
Kakinya mundur ke belakang, tatkala melihat pipi sang suami dicium. Perempuan bertubuh seksi, terbalut baju minim. Hanza tanpa rasa canggung melilitkan tangan di pinggang Zola. Arrahma melengos saat Hanza mencium bibir Zola. Sangat sesak bagi Arrahma, belum usai nafasnya sesak karena lari terbirit-birit. Detik ini malah harus menyaksikan kemaksiatan yang suaminya perbuat.
Tidak ada niatan bagi Zola untuk membalas ciuman bibir dari Hanza. Justru dengan ekor matanya, lelaki itu melirik Arrahma yang melengos.
“Katakan dimana ruangan Ayah?” tanyanya seraya membalikkan badanya, memunggungi suaminya. Air mata menetes membasahi pipi. Mentoler perbuatan Zola nampaknya susah.
Zola menjauhkan bibirnya dari Hanza, lelaki itu menyunggingkan senyuman. Nampaknya menyenangkan jika membuat sang istri cemburu nan kesal. Sungguh menggoda istri membuat hatinya bahagia. Bibir cemberutnya, gigi yang bergemeretuk menahan kesal. Pipi merona menahan kemarahan, membayangkan hal ini terjadi pada istrinya membuat Zola menahan senyuman.
“Aa, dimana kamar Ayah?” Kedua kalinya gadis ini bertanya.
Setelah mendapatkan jawaban dari suaminya, Arrahma langsung melangkahkan kaki tanpa bersuara. Apalagi menengok ke belakang. Sungguh tidak sudi! Baginya melakukan itu.
Zola menatap kepergian istrinya yang mulai jauh dari pandangannya. Satu hal yang pasti nalurinya ingin mengejar. Akan tetapi egonya mampu mengalahkan nalurinya.
“Apa dia wanita yang kamu nikahi?” Haza memecah konsentrasi Zola tentang Arrahma.
“Begitu kuno, baju kedodoran, warna yang terlalu mati, apa wajahnya begitu jelek? Sampai harus ditutupi?” tanya Hanza bergelayutan seperti kera.
“Atau wajahnya rusak? Seperti Monster!” terlalu diplomatis, diakhiri dengan cekikikan.
__ADS_1
Tatapan Zola tidak bisa diartikan, tapi bisa dipastikan. Lelaki ini tidak terima, jika Hanza mengolok-olok cara berpakaian istrinya. Apalagi menyangkut fisik, sungguh dangkal. Zola melepaskan tangan Hanza yang bergelayut dilengannya.
“Zo, mau kemana?” Hanza mengejar Zola yang berjalan cepat.
Dengan susah payah Hanza mengejar kekasih bayaran. Namun sayangnya menjadi kekasih bayaran membuat Hanza benar-benar jatuh cinta dengan Zola.
Pintu lift hampir saja tertutup, jika sosok lelaki ini tidak menekan tombol. Arrahma menghela napas panjang, saat tahu jika yang baru saja masuk adalah suaminya. Zola berdiri di samping istrinya sambil menggandeng tangan Hanza.
Terbelalak tak percaya, saat melihat Arrahma memutuskan berdiri tepat didepannya. Tidak menghiraukan kedatangannya.
“Anz kamu ngapain disini? Apakah ada keluarga yang sakit?” tanya Zola, berbanding terbalik dengan ekor matanya. Tertuju ke gadis pendek yang berdiri di depannya.
“Bokap sakit!” Orang luar mengira jika keluarga besar Kong Can adalah keluarga yang harmonis. Melihat kedekatan Zola dan Adel sebagai partner kerja yang solid. Membuat masyarakat menilai jika mereka akur, tanpa tahu apa yang terjadi dibalik layar. Baku hantam, jika hanya berdua atau dengan keluarga inti saja.
“Ternyata calon mertua yang sakit!”
Duar! Bagi Guntur disiang bolong. Perkataan Hanza membuat gadis muda yang ada di depannya. Memejamkan mata serta menahan isakkan. Tidak mau dibilang cengeng, tidak ada gunanya.
Sudah disakiti kenapa harus menangis apalagi sampai marah-marah. Tidak ada untungnya yang ada rugi Bandar.
__ADS_1
Arrahma segera keluar dari lift saat lift terbuka. Namun saat ia berjalan cepat, tak sengaja menabrak sosok pemuda. Yang membuatnya terhuyung ke belakang.
Deg!
Deg!
Deg!
Zola yang tadi berjalan di belakang Arrahma, terkejut saat melihat istrinya akan terjatuh ke belakang. Lelaki itu segera melepaskan tangan Hanza dan berlari kearah istrinya, guna menangkap tubuh Arrahma. Namun sayang, waktu tak mengizinkah hal ini terjadi.
Nyatanya pemuda yang tadi ditabrak Arrahma yang telah menahan tubuh Arrahma. Melihat lelaki lain memeluk pinggang Arrahma membuat Zola mengepalkan tangannya.
Siapa yang bermain api maka dia yang akan terbakar.
TBC…
#Korban_Digantung_Pas_Lagi_Baca_Eh_TBC...
Maaf🙏🏻 bikin kesal kalian. Tapi ini membantu Author buat nulis dengan mudah.
__ADS_1