
Dua orang lelaki duduk di kursi, ditemani laptop dan beberapa map diatas meja. Menatap jeli, tulisan dan angka yang ada di kertas.
Zola menghela nafas panjang, otaknya tidak bisa bekerja dengan benar. Karena teringat ulah istrinya. Yang membangunkan dirinya untuk shalat subuh. Dirinya yang ogah, hanya mampu menarik selimut. Dan menjadikan bantal sebagai penutup telinga. Akan tetapi Arrahma tidak pantang menyerah, gadis itu tetap menarik selimut suaminya.
“Ayo bangun A, subuh!” ujarnya seraya menggoyang pundak suaminya.
“Bangun, sayangku cintaku! Yukk-yukkk!” Arrahma mencoba melepaskan tangan suaminya yang memegangi bantal, guna meyumpal telinga.
Dengan susah payah gadis itu berhasil. Akan tetapi Zola langsung memunggungi istrinya. Kembali menutup matanya, dengan posisi yang enak. Memeluk guling.
“Bangun Aa! Shalat dulu, nanti tidur lagi enggak apa-apa!” Arrahma membalikkan tubuh suaminya. Benar-benar Kebo, susah dibangunkan.
“Ya sudah kalau begitu aku, tidak mau nglayani mu! Orang yang wajib A Zo! Nggak mau ngelakuin. Masa yang sunah, diutamakan!” ancaman Arrahma kali ini benar-benar membuat Zola beringas.
“Ayo bangun, nanti aku kasih reward sebagai gantinya. Ciuman 100 X karena mau bangun pagi! Dan tiga permintaan, apa saja yang kamu inginkan. Asalkan shalat!” tawaran yang Arrahma berikan begitu menguntungkan baginya. Akan tetapi dia harus menahan untuk mengiyakan. Sedikit jual mahal, layaknya Emak-emak yang menawar barang dipasar. Ditinggal dulu, berharap si penjual memanggilnya lagi. Dan membayar sepertinya dari harga normal.
__ADS_1
“Ya sudah, aku kasih DP ciuman! Mumpung masih kurang 10 menit, adzan tiba!” Arrahma hanya berusaha untuk mengajari suaminya melakukan kewajibannya. Mungkin dengan cara seperti ini, Zola akan berubah sedikit demi sedikit. Jika Zola sudah mau melakukan kewajibannya dengan rutin, dia akan mengajarkan. Jika sholat itu harusnya karena Allah bukan karena imbalan ciuman darinya atau ingin mendapatkan validasi dari society.
Zola menutup wajahnya dengan guling. Membuat Arrahma menggeleng, harus menyingkirkan benda mati yang menghalangi. Landingnya bibir ke pipi suaminya.
“Uluh, uluh yang mau dicium! Masih saja memejamkan matanya!” goda Arrahma sambil menggelitik pinggang Zola. Lelaki itu ke gelian langsung, molet.
Arrahma tertawa karena ini kali pertama, tanpa sadar mengerjai suaminya.
“Kau!” Zola menarik bahu istrinya kasar, yang justru membuat bagian dada gadis itu menatap dadanya. Arrahma bisa melihat wajah suaminya dengan jelas. Bulu matanya lebat, hidungnya nyaris sempurna, tatapan mata tajam yang selalu mengintimidasi berhasil membuat jantung berdebar. Arrahma melengos, pipinya terasa panas.
“Pipi mu merah!” sergahnya sambil tersenyum sinis. Arrahma langsung menutupinya dengan telapak tangan.
Arrahma menautkan alisnya, mana ada jam rusak brisik. Yang ada melempem, kehabisan baterai.
“Ya, coba kalau Aa tidak males, pasti aku tidak akan berisik!” gadis itu mengerucutkan bibirnya. Zola langsung mengambil jurus, smackdown yang membuat tubuh Arrahma tergeletak. Dengan kekuatan yang tak sebanding, akhirnya Zola bisa membuat Arrahma kehilangan nafas. Karena berciuman panas dengannya. Lelaki itu langsung terlentang disamping istrinya.
__ADS_1
Arrahma kesal, dengan suaminya.
“Ayo bangun sholat!” ujarnya mendorong tubuh Zola agar cepat bangun.
“Heh, baiklah 100X ciuman seperti tadi! Deal?” lirik Zola.
“Enggak! Cium pipi aja, aku tidak mau ma-ti!” Arrahma melotot.
Zola memejamkan matanya kembali, membuat Arrahma refleks memukul dadanya.
“Iya, tapi lunas 12 bulan!”
“Cih, lunas sehari!” Zola tersenyum penuh kemenangan.
“Silahkan tehnya diminum!” Seketika Zola tersadar dari lamunannya. Saat Arrahma datang membawa dua cangkir teh yang mengepul asapnya. Namun saat Arrahma ingin meletakkan diatas meja. Tiba-tiba saja, teh itu tumpah. Membasahi dokumen yang terbuka.
__ADS_1
“Arrahmaaa!” Zola bangkit dari duduknya lelaki itu mengangkat tangannya.
Dan ... TBC..