Gadis SMA Kesayangan Om Duda

Gadis SMA Kesayangan Om Duda
MAU APA?


__ADS_3

"Sudah sampai" ucap Lexi yang langsung mengajak Queena turun dari mobilnya.


"Ramai sekali, Lex!" Tanya Queena seraya mengedarkan pandangannya ke lokasi pesta.


"Kan gabung sama temen-temennya Abang Franklyn!" Jelas Lexi yang langsung membuat Queena berbinar senang.


"Ayo masuk!" Ajak Lexi selanjutnya seraya merangkul Queena. Dua gadis remaja itu masuk ke rumah mewah Franklyn dan Lexi yang sore ini sudah disulap menjadi lokasi pesta dengan berbagai hiasan dan pernak pernik khas remaja.


"Abang Franklyn ada juga berarti?" Tanya Queena yang sudah sangat antusias.


"Ada, dong! Mungkin lagi di-"


"Hai!" Lexi belum menyelesaikan jawabannya saat Franklyn tiba-tiba sudah datang dan merangkul Lexi serta Queena. Tentu saja hal itu langsung membuat Queena menjadi salting.


"Baju kamu bagus, Queen!" Puji Franklyn seraya mengendus aroma tubuh Queena.


"Friska nggak ikut?" Tanya Franklyn selanjutnya yang langsung membuat bunga-bunga di hati Queena berguguran seketika. Gadis itu langsung mengerucutkan bibirnya karena Franklyn menyebut-nyebut Friska.


"Nggak usah nyariin yang nggak ada kenapa, sih, Bang!" Lexi refleks mencubit perut Franklyn dan abangnya itu langsung meringis.


"Sakit!"


"Iya makanya jangan bikin Queena cemberut begini!" Lexi memperingatkan Franklyn sekali lagi.


"Iya, sorry! Mau minum, Queen?" Franklyn langsung minta maaf dan menawarkan minum pada Queena yang wajahnya sudah tak cemberut lagi.


"Hai, Sayang!" Sapa Lexi pada seorang pria yang sepertinya adalah teman Franklyn. Lexi juga langsung mencium bibir pria itu tanpa rasa canggung sedikitpun. Queena yang melihat pemandangan tersebut, tentu saja langsung kaget.


"Pacar aku, Queen!" Lexi memperkenalkan pacarnya pada Queena yang hanya meringis. Padahal masih sama-sama sekolah, tapi pacarannya sudah seperti orang dewasa. Ciuman di bibir, lalu rangkul-rangkulan.


"Bang! Titip Queena, ya! Lexi mau senang-senang dulu!" Pamit Lexi sebelum gadis itu berlalu bersama pacarnya tadi.


"Mau minum?" Franklyn menawari Queena sekali lagi.


"Minum apa?" Tanya Queena sedikit salting pada Franklyn.


"Ya minuman enak! Ayo!" Franklyn menggandeng tangan Queena dan membawa gadis itu bergabung bersama teman-temannya.


"Coba ini!" Franklyn menyodorkan segelas minuman warna merah pada Queena.


"Bikin mabuk, nggak?" Tanya Queena waspada.


"Nggaklah! Cuma sparkling drink juga!" Jawab Franklyn seraya tergelak.


"Tapi kalau kamu mau yang bikin mabuk ada juga," Franklyn mengeluarkan minuman beralkohol dari bawah meja, lalu memamerkan botol minuman tersebut pada teman-temannya.


"Aku mau, Frank!"

__ADS_1


"Aku mau!"


Semuanya berebut minuman memabukkan tadi, kecuali Queena tentu saja!


"Coba dikit!" Ujar Franklyn swraya menyodorkan segelas minuman keras tadi pada Queena yang langsung menolaknya.


"Aku minum ini saja!" Jawab Queena seraya mengangkat gelasnya yang masih terisi setengah.


"Kamu nggak panas, pakai jaket begitu?" Tanya Franklyn selanjutnya seraya menunjuk ke crop jacket yang dikenakan oleh Queena. Gaun Queena memang hanya model you can see, jadi tadi Queena memakai crop jacket agar bagian atas tubuhnya tidak terlalu terbuka.


"Baju aku sedikit terbuka, Bang!" Queena langsung menolak saat Franklyn hendak melepas crop jaketnya.


"Iya nggak apa-apa! Itu Lexi juga pakai baju terbuka!" Ujar Franklyn yang tetap memaksa Queena.


"Abang!" Queena menyentak tangan Franklyn dengan kasar. Franklyn langsung berdecak dan menatap marah pada Queena karena menolak permintaannya.


