu, yang mewarisi wajah almarhumah bunda!" Lelaki itu menangkup wajah adiknya. Kemudian mencium kening adiknya. Dengan perasaan haru. Kembali dipeluk untuk yang kedua kalinya.


Zola yang melihat dari kejauhan, dia cemburu saat melihat istrinya dipeluk Asrhaf. Lelaki itu semakin takut kehilangan istrinya. Mengingat, jika Asrhaf terlalu mencintai adiknya. Bahkan bisa dipastikan Asrhaf tidak akan membuat orang-orang menyakiti adiknya. Hal ini yang membuat Zola semakin takut, jika Asrhaf membawa pergi Arrahma dari hidupnya. Apalagi Asrhaf, tahu bagaimana ia berperilaku kasar terhadap Arrahma.


“Cari ide Zola! Bagaimana pun, Arrahma tidak boleh meninggalkan aku! Aku tidak bisa hidup tanpanya!” Zola mencoba berpikir, dia tersenyum menyeringai.


BRAKKKK!


Arrahma dan Asrhaf dikagetkan oleh suara yang keras ini.


“Aa, aaaaaaaaaa!” teriak Arrahma histeris.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2