Gadis SMA Kesayangan Om Duda

Gadis SMA Kesayangan Om Duda
MANTU KOK GITU


__ADS_3

"Temani aku ke toko kue sebentar, Briel! Aku mau beli kue kesukaan papi," ajak Kate seraya menarik lengan Gabriel dan keduanya langsung masuk ke dalam sebuah toko kue.


Kate dan Gabriel memang baru pulang dari toko perabotan keramik yang tadi dikatakan oleh Kate. Gabriel akhirnya mendapatkan satu set piring keramik untuk Bunda Laksmi setelah mendapat bantuan dari Kate untuk memilihnya.


"Meeting jam tiga, Nona Kate!" Gabriel mengingatkan Kate sekali lagi.


"Cuma beli kue!" Jawab Kate yang masih memilih-milih kue di dalam showcase saat tiba-tiba panggilan dari seseorang membuat Gabriel menoleh.


"Papi! Sedang apa disini?"


Kate ikut menoleh saat mendapati seorang gadis berseragam SMP yang menyapa Gabriel.


"Papi menemani bos papi membeli kue," jawab Gabriel seraya menunjuk ke arah Kate.


"Hai! Kau pasti putrinya Papi Briel?" Tebak Kate seraya menyapa Queena dengan manis.


"Iya, Aunty!" Jawab Queena balas tersenyum manis ke arah Kate.


"Kau sedang apa disini, Queen?" Gantian Gabriel yang bertanya pada sang putri yang malah kelayapan sepulang sekolah.


"Beli kue untuk Bu Guru. Kan lusa Bu Guru sudah pindah tugas. " jawab Queena seraya menunjuk ke arah teman-temannya yang masih sibuk memilih kue.


"Udah dapat kue untuk bu gurunya?" Tanya Kate yang ikut mendengar jawaban Queena tadi.


"Udah kayaknya, Aunty. Tinggal bayar aja."


"Oh, yaudah! Mana kuenya aku bayarin sekalian," jawab Kate seraya menghampiri teman-teman Queena. Rupanya para gadis SMP itu masih bingung menentukan kue yang akan mereka beli karena budget terbatas. Kate akhirnya membantu memilih dan membayar kue mereka sekalian. Kate juga membelikan kue untuk Queena dan teman-temannya.


"Nanti dari rumah Bu Guru lamgsung pulang, ya! Jangan kelayapan lagi!" Pesan Gabriel seraya mengusap lembit kepala Queena.


"Siap, Ayah! Cuma antar kue dan cenderamata, trus langsung pulang, kok!" Jawab Queena patuh.


Queena ganti menghampiri Kate.


"Terima kasih, Aunty! Buat kuenya!"


"Sama-sama, Queena!" Jawab Kate seraya mengusap kepala Queena seperti yang tadi dilakukan Gabriel.


Queena dan teman-temannya sudah meninggalkan toko kue, lalu Gabriel dan Kate juga ikut meninggalkan toko kue karena mereka harus segera meeting di kantor.

__ADS_1


****


Bunda Laksmi kembali ke dapur untuk memeriksa apa Friska sudah selesai beres-beres apa belum. Namun bunda kandung Gabriel itu harus kembali mengelus dada saat mendapati dapur yang kondisinya masih sama seperti saat ia tinggal istirahat ke kamar tadi.


Masih seperti kapal pecah!


Dan yang membuat Bunda Laksmi semakin naik darah adalah piring bekas makan siang Friska yang masih tergeletak di atas meja makan serta Friska yang tak terlihat batang hidungnya.


"Friska!" Panggil bunda Laksmi seraya berjalan cepat menuju ke kamar Friska. Wanita paruh baya itu mendorong pintu dengan kasar hingga menjeblak terbuka dan langsung mendapati Friska yang sudah tidur nyenyak di kamarnya.


"Ya ampun, Friska!" Geram Bunda Laksmi seraya menghampiri Friska dengan cepat dan lalu membangunkannya.


"Friska!"


"Hmm! Friska ngantuk, Oma!" Gumam Friska masih dengan mata yang merem.


"Friska, Bunda tadi menyuruhnu cuci piring dan membereskan dapur!"


