Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Menantu Durhaka


__ADS_3

Pasangan itu keluar dari mobil dengan tergesa-gesa. Zola menarik tangan istrinya, agar berjalan cepat.


“Aa, pelan-pelan dong!” ujarnya karena langkah Zola terlalu lebar, membuat gadis bercadar itu sulit memgimbangi langkah kaki suaminya.


“Kita sudah telat setengah jam Rahma!” Mobil yang dikendari Pak Ojan memang lebih cepat sampai Rumah Sakit. Ketimbang mobil yang dikendarai oleh Predator Bermata Keranjang. Yang mengalami macet selama belasan menit.


“Aaaaaa!” Arrahma tersandung oleh kakinya sendiri. Secepat kilat sang Predator menahan tubuh istrinya agar tidak terhuyung ke depan. Bak Pangeran bermata keranjang, mengambil sebuah kesempatan. Ada beragam perspectives society, menilai hal ini. Merasa terhibur mterlihat ke romantisan yang ada didepan mata. Ada pula yang berpikir negative dengan bergumam pelan. “Sudah tahu tempat umum, malah berpelukan!” Jika dipandang memang terlihat. Seperti sedang pelukkan dengan punggung yang sedikit membungkuk.


“Hati-hati dong kalau berjalan. Dasar bocah!” Zola meyunggingkan bibirnya, karena ia tahu istrinya jatuh pelantara dirinya yang terlalu lebar melangkahkan kakinya.


“Bilang aja kalau butuh dekapan dariku!” tukasnya kembali. Menggoda Arrahma begitu meyenangkan pikirnya. Akan tetapi korban yang digoda melihat pelaku seperti menghina. Yang membuat korban teritimidasi.


“Tidak!” ketusnya mencoba melepaskan pulukkan yang tidak sengaja ini. Arrahma memilih mendahului suaminya yang resek itu.


Zola yang melihat hal ini ingin terbahak-bahak, tapi terurungkan karena gengsi. Zola berlari kecil dan menarik lengan istrinya dari belakang.


“Apa lagi? Lepasin!” Arrahma mengibaskan tangan Zola yang mencengkram lengannya. Ternyata gadis ini masih kesal dengannya, pikir Zola.


“Mau kemana?” Suara Zola terdengar berat. “Emang kamu tahu ruangan mertuamu?” tanya Zola lagi setelah istrinya menjawab pertanyaan darinya.


Arrahma menelan ludahnya kasar. Dia tidak tahu ruang rawat mertuanya. Merasa menang sang Predator tersenyum sinis.

__ADS_1


“Nampaknya, kamu tidak sabar! Melihat mertuamu tinggal nama!” ejeknya. Refleks Arrahma menepuk bahu Zola keras.


Arrahma mengerutkan dahi, saat tidak mendengar suaminya mengaduh. Justru kekehan samar yang memenuhi telinganya.


Arrahma melirik kearah suaminya, apa iya. Tadi yang ia dengar itu kekehan suaminya. Secepat kilat Predator satu ini mengubah ekspreksinya menjadi datar.


Zola menarik bahu Arrahma kasar, yang membuat tubuh Arrahma membentur tubuhnya.


“Lihat dan baca!” tujuk Zola ke sebuah ruangan. Arrahma mengikuti petunjuk dari suaminya. Matanya melebar sempurna, bibir yang tertutup cadar bergetar saat membaca tulisan yang tertempel di pintu.


“KAM- AR EM- MAYAT!” Suaranya bergetar, Zola tertawa renyah saat melihat istrinya lari terbirit-birit.


Zola hanya mampu menggelengkan kepala, ada saja bahan untuk mengejek istrinya.


“Hey, menantu durhaka!” Zola mecolek bahu Arrahma, lelaki itu sudah berdiri disamping istrinya.


Arrahma menutupi kedua telinganya, nafasnya tersenggal-senggal karena lari ketakutan.


“Jangan khawatir, nanti kalau Darwin siuman. Aku akan bilang jika menatunya. Sudah bersiap menunggunya di kamar mayat!”


“Jangan! Aku kan tidak tahu dimana ruangan Ayah!” Menahan tangan Zola yang ingin pergi. Dia ketakutan seakan Ayah mertuanya sudah sadar dan berada tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


“Ck! Yasudah cari cara agar aku bisa menututup mulut! Kecuali uang!”


“Hem!” Zola menampel tangan istrinya yang membekap mulutnya.


“Gila kamu?” geram Zola sambil mengelap mulutnya.


“Kan tadi Aa, sendiri yang bilang cari cara untuk menutup mulutnya Aa! Ya sudah, pakai telapak tangan saja!” ujar Arrahma polos, dan mengacungkan tangannya tepat didepan wajah Zola.


Kembali lagi Zola menampel tangan istrinya.


“Bukan itu maksudnya!” giginya bergemerutuk menahan marah.


"Ya sudah kalau begitu besok aku buatin Lapis legit, dengan tanganku sendiri bagaimana?" tawarannya.


Zola menggeleng kemudi mendekatkan bibirnya ke telinga istrinya. “Kau mau tahu apa yang bisa membuat aku tutup mulut?” Tanpa sadar gadis itu mengangguk. Zola meyunggingkan senyumaman. ‘’FNATM!” Arrahma mengerutkan dahi. “First Night At The Morgue!”


“Tidak mau!” jawabnya cepat, dipikir dirinya Jalangkung. Diajak malam pertama di kamar mayat.


“Zooo” panggil seseorang yang membuat pasangan itu. Membalikkan badan.


TBC…

__ADS_1


__ADS_2