Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Surat Perjanjian


__ADS_3

...SURAT PERJANJIAN!...


Untuk Mendapatkan Kesempatan Kedua.


Apabila pihak yang diberikan kesempatan. Sudah menandatangani surat perjanjian. Maka telah dinyatakan setuju!




Setelah penanda tanganan, pihak kedua (Zola). Wajib mendaftarkan pernikahan ke KUA. Dalam kurun waktu dua hari setelah penanda tanganan. Apa bila tidak dilaksanakan. Maka pihak pertama bisa mengajukan gugatan perceraian! Dan pihak kedua harus membiayai perawatan untuk kepsikiater. Karena kekerasan yang dilakukan kepada pihak pertama.




Apabila pihak kedua, sudah mendaftarkan pernikahan mereka ke KUA! Maka jika suatu saat nanti. Pihak kedua merasa dirugikan oleh pihak pertama karena surat perjanjian ini. Atau pihak kedua melakukan perselingkuhan. Dan mengajukan perceraian di pengadilan agama. Maka dengan ini pihak pertama, berhak mendapatkan bagian 50% harta pihak kedua.




Apabila ada kekerasan yang dilakukan oleh pihak kedua atau perselingkuhan! Maka pihak pertama berhak mengajukan gugatan perceraian! Dan pihak pertama, mendapatkan rumah seisinya.




...PERSYARATAN TAMBAHAN!...

__ADS_1


Ada beberapa hal yang harus dan tidak boleh dilakukan saat bersama pasangan.


• Saat bersama pasangan, tidak boleh main ponsel. Kecuali sesuatu yang penting, mengenai pekerjaan atau berhubungan dengan kekerabatan. Itu boleh dilakukan jika pasangan mengizinkan.


• Sebelum tidur, biasakan mencium kening pasangan. Meminta maaf satu sama lainnya.


Guna hubungan tetap harmonis.


• Sebulan sekali suami maupun istri. Bisa menumpahkan semua hal yang menurutnya. Pasangannya harus memperbaiki atau menghilangkan sifat atau hal apa yang membuatnya ilfil.


• Wajib bagi pihak kedua memanggil orang tuanya dengan panggilan selayaknya (Ayah)


• Bersikap lemah lembut kepada pasangan. Serta memberikan reward sebagai apresiasi karena mau bekerja keras cari nafkah (Suami). Rela bangun pagi untuk menyiapkan makanan (Istri) Reward bisa diberikan seminggu sekali.


Zola memijat pelipisnya, semua persyaratan yang istrinya buat. Membuatnya tidak bisa berkutik lagi. Kecuali persyaratan tambahan ada beberapa poin yang begitu mengutungkan baginya. Masih panjang — sekali karena ada lima lampir lagi.


Bukan tanpa alasan Arrahma melakukan semua itu. Gadis ini tahu kelemahan suaminya tertuju pada hartanya. Jadi hanya dengan inilah Arrahma bisa mempertahankan hubungannya dengan suaminya.


“DOR!” Arrahma menepuk pundak suaminya dari belakang.


Zola yang tadi melamun, lelaki itu ingin marah karena dikageti istrinya.


Namun saat dia teringat perjanjian yang istrinya buat. Membuat ia mengurungkan niatnya, takut digugat karena melakukan kekerasan. Atau justru takut kehilangan hartanya.


“Melamun ae!” ujarnya duduk di sofa depan suaminya.


Zola melengos kesal, Arrahma terkekeh geli. Gadis itu menatap kaleng roti yang ada di meja.


“A, ternyata Aa, sama Kong Can punya kembaran ya!” ujarnya sambil membuka kaleng roti.

__ADS_1


Zola hanya melirik kearahnya.


“Zolanda! Emmm enaknya!” ujar Arrahma mengunyah roti.


“Mau ngga Atau Aa mau, yang ini? Kembarannya Kong Can!” Arrahma membuka kaleng roti satunya lagi.


“Kong Wan, hehehehe! Nama keluarga Aa, terinspirasi dari kaleng lebaran ya? Kalau Ayah mertua, beda! Harusnya biar sama dengan Aa dan Kong Can! Namanya Tanggo! Atau Astrooo!” Arrahma terbahak-bahak sedangkan Zola menatapnya nyalang. Akan tetapi bibirnya berusaha menahan tawanya. Konyol pikirnya.


“Ter(terong), seingat ku, kaleng roti itu sudah beberapa bulan yang lalu. Kau makan tanpa mengecek tanggal expired nya dulu!” Zola mengangkat kaleng roti. Matanya melotot tanggal kadaluwarsanya tiga bulan yang lalu.


“Oh tidak! Roti yang kamu makan sudah expired!” ujarnya yang membuat Arrahma terenyak. Gadis itu berlari kearah dapur. Mencoba mengeluarkan roti yang tadi ia makan. Zola tertawa renyah, tanpa susah payah dia bisa melihat istrinya tersiksa.


“Aa, kenapa makanan expired masih ditaruh di atas meja? Kalau aku keracunan bagaimana! Roti yang aku makan tidak bisa keluar!” Arrahma menggembungkan pipinya.


Dua kaleng yang tadi berjejer rapi di atas meja tidak ada lagi. Mungkin suaminya sudah membuangnya pikir Arrahma.


“Asrhaf dan aku tidak pernah, menggunakan ruang ini. Jadi wajar, jika keteledoran terjadi. Sehabis ngantor paling langsung masuk kamar! ” ujarnya santai.


“Sayang masih utuh, Andai saja tidak expired pasti aku cemelin!” ujarnya.


“Bagaimana jika kamu yang aku makan?” Zola menyunggingkan senyumannya.


“Ma-maksudnya?” Arrahma terlihat gugup saat Zola berjalan kearahnya.


Tanpa babibu Zola mengangkat tubuh istrinya. Lelaki itu berjalan ke kamarnya.


“Malam ini juga kamu akan menjadi milikku seutuhnya!” ujar Zola yang membuat Arrahma tegang.


Arrahma mencoba tersenyum, ya inilah konsekuensi yang harus ia dapat. Toh menurut ilmu teologi. Menolak juga tidak baik.

__ADS_1


“Berdoa dulu! Awas gogele!” ujar Arrahma.


TBC...


__ADS_2