"Lalu kenapa kau malah sudah tidur dan tidak melakukan pekerjaanmu?" Cecar Bunda Laksmi bersungut-sungut.


"Friska ngantuk dan cuma mau tidur sebentar, Bund! Lima menit!" Jawab Friska mencari alasan. Gadis itu tentu saja masih belum membuka matanya.


"Lima menit lagi kalau begitu! Ini mata Friska lengket nggak bisa dibuka! Bunda lihat sendiri!" Friska menunjukkan matanya yang masih terpejam rapat dan berekspresi lebay.


"Tidak usah banyak alasan! Kerjakan dulu, nanti baru tidur siang!" Perintah Bunda Laksmi tegas.


"Friska capek, Bund! Tadi Friska sudah berjalan dari depan kompleks sampai rumah. Kaki Friska rasanya remuk redam," keluh Friska manja dan mengada-ada.


"Ck! Dasar manja! Queena setiap hari juga berjalan dari depan sampai rumag. Tidak pernah anaknya mengeluh." Bunda Laksmi kembali membandingkan Friska dengan Queena.


"Yasudah! Bunda suruh Queena saja yang beres-beres dapur! Friska istirahat dulu sampau Om Briel pulang," jawab Friska enteng yang kembali memeluk gulingnya dan mengambil posisi ternyaman.


"Friska!" Bunda Laksmi sudah benar-benar geregetan sekarang.


"Friska bangun!"


"Oma, kenapa teriak-teriak?" Tanya Queena yang baru tiba di rumah. Gadis itu masih mengenakan seragamnya dan menggendong tas di punggung.


"Mami bocah kamu itu! Disuruh beres-beres dapur malah tidur! Disuruh goreng kerupuk malah jadi kerupuk negro!" Omel Bunda Laksmi bersungut-sungut.

__ADS_1


"Kerupuk negro?" Queena langsung tertawa saat Omanya menyebut tentang kerupuk negro.


"Heran Oma! Anak gadis tapi tidak bisa apa-apa!" Bunda Laksmi masih tak berhenti menggerutu.


"Nanti biar Queena yang bantu beresin dapur bersama oma, ya!"


"Jangan marah-marah begitu!" Bujuk Queena seraya mengalungkan kedua lengannya di leher Bunda Laksmi.


"Kau memang cucu oma yang paling pengertian, Queen. Sama seperti mami kamu dulu," kenang Bunda Laksmi yang kembali ingat pada Hana yang dewasa dan rajin melakukan pekerjaan rumah. Berbanding terbalik dengan Friska yang pemalas dan tidak bisa apa-apa.


"Queena ganti baju dulu, Oma! Nanti Queena bantuin beberes," ucap Queena lagi pada Bunda Laksmi.


"Iya! Tapi ngomong-ngomong, kamu bawa apa itu?" Bunda Laksmi menunjuk ke plastik pembungkus berlogo salah satu bakery ternama.


"Kue. Tadi padahal cuma mau beliin bu guru yang mau pindah tugas. Trus pas di bakery malah ketemu Papi dan Aunty Kate-"


"Aunty Kate siapa?" Sela Bunda Laksmi bertanya penuh selidik.


"Bos barunya Papi. Kan papi sudah naik jabatan jadi asisten merangkap sekretaris sekarang, Oma!"


"Emang Papi belum cerita ke Oma?" Queena balik bertanya pada sang oma. Bunda Laksmi langsung menggeleng.


"Asistennya Aunty Kate itu maksudnya?" Tanya Bunda Laksmi memastikan.


"Iya! Masih muda dan cantik. Baik lagi. Tadi juga bayarin kuenya Queena trus beliin kue juga untuk Queena dan teman-teman," cerita Queena lagi yang langsung membuat Bunda Laksmi mengangguk dan tersenyum.


"Kenapa oma senyum-senyum?" Tanya Queena kepo.


"Tidak kenapa-kenapa! Kamu buruan ganti baju, sana! Katanya tadi mau bantuin oma!" Ujar Bunda Laksmi yang langsung membuat Queena tertawa kecil dan gadis itu bergegas masuk ke kamar untuk berganti baju.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2