Gadis SMA Kesayangan Om Duda

Gadis SMA Kesayangan Om Duda
MISI


__ADS_3

"Shi! Pesan dua boleh?" Rayu Friska saat ia dan Sashi sedang memilih-milih varian minuman di salah satu stand minuman kekinian yang berada di dalam mall di pusat kota.


"Nggak kembung memangnya?" Tanya Sashi tanpa menatap ke arah Friska.


"Satu buat Queena! Kali aja dia nanti sedikit lembek kalau disogok pake minuman kekinian," jelas Friska berteori.


"Nggak sekalian beliin buat bunda mertuamu?" Cibir Sashi sedikit menyindir temannya yang kadang tak tahu diri saat ditraktir ini. Tapi entah kenapa Sashi tetap betah sahabatan sama Friska karena bagi Sashi tak teman yang lebih menyenangkan dari Friska.


"Bunda nggak doyan! Dulu pernah dibawain Queena bunda malah muntah-muntah," cerita Friska yang langsung membuat Sashi tergelak.


"Bundamu doyannya wedang ronde sama bajigur atau mungkin sarabba," kekeh Sashi menerka-nerka.


"Nah itu tahu! Biar kamu nggak bangkrut juga. Aku minta dua aja, kok!" Ujar Friska lagi tetap dengan rayuannya.


"Iya, iya! Demi mebdukung usahamu buat menaklukkan anak sambungmu, aku traktir dua gelas! Puaas!" Jawab Sashi lebay.


"Yeay! Makasih, Sashi! Lancar-lancar usaha sprei kita berdua, ya! Besok kalau aku yang kebanjiran order, nanti ganti aku traktor bakso dua mangkok!" Janji Friska pada Sashi.


"Nanti aku jadi bulet katak bakso, Fris!" Sahut Sashi sebelum gadis itu lanjut membuat pesanan karena ia dan Friska sudah selesai memilih varian.


"Mau kemana setelah ini? Masih jam makan siang!" Tanya Sashi seraya melihat arloji di tangannya. Dua siswi SMA itu sudah selesai membeli minuman kekinian dan kini sedang berjalan menyusuri mall saja, seperti pengunjung lain.


"Aku juga nggak tahu. Ke mall nggak bawa duit itu ternyata malah bikin bingung, ya?" Jawab Friska seraya terkekeh.


"Kata siapa nggak bawa? Aku bawa buat ongkos angkot, kok!" Ujar Sashi seraya menunjukkan uang receh di sakunya pada Friska dan dua siswi SMA itu langsung tertawa bersama.


"Foodcourt! Baunya bikin laper, Fris!" Celetuk Sashi selanjutnya saat mereka melewati foodcourt di dalam mall.


"Beli gih!" Friska menyenggol pundak Sashi.


"Minta duit, Bunda! Nggak banyak, kok! Lima puluh ribu aja!" Sashi menirukan nada bicara Friska yang tentu saja langsung membuat Friska tergelak.


Namun gelak tawa Friska tiba-tiba terhenti saat gadis itu secara tak sengaja melihat Gabriel sedang berada di dalam foodcourt mall bersama seorang gadis...


Bukankah itu Tante Kate?


Sedang apa Om Briel makan berdua bersama Tante Kate di mall begini?

__ADS_1


"Fris! Kok bengong?" Teguran Sashi langsung membuat Friska tersentak.


"Om Briel!" Gumam Friska lirih namun masih bisa didengar oleh Sashi.


"Mana?" Sashi langsung celingukan.


Telunjuk Friska menunjuk ke salah satu bangku di dalam foodcourt dan Sashi mengikuti arahnya. Terlihat Om Briel yang memang sedang cekikikan bersama Kate di dalam foodcourt.


"Om Briel selingkuh, Fris! Wanita itu siapa?" Cecar Sashi penuh selidik.


"Itu Tante Kate! Bosnya Om Briel dan calon menantu idamannya Bunda," jawab Friska seraya merengut. Friska memainkan ujung jaketnya dan hatinya terasa panas sekarang.


"Labrak, Fris!"


"Jangan mentang-mentang kamu masih SMA trus Om Briel bisa seenak jidatnya selingkuh di belakangmu! Udah jebol punya kamu juga padahal." Sashi mengompori Friska.


Friska masih diam dan bibir gadis delapan belas tahun itu semakin mengerucut.


