
Sore hari dikediaman Kong Can. Tampak sepi karena Adel sedang menjemput mama dan Nantysa di bandara. Sedangkan Kong Can belum balik dari tokonya. Dan Darwin, masih belum pulih kembali seperti semula.
Sedangkan dikamar Zola, lelaki itu asyik mengganggu istrinya yang tertidur pulas. Dari mencium pipi istrinya, hingga menuju ke hal yang sensitif. Yang dilakukan seseorang yang memiliki hasrat.
Yang membuat Arrahma terbangun karena merasa terganggu karena aktivitas yang tidak tahu ada faedahnya atau tidak.
“Aa!” Arrahma menampel tangan suaminya. Yang justru membuat Zola terkekeh melihatnya.
“Mandi yuk?”
Arrahma gelagapan baru bangun sudah ditawari mandi.
“Mesum!” ujarnya mencubit pinggang suaminya. Lelaki mencoba menghindar tapi naas. Cubitan tidak terelakkan lagi.
“Mesum bagaimana? Aku menyuruhmu mandi, ah— ternyata kamu pengen mandi denganku?” ujarnya menowel dagu istrinya.
“Kamu tidak lihat, wajahku sudah segar itu bertanda aku sudah mandi!”
Arrahma menutupi wajahnya dengan selimut. Sungguh malu rasanya, sepertinya ini efek samping dari pernyataan Zola. Yang memintanya untuk tetap bersama apapun permasalahannya.
“Tapi, tidak apa-apa jika itu mau mu!” Zola terbangun dari tidurnya sambil melepaskan kausnya.
“Ayo!” Zola menarik tangan istrinya bersamaan dengan itu Zola menyingkap selimutnya.
__ADS_1
“Nggak mau!” Arrahma menggeleng berusaha tetap ditempat.
“Katanya mau mandi bareng? Ya sudah ayo!” Zola menahan tawanya, saat melihat istrinya malu.
“Aku nggak pernah mengajakmu mandi!” ujar Arrahma berusaha lepas dari tarikan suaminya.
“Lah tadi?” Zola menjulurkan tangannya kedalam piama istrinya.
“Aa, ahhhhhh!” Gadis itu kegelian saat suaminya menggelitiknya.
Zola tertawa renyah karena berhasil mengerjai istrinya. Disaat yang bersamaan pintu ada yang mengetuk. Membuat Zola menghentikan aksi jahilnya.
“Ya, ada apa?” teriak Zola yang memeluk tubuh istrinya dari belakang. Dengan tangan yang tetap merayap kedalam piama.
“Baiklah!”
“Aa, lepaskan!” ujar Arrahma menyingkirkan kepala parasit dari lehernya.
Setelah Arrahma selesai mandi, Zola mengajaknya untuk bertemu dengan Nantysa. Pasangan itu berjalan keruang tengah. Terdengar canda tawa menglegar di ruangan.
Membuat mama menghentikan tawanya. Saat anak tirinya datang. Perempuan paruh baya itu menunduk dalam. Yang membuat sosok wanita yang duduk membelakangi Zola dan Arrahma membalikkan badannya.
Wanita itu memiliki wajah yang mirip dengan Zola. Bukan hanya wajah tapi apapun yang ada dalam diri Nantysa persis Zola. Hal ini yang membuat Zola tidak bisa membencinya. Jika Zola membenci adiknya sama saja dia membenci dirinya sendiri. Apa lagi bagi Zola adiknya tidak memiliki kesalahan. Karena tentu, andai saja Nantysa bisa memilih lahir di keluarga seperti apa. Zola yakin Nantysa pasti memilih keluarga yang harmonis.
__ADS_1
“Aaaaaaaa!” teriak Nantyasa girang saat melihat kakaknya. Wanita itu berlari kearah Zola dan memeluk kakaknya begitupun dengan Zola, lelaki ini menerima pelukan adiknya.
Arrahma yang berdiri di samping suaminya tersenyum tipis dibalik cadarnya.
“Agrhhh!” Nantysa meringis kesakitan saat berpelukan. Karena Zola menyenggol tangannya yang masih digendong, efek kecelakaan.
“Maaf tidak sengaja!” ujarnya mencubit pipi adiknya.
Arrahma mengerutkan keningnya, ternyata Zola mudah meminta maaf. Jika dengan Nantysa berbeda dengannya. Butuh waktu yang lama.
“Gege! Akhirnya kita bertemu lagi,” ujar Nantyasa mencium pipi kakaknya.
Arrahma yang tadi tersenyum karena melihat kehangatan yang terjadi antara adik dan kakak. Seketika senyuman itu hilang, saat Nantysa mencium pipi suaminya.
Gadis itu menggembungkan pipinya dan meninggalkan ruang tengah. Dengan kobaran api cemburu.
Arrahma menutup pintu kamarnya dengan keras. Hingga terdengar di ruang tengah.
Wajar ... ini wajar karena rasa cemburu itu susah disembunyikan. Apalagi bagi gadis seusia Arrahma. Jangan tertuju kepada penampilan. Karena penampilan tidak salah. Dan jangan dengan mudah menjudge seseorang karena sikapnya yang belum baik. Arrahma hanya manusia biasa yang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Dan tidak semua orang memiliki self control yang baik.
Zola menghela nafas panjang, lelaki itu berlari menuju kamarnya.
TBC...
__ADS_1