
Bukan cukup disitu Arrahma masih mencoba membuang waktu. Agar tidak melakukan hubungan sekss bersama suaminya.
"Ya kalau begitu, kamu harus tahajud! Kan dianjurkan! Dapat pahala loh A!”
“Malam ini, aku sudah mendapatkan pahala lebih. Dari kemarin, kemarin aku tidak isya sekarang aku melakukannya! Kemarin, kita tidak melakukan hubungan suami-istri. Malam ini akan terjadi. Berarti pahalaku, lebih banyak dong!”
Arrahma kembali menepuk jidatnya, karena pamilkiran suaminya.
“Pahala yang kita miliki. Belum tentu bisa memasukkan kita kedalam surga-Nya. Jadi jangan pernah menghitung amalan yang kita perbuat. Apalagi merasa lebih dengan amalan kita. Satu-satunya yang membuat kita masuk surga itu adalah belas kasih dari Allah!”
“Dan yang kedua adalah syafaat dari Rasulullah! Beliau yang akan memohon kepada Allah, agar umatnya bisa masuk ke dalam surga. Jadi, jika mau mendapatkan pembelaan dari Rasulullah Saw! Kuncinya adalah perbanyak sholawat, khusus hari Jum’at dan Senin harus lebih unggul dari hari-hari biasa! Bahkan Rasullullah sendiri yang menganjurkan untuk bersholawat pada hari Jum’at melibihi dzikir apapun!”
Zola diam, tapi matanya menatap Arrahma. Gadis itu tahu, predator bermata keranjang. Tidak suka mendapatkan ceramah darinya.
“Kalau sudah ceramahnya, bisa kita mulai?” Zola mematikan lampu kamarnya. Sedangkan Arrahma dia begitu takut.
“Tunggu dulu!” Arrahma menahan dada suaminya.
“Ck! Apa lagi?” Zola terlihat kesal, pasalnya mereka sudah tidak mengunakan apapun. Hanya selimut yang menutupi keduanya.
“Baca doa dulu, ada doanya! Biar berkah dan mendapat pahala!”
“Heh?” Zola tidak tahu jika mau melakukan hubungan sekss juga ada doanya. Bukan hanya di Islam tapi agama lain pun juga punya doa tersendiri.
“Aku tidak tahu doanya!” Arrahma benar-benar menguji pikir Zola.
“Enggak mungkin aku yang doa! Orang yang jadi petaninya kamu! Aku cuma ladang! Yang tugasnya menerima dan berusaha menumbuhkan benih dengan baik! Jadi kalau menanamnya salah, itu salah petaninya!”
Wajah Zola memerah karena menahan kesal dan nafsuu yang telah mencapai ubun-ubun.
__ADS_1
“Brisik!” ujarnya sambil mengambil ponsel dalam nakas.
“Doa hubungan suami-istri dalam Islam!” ujar Zola meminta bantuan Google. Arrahma yang tadi takut, dia tertawa cekikikan. Karena kekonyolan malam pertama mereka.
Zola pun membacanya sedangkan Arrahma hanya mengaminkan.
Lelaki itu mengambil posisi, namun saat belum melakukan pemesanan. Pintu kamar ada yang ngetuk.
Zola tidak memperdulikannya. Akan tetapi ketukan pintu berkali-kali. Kini menjadi gedoran. Membuat Arrahma dan Zola menatap pintu.
Dug! Dug!
“Berisik ganggu aja!” keluh Zola.
“Tuan Zo! Tuan Zo!” ujar seseorang dari luar sambil mengedor pintu.
Zola langsung mengambil kimono yang ada di atas nakas. Dan berjalan kearah pintu sambil mengikat talinya.
Pembantu rumah itu mengerutkan keningnya. Saat melihat atasannya memakai kimono tapi badannya kering. Tidak menampakkan jika Zola selesai mandi. Diliriknya rambut Zola, ternyata kering. Pembantu itu berpikir mungkin saja atasannya mau mandi.
“Malah bengong, ngapain gedor-gedor pintu segala.”
“E-itu Tu-tuan, Bapak hipertensinya kambuh!”
“Apa?” pekik Zola kaget.
“Terus, istrinya sama anak tirinya dimana? Ngapain harus manggil aku?” tanya Zola mennutup pintu kamar dari luar. Berjalan kearah kamar Darwin.
“Mereka terbang ke asrama nona Nantysa!”
__ADS_1
“Memang, Nan kenapa? Kenapa harus terbang malam?”
“Nona kecelakaan!”
Zola langsung mendorong pintu kamar Darwin. Benar ternyata paruh bayar itu hampir sekarat pikir Zola.
“Hubungi Asrhaf sekarang, suruh pesan kamar rawat VVIP. Biar saat kita sampai, segera ditangani. Kamu dan kamu!” tunjuk Zola kepada supir dan pembersih kebun.
“Bantu atasan kalian ke mobil! Aku akan bersiap! Cepat!”
Zola langsung berlari ke dalam kamarnya. Frist night telah gagal. Beberapa kali lelaki itu mengumpat kesal.
“Ada-ada saja, Arrahma! Kita ke rumah sakit! Ayah mertuamu mau sekarat!” ujar Zola sambil mengambil baju dilemari.
Sedangkan Arrahma segera memakai kimono dan berlari ke dalam kamar mandi
Guna mengguyur tubuhnya, yang tadi sempat menampel dengan kulit Zola.
“Arrahma! Kau gila! Ngapain mandi?” teriak Zola kesal.
“Lengket, aku hanya mengguyurnya saja!”
“Lengket? Kita bahkan belum mandi keringat! Gatot sial!”
“Tadi kan aku bilang, untuk sholat khajat. Aa malah tidak mau. Jadinya tidak mudahkan!” teriak Arrahma dari dalam kamar mandi.
“Atau jangan-jangan Aa, pernah ganggu ayam lagi enna-enna. Jadi saat mau enaa-enaaa diganggu!'”
“Omong kosong!”
__ADS_1
Arrahma tertawa karena melihat suaminya teraniaya oleh keadaan.
TBC...