Gadis SMA Kesayangan Om Duda

Gadis SMA Kesayangan Om Duda
FRISKA KEMANA?


__ADS_3

Queena tiba di rumah dengan wajah yang terlihat letih. Gadis itu menenteng sesuatu di tangan kanannya.


"Bawa apa itu, Queen?" Tanya Bunda Laksmi pada sang cucu.


"Rujak, Oma! Buat Mami," jawab Queena seraya meletakkan rujak yang tadi ia bawa ke atas meja.


"Memang Mami kamu bilang lagi ngidam rujak?" Tanya Bunda Laksmi penuh selidik.


"Enggak! Tapi tadi Queena pas lihat penjual rujak tiba-tiba ingat sama Mami, yaudah Queena beliin aja."


"Nanti kalau Mami nggak mau ya Queena yang makan rujaknya!" Jawab Queena panjang lebar.


"Beli satu doang?" Tanya Bunda Laksmi menyelidik seraya melirik-lirik ke arah rujak yang tadi dibawa Queena.


"Bunda ngidam juga?" Tanya Ayah Yuda yang langsung membuat Queena tergelak.


"Cuma tanya, Yah!" Jawab Bunda Laksmi sedikit bersungut. Queena dan Ayah Yuda kembali tergelak.


"Ngomong-ngomong, Mami mana, Oma?" Tanya Queena yang sudah berhenti tertawa.


"Masih tidur sepertinya. Dari tadi belum keluar dari kamar," jawab Bunda Laksmi.


"Dari tadi belum bangun, Bund?" Tanya Ayah Yuda yang sepertinya meatsa kaget.


"Iya kan kata Ayah biar istirahat dan jangan diganggu! Ya Bunda nggak ganggu. Bunda juga dari tadi sibuk buletin adonan nastar," tukas Bunda Laksmi panjang lebar.


"Tapi tidak biasanya Friska tidur selama ini, Bund!" Ujar Ayah Yuda mulai khawatir.


"Mungkin lelah habis begadang semalam. Ibu hamil ya begitu! Kadang malam tak bisa tidur, kalau siang tidur seperti kebo," ujar Bunda Laksmi menceritakan pengalamannya.


"Biar Queena yang periksa!" Cetus Queena yang sudah bangkit berdiri. Gadis itu bersenandung kecil dan langsung menuju ke kamar Friska.


"Mami!" Panggil Queena seraya mengetuk pintu.


"Mami Fris!" Panggil Queena lagi karena tak ada jawaban dari dalam kamar.


"Mami, Queena bawa rujak! Mami mau rujak, nggak?" Seru Queena lagi yang masih terus mengetuk pintu kamar Friska.


"Opa!" Panggil Queena akhirnya pada Ayah Yuda karena tak kunjung ada jawaban dari dalam kamar Friska.


"Ada apa? Mami kamu sudah bangun?" Tanya Ayah Yuda yang langsung menghampiri Queena.


"Nggak tahu! Mami nggak jawab sejak tadi, Opa!" Jawab Queena masih sambil mengetuk pintu kamar Friska.


"Fris!" Ayah Yuda ikut mengetuk pintu dan memanggil-manggil Friska.

__ADS_1


"Friska!"


"Mami!" Queena mencoba membuka knop pintu namun dikunci dari dalam.


"Mami, buka pintunya!" Queena memanggil lebih keras.


"Friska, kamu sudah bangun belum?"


"Mami kenapa, Opa?" Queena mulai khawatir sekarang.


"Opa juga tidak tahu. Coba cek lewat jendela samping!" Usul Ayah Yuda yang langsung membuat Queena berlari keluar rumah dan menuju ke samping rumah dimana jendela kamar Friska mengarah.


"Opa!" Teriak Queena dari samping rumah.


Ayah Yuda dan Bunda Laksmi langsung tergopoh-gopoh menghampiri Queena yang masih berada di samping rumah.


"Opa--"


"Ada apa, Queen!"


"Mami nggak ada di kamar! Jendelanya juga terbuka," lapor Queena setelah mengintip ke dalam kamar Friska.


"Apa?"


Ayah Yuda ikut mengintip ke dalam kamar dan benar saja, kamar sepi tanpa ada tanda-tanda keberadaan Friska. Ayah Yuda dan Bunda Laksmi saling bertukar pandang.


"Kamu coba telepon ponselnya, Queen!" Cetus Bunda Laksmi yang langsung membuat Queena mengangguk. Queena buru-buru menghubungi nomor Friska dan tak berselang lama, terdengar dering ponsel Friska dari halaman samping yang mengarah ke pagar.


