Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Hati Gelisah


__ADS_3

Mobil putih itu meninggalkan basement hotel. Didalam mobil Zola termenung meremas jari-jemarinya. Ini kali pertama hatinya berdesir karena perempuan. Asrhaf melirik atasannya dari kaca spion.


“Baru kali ini aku melihat Tuan gelisah, sebenarnya apa yang terjadi padanya?” gumam Asrhaf bingung, pasalnya selama belasan tahun bersama atasannya. Yang dilihat hanya wajah kaku.


“Jangan sampai aku jatuh cinta pada gadis itu. Karena perempuan Ibuku jadi meninggal!” Zola menatap jalanan.


“Tidak-tidak Zola, kau tidak akan jatuh cinta dengan gadis lemah itu!” Zola menggeleng penuh keyakinan.


“Apa ada masalah Tuan?” Asrhaf memutuskan untuk bertanya. Karena melihat atasannya semakin aneh.


Zola terdiam, yang diingat hanya wajah istrinya yang mampu membuat hatinya mengeluarkan kilatan.


“Akan ku beri pelajaran, karena dia membuat diriku tidak tenang!”


Ting! Arrahma melirik kearah ponselnya yang berkedip. Gadis itu mengambilnya dan membacanya.

__ADS_1


“Persiapkan dirimu untuk menerima hukuman dariku.”


Arrahma mengerutkan keningnya kenapa suaminya bisa tahu nomor ponselnya.


“Aa, kenapa jahat banget! Kenapa ngirim pesan kayak gini! Emang aku membuat kesalahan hiks!” gadis itu meyeka air matanya.


“Apa karena tadi aku nyiram dia, jadi dia akan menyiramku balik?” Arrahma mengelap ingusnya dengan tisu.


“Ya Allah! Tolong berikanlah hidayah kepada suamiku. Aku tidak tahu harus berbuat apa, Rahma bingung. Kalau aku berani aku dosa. Kalau aku diam saat ditindas oleh Aa, itu sama saja. Aku pasrah untuk disakiti”


Jarum jam menunjukkan pukul setengah sepuluh. Meeting malam ini terbilang cukup alot. Akan tetapi setelah Zola memperkenalkan produk perusahaannya. Tuan Cres langsung menyetujuinya.


“Bukan urusanmu!” ketus Zola membuat Adel menghela nafas panjang.


“Gua dengar lu sudah nikah? Yang benar? Berarti Kong Can tidak maksa lu buat ngawinin Kalista dong!”

__ADS_1


“Kalaupun gua nikah pasti dengan perempuan baik-baik, bukan perebutan laki orang!” sinis Zola dingin.


Adel hanya menggeleng karena jawaban Zola.


“Zola-Zola lu itu, sudah dibilang Mama gue nggak ngerebut Bokap lu! Tapi lu masih aja salah sangka!” Adel mendengus kesal. Selama ini dia berusaha menjelaskan kepada kakak tirinya itu. Tapi apa boleh buat, jika yang ada dalam diri Zola hanyalah kebencian terhadap dirinya dan mamanya.


“Cih, salah paham! Ibu gua mati itu maksud lu juga salah paham?” teriak Zola sambil menggedor meja.


Asrhaf hanya diam jika melihat kedua adik-kakak itu sedang berdebat.


“Gara-gara Nyokap lu, Ibuku mati! Dia merebut Darwin dari Ibuk. Buktinya saat ibuk mati, jalangg itu sudah ngandung Nantysa!” bentak Zola yang sudah jengah dengan cerita masa lalunya.


“Cukup! Mama gua bukan seperti yang lu bilang! Sekarang gue tanya, sebelum ibu meninggal kamu dimana hah?” Adel sudah tidak bisa lagi mendengar cacian kakaknya.


“Lu tidak ada di negara ini Bro! Lu sekolah di luar negeri, yang lu tahu! Ibuk lu meninggal dan disaat itu Bokap sudah nikah. Lu tidak tahu cerang aku tahu adalah jalangg itu sahabat dekatnita dibalik layar!” Adel menunjuk wajah Zola geram.

__ADS_1


“Singkirkan tangan kotormu itu! Aku tidak perlu tahu, yya ibu. Lantas mengapa dia tega menghianati ibuku yang notabenenya adalah sahabatnya! Dasar anak pelakor!” Zola berbicara tepat diwajah Adel.


“Zola! Mama tidak seperti itu hiks!” teriak Adel saat melihat Zola keluar meninggalkannya.


__ADS_2