Gadis SMA Kesayangan Om Duda

Gadis SMA Kesayangan Om Duda
DARIMANA?


__ADS_3

"Friska masih di kamar, Briel?" Tanya Bunda Laksmi pada Gabriel yang sejak tadi masih sibuk membulat-bulatkan adonan nastar.


"Tidur mungkin, Bund! Biarin aja, kenapa? Kasian tadi pulang sekolah wajahnya terlihat lelah," jawab Gabriel sedikit mencari alasan.


Kalaupun Friska tidak tidur, setidaknya biar gadis itu istirahat karena Friska juga sedang hamil dan Gabriel tidak mau istrinya tersebut kecapekan. Gabriel sudah bertekad untuk membantu Bunda Laksmi semaksimal mungkin agar Friska bisa fokus belajar dan istirahat saja.


"Sore-sore tidur? Trus nanti malam biar bisa kamu ajak lembur, gitu?" Gerutu Bunda Laksmi seraya menuju ke kamar Friska dan menggedor pintu.


"Friska! Sore-sore jangan tidur!" Seru Bunda Laksmi dari luar kamar.


"Bund! Jangan teriak-teriak!" Sergah Gabriel yang sudah menyusul Bunda Laksmi.


"Friska!" Bunda Laksmi membuka pintu kamar dan ternyata....


Kosong!


Kamar kosong!


Friska kemana?


"Friska!" Panggil Bunda Laksmi yang langsung memeriksa kamar mandi. Tapi kosong juga.


"Friska kemana, Briel?" Tanya Bunda Laksmi menatap penuh selidik pada Gabriel.


"Gabriel tidak tahu! Sejak tadi kan Gabriel di dapur bersama bunda bikin nastar," jawab Gabriel ikut-ikutan bingung.


"Pasti kelayapan! Udah mau ujian bukannya belajar atau bantuin Bunda! Malah kelayapan!"


"Mentang-mentang bisa cari uang sendiri, trus sekarang kelayapan sesuka hati, lompat dari jendela, tidak pamit, tidak bilang apa-apa!" Bunda Laksmi terus menggerutu tanpa jeda sementara Gabriel langsung berinisiatif untuk menghubungi Friska melalui ponselnya. Telepon tersambung, namun tak kunjung diangkat oleh Friska.

__ADS_1


"Angkat, Fris!" Gumam Gabriel yang masih terus berusaha menghubungi Friska. Kemana istri Gabriel itu?


"Udah! Nggak usah dicari! Biar nggak usah pulang sekalian!" Bunda Laksmi yang masih emosi menyambar ponsel Gabriel, lalu mematikannya.


"Mungkin ucapan Queena waktu itu ada benarnya! Istrimu itu punya banyak pacar di luar sana-"


"Tidak mungkin, Bund! Friska tidak seperti itu! " Sergah Gabriel memotong kalimat Bunda Laksmi dan membela Friska.


"Masih saja dibela! Kamu lihat sendiri kelakuan-"


"Sore! Bund, Friska pulang!" Seruan Friska dari pintu depan memotong kalimat Bunda Laksmi.


Bunda Laksmi dan Gabriel bergegas ke pintu depan untuk mencecar serta menginterogasi Friska.


"Darimana, kamu?" Tanya Bunda Laksmi galak sebelum kemudian mertua Friska itu terkejut karena melihat Queena yang sedang sesenggukan dan dirangkul oleh Friska.


"Kamu kenapa, Queen?" Bunda Laksmi sudah melupakan kemarahanya pada Friska dan buru-buru membimbing Queena agar duduk di kursi ruang tamu.


Saat itulah tiba-tiba tangis Queena pecah dan gadis itu langsung membenamkan kepalanya di pelukan Bunda Laksmi.


"Queena kamu apakan, Friska?" Bunda Laksmi bertanya sekali lagi pada Friska yang juga sudah ikut duduk di kursi ruang tamu, namun terpisah dari Queena dan Bunda Laksmi.


"Queena kenapa, Fris? Lalu kalian darimana?" Gabriel ikut-ikutan bertanya pada Friska dan pria itu sudah bersimpuh di depan Friska.


"Aku menyusul Queena ke acara pesta-"


"Jangan bohong!" Bunda Laksmi menyela.


"Mami Fris nggak bohong, Oma!" Queena sudah mengangkat kepalanya dari pelukan Bunda Laksmi dan ikut membela Friska.

__ADS_1


"Tadi Queena datang ke pesta di rumah Lexi, lalu Abang Franklyn-"


"Kamu ke rumah Lexi? Bukankah papi sudah bilang untuk jauh-jauh dari temanmu yang bernama Lexi itu dan abangnya yang brengsek!" Gabriel sudah memotong kalimat Queena dan wajah papi Queena itu terlihat penuh emosi.


"Apa masalahnya Queena bergaul dan punya banyak teman, Briel! Jangan mengekangnya dan mengatur-atur dia harus berteman dengan siapa!" Bunda Laksmi lagi-lagi sok tahu dan malah balik memarahi Gabriel.


"Franklyn hampir memperkosa Queena di rumahnya tadi!" Friska yang sejak tadi diam akhirnya buka suara dan Gabriel serta Bunda Laksmi langsung membelalak kaget.


"Tapi Mami Fris datang tepat waktu dan berhasil menyelamatkan Queena," Queena menyambung cerita Friska dan gadis remaja itu kembali menangis sesenggukan.


"Dasar bocah keparat!" Gabriel menggeram penuh amarah dan pria itu sudah mengepalkan tangannya dengan erat.


"Aku akan memberikannya pelajaran-"


"Tidak usah, Mas!" Cegah Friska cepat pada Gabriel yang hendak pergi.


"Lepas! Pemuda keparat itu haris diberikan pelajaran!" Gabriel menyentak tangan Friska hingga istrinya itu sedikit terhuyung, lalu melesat pergi dengan cepat ke teras, mengambil motor, dan melaju pergi.


"Briel, kamu mau kemana?" Teriak Bunda Laksmi yang berusaha menyusul Gabriel, namun terlambat! Gabriel sudah melaju pergi ke rumah Franklyn.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2