Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Pemuda Penyelamat


__ADS_3

Bugh! Pukulan pertama mampu membuat Zola terhuyung ke belakang. Bersamaan dengan itu, tangannya menyenggol gelas yang ada di atas meja .


Prang!


Arrahma tertegun, suaranya tersekat. Gadis itu menutup mulutnya dengan tubuh bergetar. Sedangkan Imam segera menarik kembali, kerah baju Zola. Lelaki itu meringis, menahan perih dibagikan sudut bibirnya yang sobek.


“Dulu sudah pernah gua peringatkan! Jika kau mensia-siakan Arrahma, gua akan mengambil kesempatan itu!” Bentak Imam tepat didepan muka Zola. Suami Arrahma ini mencoba melepaskan cengkraman tangan Imam yang menarik kerah bajunya.


“Cih! Tidak tahu malu, lu itu harus sadar! Jika memang Arrahma bukan jodoh lu! Masih saja mendambakan memiliki orang!” Zola tersenyum sinis.


Seluruh pengunjung kafe tahu, apa yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi mereka hanya diam dan menonton. Pertengkaran gulat siang ini.


“Terus apa bedanya dengan lu pecun-dang! Sudah punya istri tapi bermesraan dengan wanita lain!” Imam melirik kearah Hanza.


Zola yang tidak terima dituduh tanpa bukti, ia langsung, menendang perut Imam. Yang membuat pria itu terhuyung kebelakang menghantam tembok.


Arrahma menjerit melihat pertikaian ini.

__ADS_1


Sebelum Imam kembali berdiri, Zola segera menonjuk rahang Imam sebagai balasan.


Bugh.


“Tolong hentikan mereka, kenapa kalian hanya diam!” teriak Arrahma dengan terisak.


“Biasa Mbak, mati kalau pada lelah juga berhenti sendiri!” jawab lelaki yang duduk dipojok ruangan.


Sedangkan pertarungan kedua lelaki itu tak kalah sengit. Bahkan keduanya sudah memasang kuda-kuda, Zola menantang Imam untuk maju terlebih dahulu. Imam bertujuan menyerang wajah Zola, namun suami Arrahma itu bisa menghindari. Lelaki itu menendang perut Imam.


Bugh!


Tendangan tepat Dibagian kepala.


Zola langsung terkapar di lantai, Arrahma kembali menjerit. Gadis itu ingin mendekati suaminya. Akan tetapi seseorang menarik tangannya dari belakang membuatnya membalikkan badannya.


Byur! Hanza menyiram wajah Arrahma dengan minuman pengunjung lain. Arrahma mengibaskan cadarnya yang basah. Sedangkan Zola yang melihat hal itu, dia tidak terima. Jika istrinya di rendahkan, lelaki itu ingin bangkit dari tersungkurnya. Namun Imam lebih gesit, pria itu menindihi tubuh Zola. Kemudian mengajarnya tanpa ampun.

__ADS_1


“Dasar perempuan sok suci!” sinis Hanza yang benci dengan Arrahma. Pasalnya kebenarannya Zola menemui Hanza dicafe. Bukan tanpa alasan, lelaki itu ingin menyelesaikan masalahnya. Dan memutuskan hubungan mereka dengan cara baik-baik. Akan tetapi saat Zola ingin pergi, Hanza memegang tangannya. Memohon agar di beri kesempatan untuk menjadi kekasih yang sesungguhnya.


Arrahma diam, baginya berbicara kasar atau sampai berantem. Tidak membuat dirinya, lebih hebat. Yang ada orang akan kasihan melihatnya, karena terlihat seperti korban yang diselingkuhi. Atau justru orang akan menyalahkan dia, kenapa suaminya sampai berhubungan perempuan diluaran.


Hanza mendorong tubuh Arrahma, yang membuat gadis itu mundur. “Apa yang kau lakukan pada Zola? Kau telah mencuci otaknya!” bentak Hanza yang membuat Arrahma terhenyak .


Arrahma berusaha menghindar, gadis ini ingin keluar dari kafe! Namun Hanza menariknya dari belakang. Yang membuat tubuh Arrahma spontan menghadapnya. Hanza yang dikuasai emosi langsung menarik paksa cadar Arrahma hingga terlepas. Bersamaan dengan itu sosok pemuda berjas yang baru masuk kedalam kafe. Langsung mencopot jasnya dan berlari kearah Arrahma yang berusaha menutupi wajahnya. Biar tidak dilihat oleh banyak orang. Pemuda itu langsung menutupi kepala Arrahma, yang membuat wajah Arrahma membentur dada sosok pemuda penyelamat. Gadis itu terisak, yang spontan membuat pemuda itu merengkuhnya. Bahkan bisa dipastikan, pemuda penyelamat mengelus kepalanya. Dan dia juga merasa kepalanya dicium oleh pemuda itu. Arrahma tidak tahu kenapa dia nyaman dengan itu.


Sedangkan Zola lelaki itu sudah terkapar tak berdaya, diatas lantai melihat istrinya dipeluk oleh lelaki lain ingin rasanya menghajar. Tapi apalah daya, dia tidak bisa bergerak. Pun dengan Imam.


Pemuda tadi melepaskan pelukannya, dia segera mengambil cadar Arrahma yang tergeletak di lantai. Namun saat, dia mengambil cadar itu. Ada sesuatu yang terjatuh.


Klinting! Pemuda itu berjongkok mengambil kalung yang putus karena ditarik. Ya! Tadi saat Hanza menarik cadar Arrahma tak sengaja, kalung yang Arrahma pakai ikut tertarik.


Pemuda itu, familiar dengan liontin kalung itu. Ia pun membukanya dan matanya terbelalak. Kini wajahnya berubah girang, pemuda itu mendongak menatap Hanza. Mengingat bagaimana Hanza menarik cadar Arrahma dengan kasar. Apalagi sampai kalungnya putus, itu berarti rasa sakit yang Arrahma tanggung dua kali lipat. Pemuda itu berjongkok dari duduknya, dan melangkahkan kakinya. Mendekat kearah Hanza yang ingin membantu Zola. Namun sebelum itu pemuda itu, segera menarik tangan Hanza dari belakang. Yang membuat Hanza berbalik kearah dan.


PLAKKKK!

__ADS_1


__ADS_2