"Lihat itu! Mereka cekikikan bahas apa, coba?" Sashi kembali mengompori Friska,hingga kemudian sahabatnya itu menghentakkan kakinya ke lantai karena kesal.


Friska tak menunggu lagi dan dengan langkah penuh emosi langsung menghampiri Gabriel dan Kate di salam foodcourt, lalu meraih segelas minuman di atas meja dan menyiramkannya ke kepala Kate.


"Friska!"


"Pelakor!" Maki Friska pada Kate yang masih shock. Suara Friska lumayan kencang hingga membuat beberapa pengunjung foodcourt menoleh ke arah meja Kate dan Gabriel.


"Friska! Kamu apa-apaan, sih!" Tegur Gabriel galak yang langsung mencekal kedua tangan Friska.


"Lepas!" Sentak Friska galak seraya menatap Gabriel dengan wajah dipenuhi amarah.


"Om itu yang apa-apaan! Jangan mentang-mentang Friska masih kecil lalu Om bisa selingkuh seenaknya dengan Tante Kate-"


"Diam!" Gertak Gabriel galak yang sudah mengangkat tangannya dan hampir menampar Friska. Namun langsung urung dan Gabriel menatap penuh bersalah pada Friska yang kini sudah ganti berkaca-kaca.


"Teruskan saja! Nikah saja sekalian biar Bunda dan Queena senang!"


"Om Briel jahat!" Pungkas Friska seraya berlari pergi meninggalkan Gabriel dan Kate yang hanya diam sejak tadi. Namun raut wajah bos Gabriel itu sudah bisa menunjukkan amarah di dalam dirinya. Gabriel kini merasa bingung harus mengejar Friska atau menjelaskan pada Kate.

__ADS_1


"Nona Kate-" Gabriel sudah mengambil tisu untuk membersihkan wajah dan kepala Kate, namun Kate mengangkat tangan dengan cepat dan memberikan kode agar Gabriel tak melakukannya.


"Istrimu benar-benar kekanakan, Briel!" Ucap Kate sebelum wanita itu bangkit berdiri dan ikut meninggalkan Gabriel di dalam foodcourt. Beberapa orang langsung berbisik-bisik saat Kate melewati meja mereka dan bisa Gabriel lihat sekilas, Kate yang juga berurai airmata mungkin karena sudah dipermalukan oleh Friska.


Padahal tadi Gabriel dan Kate baru saja menengok booth pameran Steinberg Company di atrium mall, lalu mampir ke foodcourt sebentar karena mereka sudah sama-sama kelaparan.


Ck!


Kenapa Friska jadi bersikap konyol begitu pada Kate?


Padahal Friska sangat bisa bertanya baik-baik tadi dan tak perlu berprasangka serta bersikap seperti bocah kemarin sore!


Tapi bukankah istri Gabriel itu memang masih bocah?


****


"Fris!" Sashi mengusap punggung Friska sekali lagi seolah sedang memberikan kekuatan pada sahabatnya tersebut. Dua sahabat itu sudah naik angkutan umum dan meninggalkan Mall setelah adegan pelabrakan yang dilakukan Friska tadi pada Kate. Keduanya memutuskan untuk langsung pulang ke rumah saja dan malas lanjut jalan-jalan di mall.


"Tindakanku tadi udah benar, kan, Shi?" Tanya Friska meminta pembenaran pada Sashi.


"Udah bener banget! Pelakor memang harus dihempaskan dari muka bumi ini!" Jawab Sashi memberikan dukungan pada Friska.


Angkot yang ditumpangi dua siswi SMA itu sudah tiba di depan kompleks perumahan tempat Friska tinggal.


"Pokoknya aku dukung kamu, Fris! Oke!" Ujar Sashi sebelum Friska turun dari angkot.


"Aku duluan. Bye!" Pamit Friska seraya turun dari angkot masih sambil menenteng minuman kekinian yang tadi dibelikan oleh Sashi untuk jatah Queena.


Meskipun Friska kini ngambek pada Gabriel, tapi misi Friska untuk meluluhkan hati Queena harus tetap jalan agar Bunda Laksmi juga tidak ceramah terus dan menuduh Friska hanya mau sama Gabriel saja tanpa mau menjadi mami sambung untuk Queena.


.


.


.


Yang mau emosi sama Friska dipersilahkan 😌😌

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2