Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Saingan Sama Ipar


__ADS_3

Melihat suaminya terserempet motor. Dan tubuh berguling-guling, spontan membuat Arrahma berlari. Diikuti oleh Asrhaf dari belakang.


Tidak tahu saja, jika kecelakaan yang menjadikan suaminya sebagai korban. Hanya rekayasa yang Zola buat. Di saat Asrhaf, mengantarkan adiknya ke kamar mandi. Guna memakai cadarnya. Zola mendekati tukang ojek. Meminta bantuan untuk melancarkan aksinya. Saat ia tahu istrinya keluar dari kamar mandi. Zola pun memberikan aba-aba kepada tukang ojek, yang tadi sudah dibayar. Ide Zola memang terkesan gila dan konyol. Akan tetapi jika sutradara yang menilai akting yang Zola lakukan. Saat berguling-guling! Terlihat Sempurna.


Setelah sampai di dekat suaminya, dia langsung terduduk. Dengan mata yang berlinang, melihat suaminya memegang sikunya. Sambil meringis kesakitan.


“Agrh!” Benar-benar luar biasa, dia berpura-pura seolah sukunya sobek yang mengharuskan dijahit 7 jahitan.


“Asisten, eh maksudnya Kakak! Tolong ambil mobil, kita bahwa Aa, ke RS!” ujar Arrahma, berusaha membantu suaminya duduk.


Mobil yang dikendarai oleh Asrhaf, sebentar lagi sampai rumah sakit. Dalam perjalanan ke rumah sakit, Zola selalu mengulang jargonnya. “Agrh ...agrh ...agrh!” Mendengar jargon Zola membuat Asrhaf mengumpat. Jujur saja dia tidak percaya dengan kecelakaan yang membuat Zola terguling-guling.


“Mana yang sakit A?” ujar Arrahma yang tampak perhatian. Gadis itu membiarkan kepala suaminya bersandar di pundaknya.


“Nih!” ujarnya menunjuk lututnya bak anak kecil, yang mengadu ke ibunya. Karena habis jatuh dari sepeda, nyemplung selokan.

__ADS_1


Arrahma mengelus lutut suaminya pelan. Asrhaf bisa melihat hal itu dari kaca spion. “ Ternyata, nyeri yang tadi adanya di sikut! Cepat banget bisa pindah ke lutut! Jangan-jangan kalau, ada yang tanya, mana yang sakit A? Berubah ke tumit!” sindir Asrhaf yang membuat Zola mendelik.


“Cobadeh Dik! Tanya, mana yang sakit A? Mungkin saja, nyeri efek ditabrak jadi naik ke mulut! Kau tahu sebabnya?” tanya Asrhaf, tanpa perlu mendengar jawaban adiknya. Asrhaf pun melanjutkan ucapannya. “Karena suamimu, lelah mengucapkan jargonnya. Agrh! Agrh! Agrh sakit Sayang!” ujar Asrhaf menirukan Zola saat berakting kesakitan.


Arrahma menatap suaminya, dengan tatapan tajam. “Benar A?”


Zola menelan ludahnya, sepertinya kisah cintanya. Bukan bersaing dengan orang ketiga. Melainkan bersaing dengan kakak ipar sendiri. Guna mendapatkan perhatian dari Arrahma.


“Aduh! Si brengsek itu kurang ajar! Menonjok wajahku sampai babak belur!” Zola mengalihkan pembicaraan, dia memegang rahangnya yang lebam.


Asrhaf segera turun dari mobil dan membukan pintu untuk atasannya.


“Pelan-pelan!” ujar Asrhaf membantu Zola keluar mobil. Pemuda itu pula yang menopang tubuh atasannya. Sedangkan Arrahma dia langsung berlari memanggil dokter.


Asrhaf membantu Zola merebahkan tubuhnya di kasur rumah sakit. Dokter dan Arrahma pun masuk. Dokter itu mulai melakukan tugasnya, namun sebelum itu. Dia mengeluarkan sebuah pernyataan. “Saya mau, diobati asalkan! Istri saya tetap dengan saya, tidak kemana-mana!”

__ADS_1


Yang membuat istrinya kaget, dia berpikir akan duduk diluar dengan kakaknya. Dan bercerita tentang masa lalunya.


Bukan tanpa alasan Zola meminta istrinya tetap bersamanya, dia takut jika Asrhaf membawa pergi istrinya. Saat ia sedang dirawat.


Ketakutan yang ada karena kesalahannya dulu.


“Baiklah, saya berpikir istri Anda bersedia untuk menemani Anda!” ujar dokter. Arrahma membalikkan badannya ingin berjalan ke sofa panjang.


Namun langkanya terhenti, saat suara suaminya menegurnya. Untuk tetap berdiri di samping ranjang.


“Rahma tidak kemana-mana, A! Arrahma cuman mau duduk di sofa!” ujarnya lembut.


“Tidak boleh, kamu harus tetap bersamaku! Genggam tanganku, kalau tidak aku tidak mau diobati!” ujar Zola mengulurkan tangannya kearah istrinya. Arrahma menghela nafas panjang, gadis itu menggenggam tangan suaminya. Dokter tersenyum melihat pasien salah kamar.


Harusnya dirawat di RSTK Rasa Sayang Takut Kehilangan. Yang membuat pasien didiagnosa Bucin akut .

__ADS_1


TBC...


__ADS_2