
Queena mengerjapkan matanya saat kelebat bayangan dimana truk hilang kendali itu menyeret mobil Lexi beserta Lexi dan seorang pria dibalik kemudi kembali melintas di benak Queena.
"Tidak!" Queena kembali memejamkan matanya karena takut.
"Queen," usapan serta suara lembut Opa Yuda membuat Queena kembali membuka matanya.
"Opa!" Queena langsung bangun dan memeluk Opa Yuda.
"Queena takut, Opa!" cicit Queena yang sepertinya masih shock dan trauma.
"Lexi...." Queena sudah menatap pada Opa Yuda yang langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lexi dan Franklyn sudah menerima ganjaran mereka," ucap Opa Yuda lirih yang langsung membuat Queena menutup mulutnya dengan telapak tangan.
"Jadi yang di dalam mobil itu?"
"Ya, itu Franklyn. Apa mereka menyakitimu sebelumnya?" Tanya Opa Yuda khawatir. Queena langsung menggeleng.
__ADS_1
"Queena langsung kabur saat Lexi memaksa Queena untuk masuk ke mobil. Lalu Queena jatuh dan Lexi hampir menangkap Queena. Tapi tiba-tiba truk itu--" Queena tak bisa melanjutkan ceritanya dan gadis itu langsung menyusupkan kepalanya ke pelukan sang Opa.
"Queena pikir itu semua hanya mimpi, Opa!"
"Queena takut!" Cicit Queena yang sudah berurai airmata.
"Sudah, sudah!"
"Ada Opa di samping kamu. Jadi kamu tak perlu takut lagi, oke!"
"Apa Queena boleh pulang ke rumah? Queena nggak mau lama-lama berada disini," pinta Queena selanjutnya memohon pada Opa Yuda.
"Iya, nanti Opa akan bicara pada dokter. Kamu juga tidak ada luka serius dan hanya shock saja. Jadi pasti sudah boleh pulang sore ini.
"Oma di rumah?" Tanya Queena selanjutnya yang tak melihat keberadaan Oma Laksmi. Kemarin Oma Laksmi memang baru saja jatuh sakit lagi karena memikirkan Friska yang belum ada kabar hingga detik ini.
"Iya, Oma kamu masih istirahat di rumah. Dari kemarin Opa tinggal karena Opa juga harus menjaga kamu," jelas Opa Yuda yang nampak sekali raut lelah di wajah tuanya. Sebuah hal yang mendadak membuat Queena menjadi iba.
__ADS_1
"Ya sudah, Queena pulang saja! Biar Opa juga tidak perlu bolak-balik!" Ujar Queena yang kembali memeluk sang Opa.
Sejak Gabriel masuk penjara dan Friska kabur dari rumah, semuanya benar-benar jadi kacau dan berantakan. Dan satu-satunya dalang dari semua hal ini adalah Franklyn dan Lexi. Tapi kini dua orang itu sudah mendapat ganjaran setimpal. Queena hanya berharap, ada titik terang setelah ini yang bisa membebaskan Gabriel dari penjara atau minimal meringankan hukuman Gabriel yang sebenarnya seperti sebuah jebakan dari Franklyn. Queena juga terus berdoa agar Mami Friska segera pulang ke rumah dan berkumpul lagi bersama Queena, Oma Laksmi, dan Opa Yuda.
"Iya! Opa urus dulu semuanya, ya!" Jawab Opa Yuda seraya mengusap-usap kepala Queena. Disaat bersamaan, pintu kamar perawatan Queena tiba-tiba dibuka dari luar dan seseorang yang kini berdiri di ambang pintu kamar membuat Queena dan Opa Yuda membelalak tak percaya.
"Queen, kau baik-baik saja kan?" Orang itu masuk ke kamar perawatan dengan cepat dan langsung menghampiri bed perawatan Queena, lalu memeluk gadis itu dengan erat karena memang sudah cukup lama mereka tak berjumpa dan berpelukan seperti saat ini.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1