
Arrahma membuka pintu kamarnya. Gadis itu memejamkan matanya takut. Karena suaminya lebih dulu sampai ketimbang dirinya.
“Hem, hukuman lagi!” gumamnya tersenyum kecut. Gadis itu pun mengucapkan salam dengan suara bergetar.
Zola meletakkan batang rokoknya diasbak. Lelaki itu melangkahkan kakinya untuk mendekati istrinya. Arrahma hanya menunduk, memikirkan hukuman apa yang akan ia dapatkan.
“Baru pulang?” sinisnya sambil melangkahkan kakinya. Arrahma mundur sedikit, tatkala suaminya melangkah kearahnya.
“Ma-maaf! Se-sebenarnya ta-di ma-cet!” Arrahma terkejut saat menyadari tubuhnya menatap tembok. Saat dirinya ingin menggeser badannya. Zola dengan cepat mengungkungnya. Membuat Arrahma semakin menciut.
“Benarkah? Macet atau ma-cet?” tanya Zola seraya menjulurkan kepalanya mendekat ke telinga istrinya. Seketika membuat gadis itu tegang.
“Arrahma kenapa tidak menjawab hem?” lelaki itu mencium leher istrinya yang tertutup kain.
Gadis itu tidak bisa menjawab meski hanya sepatah kata. Terlihat gugup dan berusaha mengendalikan detak jantungnya.
Zola nampak geram karena istrinya membisu tidak menjawabi pertanyaan yang ia lontarkan.
“Arrahmaaaaa!” panggilnya penuh penekanan.
Gadis itu tersentak seraya menjawab dengan terbata-bata. “I —iya Aa!”
“Tadi benar cuma kerja tidak kemana-mana?”
__ADS_1
Arrahma diam, dia lupa tidak meminta izin kepada suaminya. Saat ke pondok.
“Kemana? Ayo katakan yang sejujurnya!” Zola nampak menahan emosi. Lelaki itu telah memantau istrinya lewat aplikasi pelacak yang terhubung dengan ponsel Arrahma.
“Emmm a-anu!” Arrahma meremas jari-jemarinya karena gugup.
“Anu anu apa yang jelas, sudah gede masih saja terbata-bata!”
Akhirnya Arrahma pun mengatakan kemana saja hari ini dia pergi.
“Oh, jadi tadi ke pondok! Berarti ketemu sama Ma-Ntan tunangan dong? Ngapain? Atau jangan-jangan kamu mengenang masa indah bersama lelaki itu. Duduk berdua dibawah pohon rindang. Menghayal seandainya kamu menikah dengan dia. Pasti menyenangkan.” Zola mengelus kepala istrinya. Hal ini justru membuat Arrahma curiga nan was-was. Jangan sampai dia mendapat kekerasan lagi seperti di hotel.
“Dan si brengsekk itu, berencana merusak rumah tanggamu yang sekarang. Agar kalian bisa bersama, hem bukan begitu Sayang?” Suara Zola terdengar seperti petir yang mengenai hati. Seburuk itu kah Arrahma dimata suaminya.
“Tidak Aa, tidak! Rahma tidak akan menghianati suami sendiri. Aku juga berusaha tidak melanggar larangan Islam. Sekarang Aa, yang jadi pasang hidupku. Jadi Rahma akan menjaga diri Rahma untuk Aa!”
“Karena istri yang solehah adalah yang bisa menjaga kehormatan suaminya.”
“Hem, aku tidak tahu apa yang kau lakukan. Dibelakang ku, yang tahu hanya dirimu. Kalau kamu bohong atau jujur hanya kamu yang tahu. Ingat Arrahma, jangan coba-coba bermain dibelakang ku. Jika kamu ingin selamat!” ancam Zola seraya membalikkan badannya. Nyatanya berdekatan dengan Arrahma membuat dirinya harus menahan gejolak hati dan nafsuu.
“Jangan pikir, kamu lolos dengan hukuman. Yang sudah aku siapkan!”
Arrahma yang tadi ingin melangkah menuju kamar mandi. Terhenti saat suaminya memperingatkan dirinya.
__ADS_1
Zola tersenyum penuh kemenangan, ditariknya tangan istrinya agar mendekat.
Arrahma menggeleng tidak mau, saat suaminya ingin mencium bibirnya.
“Aa, bau rokok!” gadis itu menahan wajah suaminya. Sedangkan Zola berusaha untuk mencium istrinya, direngkuh lah pinggang Arrahma. Sedangkan tangan satunya mencengkram pergelangan istrinya. Arrahma melengos, saat bibir Zola mendekat.
“Tidak, mau! Aa, harus gosok gigi dulu.”
Gadis itu geleng-geleng kepala guna suaminya tidak menciumnya.
“Diam, ini bukan hukuman! Hukuman mu lebih daripada ini.”
“Aa, jangan aku tidak menyukai bau rokok.”
“Emmmm!” Zola berhasil mencium istrinya. Meskipun Arrahma memukul dadanya keras. Zola melepaskan cengkraman tangan istrinya. Guna menekan kepala istrinya.
Gadis itu menitihkan air mata, karena suaminya benar-benar kejam.
“Persiapkan dirimu, untuk hukuman yang membutuhkan nyali!” tersenyum menyeringai seraya mengusap air mata yang membasahi pipi Arrahma. Gadis itu berusaha untuk melepaskan diri dari predator seperti suaminya itu.
Akan tetapi dengan gesit Zola mencium bibirnya kembali.
TBC...
__ADS_1