"Itu suara ponselnya mami!" Queena mencari arah sumber suara dan menemukan ponsel Friska yang tergeletak di atas rumput tepat di dekat pagar rumah. Queena memungut ponsel Friska tersebut dan menatap bingung ke arah Bunda Laksmi dan Ayah Yuda.


"Mami kemana, Oma?" Tanya Queena nyaris tanpa suara pada Bunda Laksmi dan Ayah Yuda yang juga sama bingungnya.


****


Jimmy baru pulang dari mengantar Friska, saat pemuda itu mendapati kedua mertua Friska serta Queena yang datang ke rumahnya.


"Sashi tidak tahu Friska kemana, Oma, Opa."


"Tadi Friska memang kesini buat ambil uang sprei, tapi dia nggak bilang mau kemana. Katanya lagi butuh uang aja," lanjut Sashi lagi menjelaskan pada Bunda Laksmi dan Ayah Yuda.


"Tapi kamu itu kan sahabat dekatnya Friska, Shi! Jadi kamu pasti tahu Friska dimana! Atau minimal Friska pasti cerita sesuatu ke kamu!" Cecar Bunda Laksmi sedikit emosi.


"Iya, Friska emang cerita ke Sashi, Oma."


"Friska cerita apa?" Sergah Ayah Yuda penuh selidik.

__ADS_1


"Katanya Friska udah nggak mau jadi beban lagi buat Oma dan Opa. Friska itu metasa kalau dia itu cuma pembawa sial di keluarganya Om Briel. Makanya dia mau pergi saja biar nggak semakin nambah beban buat Oma dan Opa," jawab Sashi seraya meringis.


"Oma sama Opa ngomong apa ke Mami? Kenapa Mami sampai berpikiran kayak gitu?" Cecar Queena menatap bergantian pada Bunda Laksmi dan Ayah Yuda.


"Oma nggak ngomong apa-apa! Oma udah jarang ngomelin Mami kamu juga," sergah Bunda Laksmi membela diri.


"Trus kenapa Mami sampai mikir kayak gitu dan pergi dari rumah?" Queena sudah terisak dan gadis itu terlihat sangat sedih.


"Ponselnya bisa dihubungi, Opa?" Tanya Sashi pada Ayah Yuda meskipun sebenarnya Sashi sudah tahu jawabannya karena Friska tadi mengeluh ponselnya hilang. Tapi siapa tahu cuma nyelip atau Friska lupa taruh.


"Ponselnya dibuang di dekat pagar rumah dan tidak dibawa," jelas Ayah Yuda yang langsung membuat Sashi kaget.


Ternyata ponselnya Friska memang jatuh saat ibu hamil itu kabur dari rumah.


"Apa sebaiknya kita lapor polisi, Yah?" Tanya Bunda Laksmi mengajukan usul.


"Biasanya kalau belum ada dua puluh empat jam belum bisa lapor, Bu!" Ujar Jimmy yang sejak tadi hanya diam.


"Trus kita harus bagaiamana, Yah! Kita harus mencari Friska kemana? Dia juga tidak punya sanak saudara dan yatim piatu." Cecar Bunda Laksmi yang terlihat begitu cemas. Sashi jadi semakin yakin kalau Friska pasti hanya salah paham pada Bunda mertuanya ini.


Kalau memang Bunda Laksmi benci setengah mati pada Friska dan hendak memisahkan Friska dari bayinya seperti cerita Friska tadi, tidak mungkin Bunda Laksmi akan sepanik dan secemas ini.


Friska! Friska!


Sahabat Sashi itu benar-benar sedang labil dan sudah mengambil keputusan yang salah!


Bunda Laksmi, Ayah Yuda, dan Queena akhirnya pamit pulang setelah Sashi tak bisa memberikan informasi apapun. Sashi juga tidak tahu Friska kemana, ke kota mana, sahabat Sashi itu sama sekali tak memberikan petunjuk!


"Friska tadi ngasih tahu dia mau kemana nggak, Bang?" Tanya Sashi pada Jimmy setelah keluarga Om Briel pergi.


"Abang nggak tahu!" Jawab Jimmy seraya melepaskan jaketnya.


"Tapi pasti Abang tahu Friska naik bus apa, kan? Tujuan mana?" Cecar Sashi lagi penuh selidik.


"Abang juga nggak tahu, Shi! Orang Friska minta turun di depan terminal dan nggak mau diantar sampai ke dalam," jelas Jimmy sedikit nge-gas.


"Iya, jawabnya biasa aja, Bang!" Sungut Sashi yang ahnya dijawab Jimmy dengan decakan sebelumnya abang Sashi itu masuk ke dalam rumah meninggal Sashi yang masih sibuk memikirkan Friska pergi kemana.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2