Gadis SMA Kesayangan Om Duda

Gadis SMA Kesayangan Om Duda
BEBAS


__ADS_3

Gabriel masih duduk termenung di dalam sel seraya menikirkan Friska, Queena, Bunda Laksmi dan Ayah Yuda yang sudah satu bulan lebih belum menjenguknya lagi. Mungkin mereka semua sedang sibuk.


"Gabriel Ferdinand!" Panggil polisi yang langsung membuat Gabriel mendongakkan kepalanya.


"Saya, Pak!" Jaeab Gabriel seraya bangkit berdiri dan mendekat ke arah pintu sel.


"Ayo ikut!" Perintah petugas seraya membuka pintu sel dan menggelandang Gabriel keluar dari jeruji besi tersebut. Petugas tadi membawa Gabriel ke sebuah ruangan dimana ada Sashi, Jimmy, dan beberapa petugas di ruangan tersebut.


"Sashi, Jimmy? Sedang apa disini?" Tanya Gabriel bingung.


"Pak Gabriel silahkan duduk!" Salah seorang polisi mempersilahkan Gabriel untuk duduk.


"Ini ada apa, ya, Pak?" Tanya Gabriel bingung.


"Jadi begini,"


"Tadi dua adik ini memberikan rekaman CCTV saat kejadiaan penganiayaan." Polisi memutar rekaman CCTV yang dibawa oleh Sashi dan Jimmy lalu menunjukkannya pada Gabriel.


"Kami juga sudah memeriksa rekaman yang tempo hari dipakai Franklyn untuk melaporkan anda dan video itu memang sudah diedit sedemikian rupa-"


"Istri saya sudah menjelaskannya waktu itu tapi bapak semua tidak percaya. Bapak semua sudah buta oleh uang dari keluarga Franklyn!" Gabriel mrluapkan kemarahannya pada polisi kepolisian yang memihak pada Franklyn hanya karena keluarga Franklyn kaya raya.


"Kami benar-benar minta maaf, Pak Gabriel!"


"Dari pihak keluarag Franklyn juga sudah mengirimkan perwakilan untuk mencabut laporan dan membayar ganti rugi atas semua tuduhan pada Pak Gabriel." Petugas polisi mrnunjuk pada seorang pria berkemeja rapi yang sejak tadi diam.


"Kenapa bukan Franklyn atau orang tianya yang datang untuk minta maaf?" Tanya Gabriel masih dilingkupi emosi.


"Sebenarnya, kedua orang tua Franklyn tengah berduka karena kemarin mobil yang ditumpangi Franklyn dan Lexi terlibat kecelakaan beruntun, Pak Gabriel."


"Franklyn dan Lexi tidak selamat dan meninggal di tempat. Jadi saya sebagai perwakialn dari keluarga Franklyn dan Lexi meminta maaf pada Pak Gabriel atas tuduhan palsu ini." Ungkap pria berkemeja hitam tersebut panjang lebar.


"Karma setimpal," gumam Gabriel lirih.


"Kami sudah mencabut semua laporan, dan Pak Gabriel bisa pulang ke rumah. Kami juga sudah menyiapkan uang ganti rugi." Pria berkemeja hitam tadi memberikan sebuah cek pada Gabriel.


"Semoga Pak Gabriel mau memaafkan Lexi dan Franklyn atas semua kenakalan mereka semasa hidup."

__ADS_1


Gabriel hanya bungkam. Tidak mudah menberikan maaf untuk dua bocah keparat yang sudah melakukan kenakalan yang begitu keterlaluan menurut Gabriel. Tapi mereka juga sudah mendapat ganjaran setimpal, jadi tak ada gunanya juga menyimpan dendam.


"Sekali lagi kami mohon maaf, Pak Gabriel." Ucap perwakilan keluarga Franklyn dan Lexi tadi sekali lagi.


"Ya!" Jawab Gabriel singkat.


"Anda sudah bebas mulai hari ini, Pak Gabriel!" Ujar petugas kepolisian yang langsung membuat Gabriel bernafas lega. Gabriel sudah tak sabar untuk segera pulang ke rumah dan bertemu dengan Bunda Laksmi, Ayah Yuda, Queena dan Friska. Gabriel ingin secepatnya mengusap perut Friska yang pasti sekarang sudah sedikit membuncit.


"Om Briel!" Tegur Sashi membuyarkan lamunan Gabriel.


