Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Jauhnya Terasa


__ADS_3

Kedua lelaki itu berjalan beriringan, tertawa lepas. Mendorong pintu yang terbuat dari kaca, memasuki kafe. Keduanya terus berbicara seraya menarik kursi guna duduk. Lelaki yang memakai sweter biru muda itu, menarik lengan bajunya sampai sesikut. Guna tidak kotor saat sedang makan. Sedangkan pemuda berkaus hitam se—lengan, memanggil waiter. Dengan lambaian tangan.


Kebetulan untuk malam ini ada live musik yang bisa menemani para pengunjung, Kala menikmati hidangan yang dipesan.


Alunan gitar membuat sebagian pengunjung, mengetuk-ngetukan alas sepatunya dengan lantai. Tak terkecuali lelaki yang memakai sweter biru muda, Zola.


...]]Hari terus berlalu. Tergilas oleh waktu. Aku yang pernah menyakitimu. Rasanya ingin bertemu.[[...


Serpihan ingatan awal bertemu dengan istrinya. Memenuhi pikirannya, bagaimana dia menarik tangan istrinya. Dan menghempaskan kasar. Zola memejamkan matanya, lirik lagu selanjutnya. Membuatnya semakin sesak.


...]]Maafkan kesalahan. Dan juga kekhilafan. Pernah menancapkan duri tajam....


...Tak lekang dalam ingatan[[...


Ingatannya kali ini, tertuju pada ke sebuah momen, dimana dia. Berlaku kasar pada istrinya. Menjambak rambut istrinya. Yang membuat kepala istrinya terbentur kepala ranjang. Dan ingatan yang paling membuat dirinya bersalah. Disaat dia menarik istrinya ke kamar mandi hotel. Kemudian memegang pundak istrinya. Dan menghantam tubuh istrinya ke tembok. Membuat istrinya menjerit kesakitan. Serta darah yang mengalir dari hidung istrinya.


...]]Kini kau pergi ...Meninggalkanku...[[...


Lirik yang membuat Zola menggeleng. Seolah takut kehilangan. Lelaki itu bangkit dari duduknya. Membuat Asrhaf bertanya.


“Mau kemana Tuan?”


“Aku ingin bertemu Rahma!” ujarnya seraya ingin melangkahkan kakinya.


“Nona, itu dia baru keluar dari taxi!” ujarnya seraya menunjuk keperempuanan yang baru keluar dari taxi.

__ADS_1


Zola tersenyum bahagia.


“Bagaimana dia bisa tahu kita ada di sini?” tanyanya serius.


Asrhaf mengangkat bahunya, sambil tersenyum.


Namun ketakutannya yang tadi sempat muncul. Kembali lagi, tatkala ada sebuah mobil dari utara melaju cepat. Dan Brakkkk.


“RAHMAaaaaaa!” Zola terbangun dari tidurnya. Nafasnya tersengal-sengal karena mimpinya begitu buruk. Bahkan keringat dingin membasahi dahinya.


“Rahma! Kenapa aku memimpikan buruk tentangnya?" Zola memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Empat hari jauh dari istrinya membuat dia merasa aneh. Kehilangan, rindu serta merasa cemas.


"Kenapa dia tidak mengirimkan pesan, apa pun hari ini? Biasanya, aku bangun saja sudah dapat notifikasi pesan."


"Mengingatkan sholat, minimal sehari 2 kali dia telepon!" ujarnya seraya mengambil ponselnya. Mengecek siapa tahu, istrinya mengirimkan pesan. Ternyata itu hanya ekspektasinya yang berlebih.


"Berikan satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya."


Zola menatap ponselnya, lelaki itu mengirimkan pesan kepada istrinya.


"Ini dimana rekaman Rahma saat bersholawat?" Zola menscroll layar ponselnya.


Empat hari jauh dari istrinya membuat dia susah tidur. Karena terasa berbeda, dengan satu bulan sebelumnya. Dia tidur dengan seorang yang selalu melantunkan sholawat serta mengelus kepalanya lembut. Agar dirinya segera terlelap.


"Jangan sampai ke hapus, bagaimanapun rekaman itu bisa membuatku tidur lebih nyenyak!” Ternyata Zola kecanduan suara istrinya saat bersholawat.

__ADS_1


“Agrh, kenapa bisa hilang!” Lelaki ini nampak uringan-uringan. Bagaimana pun dia butuh perjuangan untuk mendapatkan suara istrinya yang jernih. Karena dia merekam diam-diam.


Zola lebih memilih menelpon istrinya dengan telpon bisa. Karena ia tahu, jika malam seperti ini istrinya tidak mengaktifkan data.


Dua kali, tidak ada jawaban. Membuat Zola cemas.


Tut ...Tut...


“Angkat Sayang!” gumamnya sambil mengusap rambutnya ke belakang


Zola putus asa karena ketiga kalinya. Arrahma tidak menjawab juga.


Ponselnya berdering, membuatnya girang saat layarnya memperlihatkan panggilan video call dari istrinya.


“Say!” Zola menggantung ucapannya, tatkala melihat wajah istrinya. Kekhawatirannya bertambah berkali-kali lipat.


TBC...


Ternyata novel yang author tulis mengundang pro kontra. Ada yang bilang,


Thor lu melecehkan gadis Sholehah! Dan untuk karakter Arrahma tidak seusai.


*Novel ini hanya cerita fiktif belaka. Tidak ada niatan merendahkan atau menjelekkan orang maupun jabatan. Saya ingin sampaikan. Maaf jika suatu saat ceritanya tidak nyambung. Yang membuat readers kecewa dan confused.


Saya tahu, saya tidak cukup ilmu untuk menulis cerita. Wong saya nulis buat hiburan semata. Jujur saya suka dengan kritiknya. Karena membuat saya tahu, mana letak kesalahan saya. Membuat saya belajar. Semoga kedepannya bisa lebih baik.

__ADS_1


#Ayo_kasih_masukkan_ saran


Cie A Zo yang kecanduan dengerin sholawat versi istrinya*.....


__ADS_2