Gadis Bercadar Milik Tuan Zola

Gadis Bercadar Milik Tuan Zola
Harus Apa


__ADS_3

Kesunyian dan rasa hampa, sekarang bertempat dihatinya. Langit malam menjadi temannya, siul riuh burung begitu bising. Tapi tidak terdengar ditelinga gadis yang duduk di kursi taman sendirian.


Pikirannya kembali ke kejadian dimana dia bertemu dengan monster galak. Yang menikahinya dengan paksa, dan memperlakukannya seperti seorang budak.


Arrahma memejamkan matanya, dia tidak bisa egois untuk kehidupannya. Kebahagiaannya ada ditangannya, yang selalu bersamanya 24jam adalah dirinya sendiri. Dia tidak bisa diam lagi saat diperlukan tidak adil. Oleh siapa pun, termasuk suaminya.


“Huft! Ini adalah keputusanku! Aku tidak kuat Ya Allah, untuk mempertahankannya!” Satu butiran bening meluncur deras membasahi pipi.


“Maaf! Aku belum bisa menjaga amanah dari Mu! Aku jadi istri, aku juga selalu melakukan dosa. Karena selalu membantahnya, mempertahankan pernikahan kita. Hanya membuat kita selalu terkungkung dalam permasalahan yang membuat kita saling menyakiti. Satu sama lain!” Tangisannya langsung pecah seketika. Merasa dirinya orang yang paling buruk. Menyalahkan apa yang terjadi adalah kesalahannya.


“Tuhan! Kenapa aku tidak bisa lebih sabar padanya. Kenapa aku tidak mau berusaha menjadi seperti apa yang diinginkan! Hiks ...hiks!” Penanggungnya bergetar hebat karena menangis.


“Kenapa aku tidak bisa sekuat Asiyah yang mampu menghadapi suaminya yang berlaku semena-mena terhadap orang lain. Pa-padal Aa, bukan Fir’aun! Hiks ...hiks!”

__ADS_1


“Aku harus apa ya Allah!” teriaknya dalam hati, butuh genggaman seseorang.


“Andai saja, ibu sama Ayah masih ada! Aku bisa membagikan keluh kesah ku pada mereka. Meminta solusi, tapi sayang hiks! Ini tidak akan terjadi! Karena mereka sudah kembali pada Mu!” ujarnya menatap langit malam yang mendung.


“Kakakku! Andai saja, dia ada bersamaku! Mungkin dia bisa menenangkan diriku, menghiburku. Karena kita selisih 10 tahun! Ya Allah, apa dia selamat dalam kecelakaan waktu itu?”


Pertanyaannya tidak akan terjawab detik ini juga. Ada waktunya semua akan terungkap. Ada waktu yang akan membuat dirinya merasa mendapatkan semua. Hal itu akan terjadi, tapi entah kapan.


“Aku harus apa ya Allah? Aku harus apa? Aku bingung? Bertahan tapi sakit! Menyerah sebelum mencoba adalah sifat pecundang!” Arrahma begitu bingung.


Dia mencoba menenangkan dirinya. Membuka aplikasi Al-quran, memilih surat Al-Mujadilah(Wanita Yang Mengajukan Gugatan)


Setelah tiga puluh menit berdiam. Memikirkan apa yang akan diputuskan untuk kehidupannya. Dia membuka tasnya, menghela nafas panjang.

__ADS_1


Kemudian meneguk air, dan mencoba memasukkan pil kedalam mulutnya. Sayang beribu sayang, dia salah satu dari sekian banyak umat yang tidak bisa menelan pil tanpa dihaluskan dahulu.


Arrahma menatap dua pil yang jatuh disamping sepatunya, karena tenggorokannya tidak menerima.


“Masih satu lagi! Jika ini tidak berhasil kutelan! Matilah aku. Aku benar-benar payah!” ujarnya seraya berpikir bagaimana cara minum pil itu.


“Wafers,” ujarnya dengan mata berbinar. Gadis itu membuka bungkusan wafers, mengunyahnya lembut. Tapi tidak ia telan, ia simpan dalam mulut. Kemudian meletakkan pil diatas wafers itu dan menegak minuman cepat. Agar rasa wafernya mendominasi.


Jam sepuluh Arrahma memutuskan kembali. Namun saat dia melewati lorong gelap itu, seseorang mendorongnya dari belakang. Yang membuatnya tersungkur kedalam ruangan gelap, entah ruangan apa. Di saat membalikkan badannya. Pintu tertutup dari luar.


“Bukaaaa!"


TBC...

__ADS_1


__ADS_2