"Nggak usah jual mahal!" Marah Franklyn yang tiba-tiba sudah mendorong Queena hingga gadis dua belas tahun itu setengah berbaring di sofa.


"Gila! Kau mau melakukannya disini, Frank?"


"Ke kamar sana!" Celetuk teman Franklyn yang tentu saja langsung membuat Queena membelalak.


Melakukan?


Melakukan apa?


"Lepas!" Queena berontak dan mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Franklyn!


"Diam!" Bentak Franklyn kasar.


"Aku akan mencicipi dan membobolnya dulu, lalu setelahnya..." Franklyn mengusap pupi Queena yang kini sedang menatapnya penuh amarah.


"Tidak usah marah begitu! Kau akan berteriak keenakan nanti dan akan minta terus pada Franklyn!" Bisik Franklyn seraya menggigit kecil telinga Queena yang langsung membuat gadis itu kembali meronta.


"Brengsek!" Umpat Queena yang tak berpengaruh apapun pada Franklyn.


Franklyn sudah memaksa untuk membuka crop jaket Queena.


"Wow!" Franklyn bersiul saat mendapati pundak mulus Queena.


"Ayo kita ke kamar!" Ajak Franklyn seraya memaksa Queena untuk naik ke gendongannya.


"Aku tidak mau!"


"Lepas!" Queena terus meronta dan menolak dibawa oleh Franklyn menaiki tangga.


"Lexi!" Jerit Queena memanggil-manggil Lexi yang sama sekali tak menghiraukannya. Lexi sedang asyik berjoget bersama pacarnya tadi dan sepertinya sudah mabuk juga.

__ADS_1


"Lepas, Bang!" Queena memukul-mukul punggung Franklyn karena kini pemuda itu menggendong Queena di pundaknya.


"Diam!" Bentak Franklyn lagi seraya memukul bokong Queena.


Franklyn sudah tiba di lantai atas dan pemuda itu langsung membawa Queena ke sebuah kamar lalu membanting tubuh itu ke atas kasur dan menindihnya.


"Lepas!" Queena terus berontak saat Franklyn berusaha mencium bibirnya.


"Diamlah!" Franklyn pun tak tinggal diam dan terus berusaha mengunci kedua tangan Queena yang yak berhenti meronta saat pintu kamar tiba-tiba sudah menjeblak terbuka.


"Dasar brengsek!" Maki Friska yang baru saja datang seraya menarik tubuh Franklyn agar menyingkir dari atas tubuh Queena.


"Friska! Kamu datang, Sayang?" Franklyn ganti mau memeluk Friska saat sebuah tinjuan dari Friska menghalangi langkah pemuda mesum itu.


"Dasar brengsek!" Maki Friska yang lanjut menendang pangkal paha Frank hingga pemuda itu jatuh terjengkang.


"Queena!" Friska ganti menghampiri Queena dan menyuruh gadis itu untuk cepat-cepat bangun.


"Ayo pergi!" Ajak Queena selagi Franklyn masih terjengkang dan berusaha untuk bangun.


"Kau mau membawanya kemana, Fris!" Teriak Franklyn yang masih meringis menahan nyeri di pangkal pahanya karena tendangan Friska yang benar-benar tepat sasaran tadi.


"Cepat! Cepat!" Friska menarik tangan Queena dan mengajaknya menuruni tangga dengan cepat karena Franklyn sudah mulai mengejar.


"Aduh aduh!" Friska meringis dan memegangi perutnya saat ia dan Queena sampai di anak tangga paling bawah.


"Mami kenapa?" Tanya Queena khawatir.


"Nggak apa-apa! Ayo cepat pergi!" Jawab Friska yang kembali menarik tangan Queena dan mengabaikan sakit di perut bagian bawahnya.


"Friska! Berhenti!" Franklyn terus berteriak memanggil Friska sambil mengejar langkah Friska dan Queena.


"Masuk ke taksi!" Perintah Friska pada Queena karena tadi Friska memang naik taksi saat ke rumah Franklyn dan meminta sopir taksi menunggunya. Queena dan Friska masuk ke dalam taksi dengan cepat dan nafas mereka hampir putus.


"Friska!"


"Pak, jalan cepat!" Friska memukul-mukul punggung supir taksi agar segera melajukan taksinya meninggalkan rumah Franklyn dan jiga Franklyn brengsek yang terus memanggil-manggil Friska.


Taksi akhirnya melaju pergi meninggalkan Franklyn yang hanya bisa mengumpat atas kesialannya malam ini.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2