
Terik matahari dijam sembilan membuat wajah keduanya bersinar karena pantulan matahari.
“Siang ini, gue akan memberikan kesempatan untukmu. Menceritakan apa yang terjadi saat gue tidak ada disini! Kenapa ibu bisa meninggal?” Zola menatap lurus.
Sungguh dia, sudah lelah dengan kehidupannya. Benar kata istrinya, permasalahan itu dipecahkan bukan disangkal apalagi di hindari. Maka dihari yang sama dia harus bisa menyelesaikan dua masalahnya, tentang rasa dan juga masa lalunya yang tida pernah ingin ia ketahui.
Adel terkejut bukan kepalang, ada angin apa kakak tirinya memintanya untuk menceritakan kejadian dulu.
“Benar?” Adel menatap Zola penuh keragu-raguan.
Zola hanya berdeham sebagai jawaban. Dia tahu jika hatinya belum sepenuhnya terbuka. Apalagi jika harus menerima dengan hati yang lapang.
“Lu selalu berpikir jika mama, adalah orang ketiga diantara orang tua lu! Dan yang lu tahu, mama adalah sahabat terbaik ibu lu! Itu yang ada dalam otak lu!” Adel menarik napas panjang, kemudian menggeleng. Bersamaan dengan itu Zola terkekeh getir.
“Ini yang membuat lu berpikiran jika mama, menghianati ibu lu!”
“Aku ingat jelas, waktu itu lu sudah SMA di negara tetangga! Lu tidak tahu keadaan disini, lu hanya pulang berapa tahun sekali!”
“Tapi disaat, lu pulang tiba-tiba lu dikejutkan dengan meninggalnya ibu lu. Dan saat lu tiba di pemakaman. Lu melihat ayah menangis mengelus nisan ibu lu! Namun disaat yang bersamaan, lu juga melihat perut mama yang membuncit!” Adel memberikan jeda sejenak, dia memejamkan matanya. Mengingat kejadian belasan tahun yang lalu.
Sedangkan Zola dia terus mengingat kejadian itu. Rasa dendam dan marah berkobar dalam dirinya.
__ADS_1
“Hal yang membuat lu seperti macan, disaat. Semua pelayat pergi meninggalkan pemakaman! Tinggallah kita berlima! Gue, lu, Kong Can dan orang tua kita! Lu terkejut saat, mama memanggil ayah lu dengan sebutan suami! Lu marah karena tak tahu sebenarnya apa yang terjadi!”
Zola mengepalkan tangannya, rasanya tidak tahan jika tetap mendengar cerita ke brengsekkan yang ayahnya lakukan dengan sahabat ibunya.
“Lu pergi tanpa mendengarkan penjelasan dari ayah maupun mama!” Adel meremas jari-jemarinya yang berkeringat.
“Maka ini saatnya, lu harus mendengarkan penjelasan yang dulu tidak pernah ingin lu dengar!” Suara Adel begitu tegas dan jelas.
“Zola! Orang tua kita menikah bukan atas dasar, selingkuh! Orang tua kita menikah karena ibu lu yang meminta!”
Tidak! Dalam lubuk hati yang paling dalam Zola tidak percaya. Akan tetapi karena dia ingin masalahnya segera terselesaikan. Dia harus berusaha menahan gejolak yang ada dalam hatinya.
Sungguh sulit! Tapi harus dilakukan.
“Omong kosong!” ujarnya tidak terima, yang membuat Adel menatapnya.
“Karena ini kenyataannya! Sekarang kalau gua boleh tahu, lu tahu nggak? Tentang penyakit ibu?” tanya Adel yang mampu merubah wajah Zola.
“Penyakit?” tanyanya terkejut.
“Sudah ke duga, jika sampai saat ini pun lu tidak tahu apa penyakit ibu lu!” ejek Adel sambil menenggak air.
__ADS_1
Zola tak bergeming.
“Inilah alasan dibalik semua, karena penyakitnya ibu meminta mama menikah dengan ayah! Yang tujuannya, agar ada yang merawat ayah dan putra kesayangannya!” ujarnya penuh penekanan diakhir kalimat.
“Eh ...malah putra kesayangan tidak mau dirawat oleh mama tirinya!” ejek Adel yang membuat Zola melengos.
“Ibu dia sakit apa?” tanyanya menahan sesak di dada.
“Kanker stadium akhir!”
Jawab Adel membuat Zola lemas seketika. Lelaki itu menunduk dalam, mengapa dia tidak tahu akan hal ini. Mengenai penyakit ibunya.
Kesalah pahaman terjadi, karena orang tua. Tidak mau mengikut sertakan anak untuk mengambil sebuah keputusan. Apapun itu tak terkecuali.
Harusnya almarhumah ibu, mengatakan penyakit apa yang ia derita kepada anaknya. Ya meskipun, itu membebani pikiran anak.
Dan meminta pendapat anak tentang keputusannya untuk menikahkan suaminya dengan sahabatnya.
Dengan cara begini, anak merasa jika dia berhak mengeluarkan sebuah pendapat. Dan si anak merasa ada karena selalu diikut sertakan dalam mengambil sebuah keputusan.
Dan ini bisa berdampak positif bagi hubungan! Menjadikannya lebih dewasa serta mengajarkan si anak untuk berpikir secara luas.
__ADS_1
TBC....