"Sashi, Jimmy, terima kasih banyak atas bantuan kalian!" Gabriel memeluk kakak beradik itu seraya tersenyum bahagia. Sashi jadi tak tega mengatakan pada Gabriel soal Friska yang sudah satu bulan ini pergi dari rumah dan belum ada kabar. Froska juga belum menghubungi Sashi, padahal waktu itu Friska sudah janji untuk segera menghubungi Sashi jika ia sudah sampai di tempat ia akan bersembunyi.


Entah di belahan bumi bagian mana.


"Apa Friska tahu aku bebas hari ini," tanya Gabriel selanjutnya pada Sashi yang langsung bertukar pandang dengan Jimmy.


"Friska tidak tahu?" Tanya Gabriel lagi yang langsung membuat Sashi menggeleng samar.


"Jangan diberitahu! Aku akan mengejutkannya!" Ucap Gabriel penuh antusias seraya merengkuh kedua pundak Sashi.


"Tapi, Om!"


"Queena--" Sashi akhirnya memilih memberitahu soal Queena yang masih berada di rumah sakit setelah kemarin gadis itu menjadi saksi kecelakaan yang menewaskan Franklyn dan Lexi.


"Queena kenapa?" Tanya Gabriel yang raut wajahnya sudah berubah khawatir.


"Queena dirawat di rumah sakit, Om! Karena saat kecelakaan beruntun kemarin, Queena ada di TKP dan melihat semuanya." Bukan Sashi melainkan Jimmy yang menjelaskan pada Gabriel.


"Tapi Queena baik-baik saja, kan? Dia di rumah sakit mana?" Cecar Gabriel yang sepertinya sudah lupa perihal kejutannya pada Friska.


Sashi dan Jimmy segera memberitahu Gabriel rumah sakit tempat Queena dirawat. Nanti soal Friska yang kabur dari rumah biar keluarga Gabriel saja yang menjelaskan. Sashi dan Jimmy tak mau ikut campur.


Setelah mendapat informasi tentang rumah sakit tempat Queena dirawat, Gabriel tak membuang waktu lagi dan segera meluncur menuju ke rumah sakit untuk memastikan keadaan sang putri.


****


"Papi?" Queena dan Ayah Yudha masih merasa tak percaya karena mendadak Gabriel sudah berada di rumah sakit. Apa Gabriel sudah bebas?

__ADS_1


"Queen, kau baik-baik saja kan?" Tanya Gabriel yang sudah memeluk Queena dengan erat, seolah sedang meluapkan rasa ribdu pada putrinya tersebut.


"Papi sudah bebas?" Tanya Queena seraya mengusap wajah Gabrian dan masih merasa tak percaya.


"Ya! Papi sudah bebas dari semua tuduhan dan keluarga Franklyn juga sudah mencabut laporan mereka," jawab Gabriel seraya kembali memeluk Queena.


"Akhirnya kebenaranlah yang menang, Briel!" Ujar Ayah Yuda seraya menepuk punggung Gabriel.


"Ayah sehat?" Tanya Gabriel yang sudah ganti memeluk Ayah Yuda.


"Ya, seperti yang kau lihat. Ayah sehat!" Jawab Ayah Yuda seraya tertawa kecil.


"Friska dan Bunda di rumah, ya?" Pertanyaan Gabriel langsung membuat Queena dan Ayah Yuda bungkam. Gabriel memang belum tahu soal Friska yang pergi dari rumah dan belum pulang hingga detik ini. Entah apa yang akan terjadi jika Gabriel tahu.


"Ayah kenapa diam?" Tanya Gabriel lagi menatap bergantian pada Ayah Yuda dan Queena.


"Bunda di rumah! Ini Ayah juga baru mau mengurus kepulangan Queena karena sudah merengek anaknya," jawab Ayah Yuda sedikit tergagap. Sementara Queena hanya memasang raut sendu karena kembali ingat pada Friska yang tak kunjung pulang.


"Kamu kenapa sedih, Queen?" Tanya Gabriel yang sudah kembali merangkul Queena.


"Mami Fris," Queena menjawab dengan terbata-bata.


"Kangen sama mami Fris? Ini udah mau pulang." Ujar Gabriel sedikit terkekeh sementara Ayah Yuda sudah keluar dari kamar dan pergi ke bagian administrasi.


Queena menyeka airmatanya dan memutuskan untuk memberitahu tentang Friska pada Gabriel di rumah saja. Lebih tepatnya biar Ayah Yuda dan Bunda Laksmi yang memberitahu.


Setelah Ayah Yuda membereskan administrasi, Queena akhirnya bisa pulang bersama Gabriel dan Ayah Yuda. Gabriel sendiri sudah tak sabar untuk segera bertemu dan memeluk Friska.


.


.


Maaf yang tadi cuma dikit. Ini aku tambahin lagi.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2