Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Petir Menyambar Hati


__ADS_3

Zola meringis menahan nyeri dibagian wajah. Arrahma merasa kasian dengan suaminya.


“Perih ya A?” tanya pelan.


Zola menatapnya tajam, membuat gadis itu menunduk.


“Semua itu karena ulah mantan tunanganmu. Dan beraninya kau menyiramku dengan air!”


Zola menarik bahu Arrahma keras membuat gadis itu meringis kesakitan.


“Ma-maaf!” Arrahma menahan tangisnya.


“Tuan, meeting dimulai 30 menit lagi! Masih ada waktu untuk ketempat meeting! Kemungkinan besar, jika Nona Adel sendiri pasti kuwalahan untuk mempresentasikan produk kita!” Asrhaf mengetuk pintu dahulu sebelum berbicara dengan Zola.


“Ck! Sial kenapa jadi runyam seperti ini. Aku tidak bisa mensia-siakan usaha yang aku lakukan selama ini. Untuk menggandeng perusahaan Tuan Cres!”


“Terus bagaimana dengan lebam diwajahku! Semua ini gara-gara pemuda berengsekkk tadi!” umpat Zola kesal.


“Aa, izinkan Rahma mengobati lukanya!” Bagaimana pun dia tahu kewajibannya sebagai seorang istri.


“Sraf kau keluarlah,” ujar Zola, Asrhaf mengangguk pelan dan meninggalkan kamar hotel.

__ADS_1


“Hati-hati! Kau pikir tidak sakit!” ujar Zola meringis saat istrinya mengobati lukanya.


“Ya, harusnya saat diobati sambil ditiup. Biar rasa sakitnya kurang!” tukas Arrahma yang membuat Zola tersenyum sinis.


“Kalau tahu begitu, kenapa tidak kau lakukan! Rupanya gadis sepertimu hanya teori saja,” ejek Zola membuat Arrahma tersentil.


“Buka cadarmu sekarang! Aku ingin melihat seburuk apa wajahmu. Sampai-sampai kau menutupinya!”


Arrahma hanya mampu menghela nafas dan bersabar akan cacian yang Zola berikan kepadanya.


“Terus ngapain, Aa nikahin Rahma! Kalau tahu Rahma jelek?” tanya Arrahma menahan kesal.


“Cepat bukak!” Zola jadi penasaran dengan wajah istrinya. Bagaimana pun istrinya itu terbilang masih belia.


Arrahma kaget membuat tangannya menekan wajah suaminya yang bonyok. Zola kembali mengaduh dan menampel tangan istrinya kasar.


“Sial! Kau sengaja Arrahma?” amarah Zola telah kembali, lelaki itu langsung menarik hijab Arrahma. Gadis itu tidak berani mengaduh, jika dia melakukan hal itu. Suaminya tambah akan menyiksanya.


“Ma-mafin Arrahma! A, Rahma akan berusaha tidak melakukan kesalahan hiks!”


“Maaf-maaf aku bosan mendengarnya. Sekali lagi kau bilang maaf karena melakukan kesalahan, bersiaplah menerima hukuman dariku,” ujar Zola melepaskan tangannya yang menarik jilbab istrinya.

__ADS_1


'Ya Allah, kenapa aku harus memiliki suami seperti ini. Andai saja aku menikah dengan Gus Imam, pasti aku tidak akan mendapatkan perlakuan kasar seperti ini. Astagfirullah, kenapa aku malah membandingkan suamiku dengan lelaki lain! Maafin aku ya Allah! Karena tidak bersyukur atas apa yang Engkau berikan padaku' batin Arrahma menyesal.


“Sudah, bukannya mengobati malah nambah luka! Buka cadarmu sekarang! Atau mauku tarik dengan kasar!” Ancam Zola berdiri dari duduknya.


Arrahma terdiam, dia malu. Bagaimana pun ini kali pertama ia memperlihatkan wajahnya kepada lelaki.


“ARRAHMA CEPAT!” bentak Zola yang membuat Arrahma terperanjat.


Gadis itu mulai membuka cadarnya perlahan, Zola mengalihkan pandangannya ke layar ponsel.


“Arrahma cep...” Lelaki itu terdiam saat melihat wajah istrinya, ada petir yang menyambar hatinya.Zola langsung melengos.


“Aku pergi dulu!” Zola berjalan cepat meninggalkan istrinya sendirian dikamar hotel.


Brakk! Pintu tertutup kemudian dikunci dari luar.


Arrahma hanya mampu mengelus dada karena sikap suaminya.


TBC...


Terima kasih telah membaca.

__ADS_1


__ADS_2