
Ayah Yuda membuka pintu depan dan suasana rumah terasa sunyi. Tak ada aroma butter yang biasanya akan langsung tercium setiap Gabriel masuk ke dalam rumah.
"Bunda sedang tidak enak badan dua hari ini. Jadi produksi kue sementara berhenti dulu, menunggu Bunda kembali sehat," terang Ayah Yuda seolah sedang memberi tahu Gabriel.
"Queena mau lihat oma dulu," ujar Queena yang langsung masuk duluan dan langsung menuju ke kamar Bunda Laksmi. Air mata Queena bahkan sudah lolos di kedua pipinya karena ternyata Friska masih belum pulang ke rumah.
"Oma!" Panggil Queena seraya membuka perlahan pintu kamar.
"Friska! Kamu sudah pulang?" Tanya Bunda Laksmi seraya berbalik untuk melihat siapa yang datang.
"Ini Queena, Oma!" Jawab Queena yang langsung memeluk Bunda Laksmi.
"Mami Fris masih belum pulang," sambung Queena lagi seraya berurai airmata. Bunda Laksmi juga sama sedihnya dengan Queena. Cucu dan Oma itu kini saling bertangisan.
Sementara di ruang tengah, Gabriel sudah duduk di sofa dan oria itu masih mencari keberadaan Friska yang masih belum terlihat. Apa mungkin Friska sedang istirahat atau tidur siang?
Gabriel menatap ke arah pintu kamarnya yang sudah satu bulan lebih tak ia sambangi. Friska pasti sedang tidur siang di dalam.
"Friska udah nggak ke sekolah, kan, Yah?" Tanya Gabriel sebelum pria itu bangkit dari duduknya dan hebdak ke kamar. Gabriel sudah tak sabar untuk segera memeluk Friska.
"Tidak!" Jawab Ayah Yuda singkat.
"Gabriel akan mengejutkannya," yjar Gabriel yang sudah mengayunkam langkah menuju ke kamarnya.
"Briel!" Panggil Ayah Yuda saat Gabriel hampir sampai di kamarnya.
"Kau tidak mau menemui Bunda dulu?" Tanya Ayah Yuda yang kembali menunda memberitahu Gabriel perihal Friska.
"Ya ampun!" Gabriel menepuk keningnya sendiri dan membelokkan langkahnya menuju ke kamar Bunda Laksmi.
"Bunda! Gabriel pulang!" Saoa Gabriel seraya membuka pintu kamar Bunda Laksmi. Bunda kandungan Gabriel itu masih tangis-tangisan bersama Queena di kamar.
"Briel!" Bunda Laksmi cepat-cepat menghapus airmatanya.
"Briel pulang, Bund!" Ucap Gabriel sekali lagi yang langsung memeluk erat Bunda Laksmi.
"Kamu akhirnya bebas, Briel?" Bunda Laksmi mengusap wajah Gabriel dan tangisnya semakin pecah karena ingat pada Friska yang pergi dari rumah.
"Iya, Bunda!"
"Bunda jangan sedih lagi, ya!" Gabriel menghapus airmata yang bercucuran di kedua pipi Bunda Laksmi.
"Jangan sakit lagi!"
"Kan mau nambah dua cucu sebentar lagi," sambung Gabriel yang malah membuat Bunda Laksmi kembali tergugu.
Queena yang tadinya masih berada dj kamar sang Oma, mendadak langsung pergi keluar dengan wajah yang bercucuran airmata.
__ADS_1
"Queena!" Panggil Gabriel bingung karena Queena dan Bunda Laksmi yang tak berhenti menangis sejak tadi.
Ini sebenarnya ada apa?
"Bund, kenapa Bunda malah menangis?" Tanya Gabriel bingung.
"Apa Friska sering membuat masalah selama Gabriel tidak ada?" Tanya Gabriel semakin bingunh. Bunda Laksmi menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Bunda tidak tahu, Bunda sudah salah bicara apa pada Friska, Briel!"
"Bunda itu sayang sama Friska, meskipun Bunda sering mengomelinya." Bunda Laksmi berkata masih sambil sesenggukan.
"Tapi Friska---" Bunda Laksmi mengusap airmata di pipinya dan tangisnya semakin kencang.
"Friska kenapa, Bund?" Tanya Gabriel tak sabar.
