Gadis SMA Kesayangan Om Duda

Gadis SMA Kesayangan Om Duda
HAMPIR


__ADS_3

Bel panjang tanda pulang sekolah berbunyi tepat pukul sebelas siang. Senyuman bahagia tersungging di bibir para siswa karena bisa pulang ke rumah lebih cepat.


"Jadi hang out ke mall?" Tanya Sashi pada Friska yang sedang memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.


"Kamu jadi nraktir aku nggak?" Friska balik bertanya pada Sashi.


"Jadilah! Sashi kan nggak pernah mengingkari omongannya sendiri!" Jawab Sashi sombong.


"Cih! Sombong!" Cibir Friska seraya memberikan tasnya pada Sashi.


"Aku kebelet! Kamu langsung tunggu di gerbang aja!" Ujar Friska yang buru-buru bangkit dari kursinya dan setengah berlari keluar kelas, lalu menuju ke toilet.


"Dasar tukang kebelet!" Cibir Sashi seraya terkekeh. Sashi membawa tasnya dan tas Friska keluar dari kelas, lalu langsung menuju ke gerbang utama sekolah, sesuai perintah Friska tadi.


Sedangkan Friska yang akhirnya merasa lega karena sudah selesai menunaikan panggilan alam, kembali membenarkan rok dan seragamnya. Gadis itu membuka pintu bilik toilet dan kaget setengah mati saat mendapati Franklyn yang tiba-tiba sudah berada di depan pintu.


"Ngapain disini? Nggak bisa baca kalau ini toilet cewek?" Tegur Friska galak yang hanya membuat Franklyn mengulas senyum tipis.


Dasar sultan blaster aneh!


Friska baru saja akan berlalu pergi saat Franklyn tiba-tiba sudah menahan lengan Friska.


"Lepas!" Sentak Friska galak.


"Kamu cantik kalau marah-marah, Fris!" Ucap Franklyn yang ternyata rak melepaskan cekalan tangannya pada Friska.


"Lepas!" Sentak Friska sekali lagi.


"Mau aku ajarin bersenang-senang, nggak?" Bukannya melepaskan tangan Friska, Franklyn malah ganti mencengkeram kedua pundak Friska, lalu menghimpit tubuh hadis itu ke tembok toilet.


"Nggak mau!" Friska menyalak dengan galak dan masih berusaha berontak.

__ADS_1


"Galak sekali! Apa saat aku membuatmu mendes*h kau juga akan berteriak segalak ini?" Tanya Franklyn dengan wajah licik tang membuat Friska ingin mencakarnya hingga tak berbentuk.


"Dasar mesum, brengsek!" Maki Friska tanpa henti sambil terus berontak.


"Lepas-"suara Friska tercekat saat Franklyn memaksa untuk mencium Friska namun Friska berhasil menghindar dengan cepat dan tangannya berusaha membebaskan diri dari cengkeraman Franklyn.


"Diamlah, gadis galak!" Franklyn terus berusaha mencium Friska meskipun gadis itu terus meronta dan menggeleng-gelengkan kepalanya hingga kemudian...


Bugh!


Friska akhirnya berhasil menendang pangkal paha Franklyn memakai lututnya.


"Aaaargh!" Franklyn mengerang seraya memegangi pangkal pahanya yang terasa nyeri. Pemida itu juga meringis dan cengkeramannya pada Friska refleks terlepas.


"Dasar mesum baj*nga!" Maki Friska seraya mendorong Franklyn yang masih mengaduh kesakitan hingga pemuda itu tersungkur ke lantai.


"Aku akan melaporkanmu ke guru BK!" Ancam Friska sebelum gadis itu melesat keluar dari kamar mandi, lalu berlari kencang menyusuri koridor sekolah yang sudah lumayan sepi.


Apa Om Briel pernah merasakannya juga?


Friska akhirnya sampai di gerbang utama sekolah dengan nafas yang nyaris putus. Gadis itu segera menghampiri Sashi masih sambil mengatur nafasnya sendiri.


"Kamu darimana, Fris? Kenapa ngos-ngosan seperti habis dikejar setan begitu? Ketemu kunti penunggu toilet?" Cecar Sashi yang malah mengajak Friska berkelakar.


"Bukan!" Jawab Friska yang masih ngos-ngosan.


"Yang ini, lebih seram dari kunti penunggu toilet!" Lanjut Friska lagi tetap dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Serius? Ada suara des*han di toilet?" Tanya Sashi berbisik-bisik yang langsung membuat Friska mengernyitkan kedua alisnya.


"Maksudnya?" Tanya Friska bingung.

__ADS_1


"Iya beberapa hari ini kan beredar gosip kalau ada siswi yang katanya mendengar des*han dari toilet cewek pas jam jam terakhir pelajaran. Lalu ada yang menemukan kond0m di kloset juga," cerita Sashi yang langsung membuat Friska menganga tak percaya.


"Serius itu terjadi di sekolah kita? Perasaan dulu nggak ada kayak gitu."


"Sejak si Franklyn itu datang. Kamu belum tahu berita terkini tentang Franklyn yang katanya ternyata seorang badboy di sekolahnya yang lama," ujar Sashi yang entah dapat berita darimana. Kuping sahabat Friska ini seperti ada dimana-mana dan setiap berita yang viral di sekolah selalu saja Sashi tahu. Padahal kalau di sekolah perasaan teman Sashi hanya Friska seorang. Aneh!


Disaat bersamaan, mobil Franklyn sudah melaju keluar dari halaman parkir sekolah dan sempat menyalakan klakson saat melewati Sashi dan Friska.


Beep beep!


Friska hanya abai dan memilih tak menceritakan apa yang terjadi kepadanya di toilet tadi pada Sashi.


"Kayak gitu aja kok banyak yang naksir, termasuk si Queena!" Gumam Friska kesal.


"Jadi Queena masih naksir sama Franklyn?" Sashi yang mendengar gumaman Friska langsung bertanya heran. Sementara Friska hanya mengendikkan kedua bahunya.


"Kata Oma, namanya juga remaja yang sedang pubertas dan mulai menyukai lawan jenis. Jadi jangan terlalu dikekang biar nggak malah kebabalasan," ujar Friska menirukan nada bicara Bunda Laksmi yang langsung membuat Sashi tertawa terpingkal-pingkal.


"Udah mirip, Fris! Udah mirip cosplaynya," komentar Sashi disela gelak tawanya.


"Udah ah! Ayo jalan! Angkot udah datang!" Friska menepuk punggung Sashi dan dua remaja itu segera naik ke dalam angkot yang akan mengantar mereka ke mall di pusat kota.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2