Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Muda Dewasa, Dewasa Egois


__ADS_3

Pohon bergerak, angin mampu mengempukkan awan. Awan yang berkumpul mengeluarkan air dari celah-celahnya. Malam ini hujan mengguyur Ibu Kota. Tak terkecuali rumah bercat putih, nomor tujuh pun ikut tergeyur hujan. Kamar tidur yang menghadap kearah Utara itu. Terlihat gelap, tidak menampakkan kehidupan disana. Nampak penghuni telah terlelap. Tidak! Gadis itu memeluk suaminya dari belakang, sesekali mengendus pundak suaminya yang harum maskulin.


“Aa, sudah tidur?” tanyanya dengan suara serak khas orang ngantuk.


Si empu yang ditanya hanya diam, memeluk guling. Sudah beberapa hari dirinya tersiksa dengan keadaan. Karena istrinya selalu memeluknya, membuat kelaki-lakiannya diuji. Bagaimana tidak, jika dia tidak bisa melakukan apa pun, karena istrinya sedang kedatangan tamu bulanan. Padahal sudah hampir sepuluh hari.


Zola merasakan geli dibagian pundaknya. Saat istrinya pura-pura menggigit. Akan tetapi dia tidak protes. Jika protes takutnya, Arrahma melepaskan pelukannya. Jika dia meminta dipeluk, nampaknya terlalu gengsi bagi predator bermata keranjang sepertinya.


“Aa tidur ya?” gadis itu mengangkat kepalanya untuk melihat suaminya.


Arrahma terlihat kikuk saat bertatapan mata dengan suaminya.


Gadis itu kembali ke posisi semula, merebahkan kepalanya di batal. Dengan tangan yang tetap melingkar di pinggang suaminya.


Lima menit terdiam, membuat Arrahma memanggil suaminya lagi. Disaat yang bersamaan, Zola membalikkan badannya. Lelaki itu melotot kearah istrinya yang mengganggu ketenangannya.


Gadis itu tersenyum kaku, akan tetapi tanganya membelai rambut suaminya lembut.


“Aa, tidak tidur?” tanyanya lembut.


Zola hanya diam matanya terpejam saat belaian lembut dirambutnya. Sangat menenangkan, bahkan rasa nyaman juga ia dapatkan.

__ADS_1


Kecupan dipipinya membuat dia membuka matanya. Untuk malam ini, dia tidak ingin berdebat dengan Arrahma. Yang ia butuhkan hanyalah belaian.


“Aa, besok kalau Rahma, suruh bangun sholat subuh! Bangun ya!”


Zola tidak bergeming, bosan jika harus mendengarkan ceramah Arrahma.


“Kapan kamu selesai?” Kata pertama kali terdengar datar.


Arrahma mengerutkan keningnya, apa suaminya menyindirnya. Karena telah mengingatkan sholat.


“Tamu bulananmu!” Terdengar santai, lelaki itu menyilangkan tangannya. Membiarkan Arrahma yang tertidur disampingnya memeluknya erat.


“Kapann!” desaknya lagi terdengar tidak sabaran.


“Besok mungkin!” ujarnya pelan, sontak mata keranjang itu terbuka lebar. Arrahma memalingkan wajahnya karena gugup.


Zola menyunggingkan senyuman. Akhirnya dia bisa merasakan kenikmatan dunia.


“Kamu tahu kan kewajibanmu?” Predator satu ini selalu mengingatkan kewajiban istrinya. Tapi dia lupa dengan kewajibannya sebagai seorang hamba dan suami.


Arrahma mengangguk lemah, dia tahu jika sekss. Masuk bagian penting dalam hubungan pernikahan.

__ADS_1


“Ta-pi tunggu tiga hari lagi, Rahma belum siap!” ujarnya berharap si suami memahami. Ketakutan yang ia rasakan.


Zola tersenyum sinis seraya berkata.”Cih, aku tidak peduli! Bagiku ini sangat menguntungkan dirimu. Setelah menikah tidak ada kontak fisik kecuali ciuman. Harusnya watu dua Minggu, bisa kamu jadikan persiapan! Aku tidak peduli Rahma! Pokoknya kamu selesai kita lakukan!”


Keras kepala dan egois itulah Zola. Sebagai istri Arrahma harus bisa bersikap.


“Iya, sekarang Aa tidur!” gadis itu mencium kening suaminya lembut. Seketika membuat Zola membeku dibuatnya.


“Berdoa dulu, baca surat pendek! Akhir dengan sholawat untuk Baginda Rasulullah!”


Zola teringat dengan mendiang Ibunya, waktu kecil Ibu selalu mengajarkan. Apa yang Arrahma ajarkan padanya saat ini.


Tangan kekar itu perlahan memeluk pinggang istrinya. Wajahnya ia sembunyikan di dada Arrahma. Dia rindu dengan ibunya. Apalagi saat Arrahma bersholawat dan mengcovernya dengan beberapa lagu yang pas.


“Ibu! Ibu!” Zola memejamkan matanya mengingat kembali saat bersama ibunya dulu.


Arrahma mengelus kepala Zola dengan sayang. Membiarkan suaminya memeluknya dan menggesek wajah didada meskipun terasa geli. Tapi gadis itu tidak protes, hanya ingin suaminya nyaman dan lekas tidur.


Meskipun jauh lebih muda nyatanya Arrahma lebih bisa bersikap dewasa. Ketimbang suaminya yang sedikit ngeselin. Seperti pepatah!


TBC...

__ADS_1


__ADS_2