
Netra keduanya saling bertemu, entah perasaan apa, tapi jantung keduanya berdebar-debar tak karuan, begitu aneh. Seperti — ada ikatan.
Zola semakin emosi ketika melihat istrinya, memandang orang kepercayaannya.
“LEPAS!” teriakan Zola membuat kedua orang itu. Langsung tersadar, serta salah tingkah.
Asrhaf memalingkan wajahnya, berusaha untuk menetralkan detak jantungnya. Begitu pun dengan Arrahma, entah ada angin apa. Gadis ini berani menatap mata Asrhaf. Padahal biasanya selalu menjaga pandangannya. Arrahma menitihkan air matanya. Tanpa ia sadari, ia telah melakukan kesalahan. Berani memandang lawan jenisnya serta bersentuhan karena sebuah keadaan.
“Berani sekali kau menyentuh istriku!” geram Zola menarik kerah baju Asrhaf.
Asrhaf memejamkan matanya, menghela nafas sebelum berucap. “Tidak ada niatan lain, saya hanya mencoba menyelamatkannya.”
“JANGAN BOHONG!” teriak Zola tepat didepan Asrhaf. Arrahma terhenyak mendengar teriakkan suaminya. Sedangkan Hanza tersenyum tipis melihat suasana menjadi panas.
“Setiap ada Rahma kau selalu curi pendang! Kau menyukainya? KATAKAN!” Rasa curiga muncul saat asisten pribadinya sering memandang istrinya dari kejauhan. Menanyakan kabar Arrahma. Saat Zola menjawab, Asrhaf selalu mengulum senyuman manis. Yang jarang terjadi. Namun sejak dirinya menikah dengan Arrahma. Asrhaf sering senyum-senyum sendiri.
Sedangkan Arrahma terlonjak kaget mendengar perkataan suaminya.
“Aa, kenapa harus marah-marah tidak jelas. Ini kan tidak sengaja! Aa, pikir aku senang di pegang oleh lelaki lain? Sebegitu rendahnya aku dalam penglihatan mu?” Arrahma menarik tubuh suaminya agar tidak mencengkeram leher Asrhaf.
__ADS_1
Zola bisa melihat mata istrinya yang berkaca-kaca. Penuh kekecewaan yang mendalam.
“Kenapa, kenapa kalau aku yang melakukan kesalahan yang tak sengaja. Kamu marah-marah, tanpa alasan. Kayak aku merencanakan semuanya! Bukankah kamu juga melakukan kesalahan yang fatal.” Arrahma mencengkeram kerah baju suaminya. Kemudian memukul dada suaminya kesal, dia terisak. Malam ini banyak sekali hal yang membuat dia kesal. Dari salah kamar, melihat keromantisan suaminya dengan perempuan lain. Hingga tubuhnya dipeluk lelaki lain.
“Tapi aku tetap Di-am! Aku tidak melakukan kekerasan terhadap Pacarmu itu! Aku juga tidak berkata kasar padanya!” Arrahma melirik kearah Hanza yang tersenyum sinis kearahnya.
Mulut Zola sulit untuk terbuka. Karena semua perkataan istrinya benar adanya.
“Kenapa harus marah? Apa kamu cemburu?” Arrahma terkekeh geli, gadis itu menatap netra Zola lekat. “Hehehe, itu tidak mungkin. Seorang Zezola Timofey Schwarzenegger Adityamlcove! Mencintai bocah Terong hehehe!” Arrahma tertawa getir. Sejujurnya dia tidak ingin, bercerita tentang rumah tangganya didepan orang lain. Tapi apa boleh dikata gadis muda seusianya. Harus menanggung kenyataan begitu banyak. Menikah karena keterpaksaan, kekerasan yang suaminya lakukan. Perselingkuhan yang dilakukan didepan matanya. Mana ada gadis muda seusianya bisa menanggung beban seberat ini. Kecuali orang-orang yang dari kecil sudah merasakan pahitnya hidup.
“Banyak bacot!” Zola menarik bahu istrinya keras. Asrhaf mencoba menghentikan atasannya yang menarik Arrahma entah mau kemana.
Sedangkan Arrahma menangis ketakutan.
“Diam! Ini urusanku dengannya. Jadi jangan ikut campur, jika masih ingin bekerja bersamaku!” Zola memperingatkan Asrhaf.
“Aku akan memberikan pelajaran padanya!” Zola menyunggingkan senyumnya dan melirik kearah Arrahma.
Arrahma semakin ketakutan, gadis itu mencoba melepaskan tangan suaminya yang mencengkeram pundaknya.
__ADS_1
“Kau tak perlu khawatir, aku tidak akan membunuhnya!”
ujar Zola mengejek Asrhaf yang terlihat cemas.
“Handle semua untuk urusan Atasanmu!”
"Zoo!"
"Kau juga diam, tunggu atau pulang saja!" ketus Zola.
Setelah itu Zola mengangkat tubuh istrinya seperti karung beras. Arrahma teriak minta diturunkan, sambil memukul punggung suaminya.
Brak! Pintu tertutup rapat..
Zezola mau apa ya?
TBC...
.
__ADS_1