Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Terpesona Aku Terpesona


__ADS_3

Seminggu bersama membuat kedua pasangan itu semakin dekat. Pagi ini begitu sepesial, karena Zola harus memberikan reward untuk istrinya.


Tidak mau mengelontorkan uang cukup banyak. Zola lebih memilih untuk memasak makanan untuk istrinya.


“Ada-ada saja! Perjanjian yang Terong tulis!” gerutunya sambil menuangkan nasi diwadah. Lelaki itu mengenakan sarung tangan dahulu, guna mengucel (mengaduk/ mencampur dengan tangan) semua bahan. Zola memasukan keju parut kemudian sosis dan daging yang telah dihaluskan. Setelah semua tercampur, lelaki itu membentuk bulat seperti bola. Kemudian ia memasukkan kedalam kocokan telur guna adonan bisa tercampur dengan tepung panir.


“BAAA!” Arrahma sengaja berjalan pelan, guna membuat suaminya kaget.


“Kurang asem, kamu mau jadi janda? Karena suamimu mati serangan jantung?” sinisnya sambil membolak-balikkan masakannya yang sudah setengah matang.


“Astagfiruah, kok gitu!” ujar Arrahma mengendus aroma segar yang keluar dari masakan suaminya.


“Baunya oke juga A,” ujarnya nyengir kuda.


“Aku pikir Aa tidak bisa masak!”


“Sedari umur SD! Aku sudah didrop ke negara tetangga! Untuk sekolah disana! Bagaimana mungkin, aku tidak bisa masak. Bersyukurlah punya suami multitalent seperti ku! Bahkan jika perlu kau harus sujud syukur!” ujarnya sambil metiriskan masakannya.


“Aa tinggal di sana sendirian?” Arrahma mengambil gelas. Dia begitu haus.


“Tidak! Disana ada saudara ibu, tapi meskipun aku tinggal bersama mereka! Bukan berarti aku bisa leha-leha! Sekolah, makan, belajar, tidur, kembali ke pagi sekolah lagi! Aku juga membantu Bibi masak! Membersihkan rumah guna meringankan bebannya. Cuci baju, nyetrika semua sendiri! Meskipun kadang Bibi tidak memperbolehkan aku melakukan semua itu,” ujarnya mulai memplating makanannya.

__ADS_1


Arrahma mengangguk pelan, ternyata kehidupan suaminya sebelas dua belas dengannya.


“Selamat makan istriku, yang kurang ajar!” Zola tersenyum kesal. Lelaki itu menyuruh istrinya membawa piring berisi makanan.


“Awalannya bagus, tapi kok akhirnya tidak enak didengar!” Arrahma membuntuti suaminya yang berjalan ke ruang keluarga.


Zola menghempaskan bokongnya disofa. Lelaki itu meyeka keringatnya dengan tisu.


“Tinggal makan benyak protes!” ujarnya sambil menyalakan rokok.


“Tapi ini, namanya apa?” Arrahma duduk di sofa sambil meletakkan piring diatas meja.


“Rice ball ala suami idaman!” jawabnya ngasal seraya mengeluarkan asap rokok dari mulutnya.


“Aa, merugikan orang lain saja!” ujarnya menutup mulutnya sepaket dengan hidungnya.


“Salahmu sendiri kenapa ngkutin aku!”


Arrahma tidak bicara lagi. Gadis itu mulai menggigit rice ball ala suami idaman. Keju mozzarellanya susah terputus. Membuat Arrahma memainkannya, tarik-ulur keju ala food vlogger.


“Sumpah, enak A! Kapan-kapan buatin lagi ya?” ujarnya tersenyum.

__ADS_1


“Hahaha, enak saja! Kamu kira aku sudi! Aku melakukan ini semata-mata hanya memenuhi persyaratan yang kamu buat!” Zola mencari remote TV.


“Ter! Aku buka laptop bolehkan? Ada kerjaan yang belum rampung soalnya!” ujarnya. Ya inilah yang mereka lakukan selama seminggu terakhir. Meminta izin jika ingin melakukan sesuatu.


“Hari libur kok masih kerja! Harusnya itu quality time bareng istri!” cibir Arrahma.


“Quality time bareng istri, itu hanya saat bercinta! Kamu mau quality time, lagi?” Zola bangkit dari duduknya, dia tersenyum menyeringai.


Arrahma tersedak karena ucapan suaminya. “Rambut masih basah juga!” Gadis itu melenggang pergi ke dapur.


Sedangkan Zola hanya bisa geleng-geleng kepala.


Arrahma membuka pintu kamarnya, dilihatnya sang suami sedang fokus dengan laptopnya. Arrahma akan tetap berada di rumah. Jika suaminya libur, dia tidak akan ke toko untuk kerja, maupun ke pesantren buat setor hapalan.


“Terpesona ... aku ... terpesona ... memandang ... memandang ... wajahnya ...A Zola!”


Zola mengalihkan pandangannya, saat mendengar istrinya bernyanyi diiringi dengan gitar. Lelaki ini nampaknya salah tingkah. Dengan lirik lagu yang istrinya buat.


“Welut ...kang ...welut-welut ...kang salting


Kang salting ... salting ...salting ...A Zolanya salting!” Arrahma menahan tawanya saat melihat wajah suaminya memerah. Saat dia menyindir dengan lirik lagu.

__ADS_1


TBC...


...Terima kasih Nt sudah dibuatkan cover eksklusif 💕🙏🏻...


__ADS_2