"Friska pergi dari rumah, Gabriel! Tanpa pamit, tanpa bilang apa-apa, tidak bawa apa-apa juga!" Ungkap Bunda Laksmi akhirnya yang langsung membuat Gabriel beringsut mundur dan wajah pria itu menunjukkan kekagetan yang luar biasa.
"Bunda jangan bohong! Friska tidak mungkin pergi dari rumah!"
"Friska sedang hamil dan dia itu sebatang kara, Bund!" Gabriel keluar dengan cepat dari kamar Bunda Laksmi lalu langsung mendorong kasar pintu kamarnya.
"Friska! Aku pulang!" Panggil Gabriel pada Friska seraya masuk ke dalam kamar yang gelap dan sunyi.
"Friska, kamu sedang mandi, Sayang?" Gabriel ganti menbuka pinti kamar mandi dan hanya kehampaan yang Gabriel temukan.
"Friska, kamu dimana, Sayang! Aku sudah pulang dan bebas!"
"Friska!" Gabriel terduduk frustasi di sofa ruang tengah karena tak menemukan Friska dimanapun.
"Briel!" Ayah Yuda sudah menghampiri putranya tersebut dan mengusap punggung Gabriel.
"Friska pasti menginap di rumah Sashi, kan, Yah!"
"Friska pasti disana! Gabriel akan menyusul dan menjemputnya!" Cetus Gabriel yang sudah dengan cepat menyambar kunci motor dan mengabaikan Ayah Yuda yang berusaha untuk menghentikannya.
"Briel!"
"Friska tidak ada di rumah Sashi!" Teriakan Ayah Yuda hanya sia-sia karena Gabriel sudah memacu motornya dengan cepat dan menuju ke rumah Sashi.
****
"Friska tidak ada disini, Om!" Jawab Sashi entah sudah yang ke berapa kali.
"Lalu Friska kemana, Shi!"
"Friska tidak punya siapa-siapa di sini dan satu-satunya sahabat Friska yang paling dekat dan tahubsegalanya hanya kamu!"
__ADS_1
"Jadi kamu pasti tahu Friska dimana!" Cecar Gabriel penuh emosi.
"Sashi benar-benar tidak tahu, Om! Sumpah!"
"Kalaupun Sashi tahu, pasti sudah dari kemarin-kemarin Sashi memberitahu Oma dan Opa!"
"Sashi juga cemas dengan keberadaan Friska!" Jawab Sashi panjang lebar dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Friska hanya mengatakan kalau ia tak mau lagi jadi beban untuk keluarga Om Briel! Friska katanya mau menenangkan diri dan pergi ke suatu tempat. Tapi dia nggak ngasih tahu Sadhi mau pergi kemana," ujar Sashi lagi dengan raut wajah bersungguh-sungguh dan sama sekali tak terlihat berbohong.
Gabriel menyugar rambutnya dengan kasar, lalu terduduk lemas di kursi teras rumah Sashi.
"Dia tidak chat kamu atau mungkin memngabari sesuatu?" Gabriel masih pantang menyerah.
"Friska todak membawa ponselnya," ujar Sashi lirih yang langsung membuat Gabriel kaget.
"Queena dan Oma Laksmi menemukan ponsel Friska di halaman dekat pagar rumah Om Briel." Lanjut Sashi memberikan info pada Gabriel.
"Lalu sekarang ponselnya dimana?" Tanya Gabriel penuh selidik.
"Dibawa Queena sepertinya. Kata Queena juga tak ada petunjuk apapun Friska pergi kemana." Jawab Sashi seraya mengendikkan kedua bahunya. Gabriel harus kembali menghela nafas frustasi.
"Oma dan Opa juga sudah mencari Friska ke tempat-tempat yang mungkin saja dikunjungi oleh Friska termasuk ke rumah lama Friska. Tapi tetap tak ada petunjuk apapun mengenai keberadaan Friska."
"Friska pergi ke luar kota dan sama sekali tak mengatakan ia akan ke kota mana," ujar Sashi lagi panjang lebar memberikan informasi dan Gabriel semakin terlihat frustasi sekarang.
"Kamu kemana, Fris?" Gumam Gabriel sendu.
"Kenapa harus main kabur-kaburan seperti ini?"
.
.
.
Yang nyuruh kabur reader budiman, Om Briel!
Marahin mereka!
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
Masih hutang 200 kata 🙈🙈
Besok ajalah.
__ADS_1