Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 100 Rapat


__ADS_3

“Lintang!” sapa Jasmine setelah Lintang keluar dari rumah kayu tempatnya tinggal. “Aku baru saja akan memanggilmu. Ternyata Kamu sudah ada di sini.”


“Ada apa mencariku?” tanya Lintang.


“Ada rapat yang memerlukan kehadiranmu. Semua sudah menunggumu.”


“Kebetulan sekali aku juga ingin berbicara dengan yang lain. Kalau begitu aku bisa sekalian membahas apa yang aku inginkan dalam rapat kali ini,” ucap Lintang.


Lintang lalu mengikuti Jasmine menuju ke tempat di mana rapat berlangsung. Seperti halnya dimensi milik Seno yang diisi oleh rumah-rumah kecil, pulau pribadi ini juga dipenuhi dengan rumah-rumah kecil. Lintang bisa memilih salah satu rumah kosong yang ada di sini untuknya tinggal. Lalu, ada rumah utama yang menjadi tempat di mana semua orang berkumpul.


Sejuknya udara di bawah pepohonan rindang serta suara desiran ombak dari kejauhan, membawa ketenangan tersendiri untuk Lintang yang memiliki banyak hal yang perlu ia pikirkan. Pantas saja banyak orang-orang kaya yang memiliki properti di pulau terpencil. Tempat seperti ini memang sangat enak untuk menenangkan diri.


Di rumah utama, semua orang sudah berkumpul untuk melaksanakan rapat. Kali ini yang mengikuti rapat cukup banyak. Sepertinya hampir seluruh kerabat Lintang hadir dalam rapat ini. Hal itu membuat tidak semua orang kebagian tempat duduk. Beberapa menyandarkan diri di tembok, beberapa bahkan memilih duduk di lantai.


Lintang lalu menyapa semua orang yang ada di sana sebelum kemudian duduk di dekat Seno. Rupanya Seno sudah menyisakan tempat duduk kosong untuk Lintang. Entah karena Lintang adalah anggota keluarga termuda di ruangan ini, atau karena Lintang adalah pemilik Sistem, Lintang tidak tahu alasannya. Yang jelas ia berterima kasih karena sudah diberikan kursi kosong.


“Baiklah. Semua orang sudah berkumpul di sini. Sekarang, mari kita mula rapatnya,” ucap Seno membuka rapat tersebut. “Jasmine, berikan laporan mengenai apa yang anak buahmu temukan.”


"Baiklah, Bos. CIA dan Divisi Naga sudah mulai bergerak sekarang. Mereka tidak hanya mengawasi semua anggota keluarga Sendira maupun keluarga Prayudi yang sekarang ini memperlihatkan diri di dunia luar," lapor Jasmine dalam rapat.


Lintang memang sudah tahu mengenai mata-mata yang mencari keberadaannya setelah ia bertarung melawan Jack Smith bersama dengan Xiao Yi. Namun, Lintang tidak menyangka bahwa seluruh anggota keluarga Sendira dan keluarga Prayudi yang memperlihatkan diri di dunia luar, juga di awasi. Apakah mereka semendesak itu ingin mengetahui keberadaan Lintang?”

__ADS_1


"Anak buahku sudah menangkap cukup banyak agen CIA dan anggota Divisi Naga. Beberapa agen mata-mata dari negara lain juga sudah kita tangkap. Saat ini, mereka semua masih ditahan di satu tempat di dalam dimensi. Aku masih belum melakukan apa pun kepada mereka, tetapi kita tidak bisa hanya menahan mereka," lanjut Jasmine.


“Kita perlu melakukan sesuatu. Mereka bukanlah dari organisasi pribadi, tetapi dari pemerintahan. Satu tumbang yang lebih kuat akan datang menolong. Bukannya aku mengeluh, hanya saja hal seperti ini tidak akan ada habisnya.”


Tidak hanya kediaman orang tua Lintang saja yang diawasi oleh mata-mata negara lain, tetapi seluruh tempat yang kemungkinan menjadi tempat Lintang bersembunyi, semuanya diawasi. Mulai dari perusahaan tempat Adelard bekerja. Bahkan, kediamam serta tempat kerja keluarga Sendira dan Prayudi yang lain juga diawasi.


Semua itu jelas mengganggu aktivitas sehari-hari anggota keluarga Sendira dan anggota keluarga Prayudi. Mereka yang menampakkan diri di dunia luar memiliki tujuan tertentu. Ada yang mengurus bisnis keluarga, ada yang bekerja sama dengan orang lain untuk membuat teknologi baru. Hanya beberapa saja yang tetap tinggal di dalam dimensi.


Dari satu malam, anak buah Jasmine berhasil menangkap seratus lebih mata-mata. Itu pun belum semuanya tertangkap. Jika semua mata-mata yang dikirim untuk mencari keberadaan Lintang ditangkap, maka jumlahnya bisa mencapai tiga ratus hingga lima ratus orang.


“Ya, kita memang perlu melakukan sesuatu. Keadaan semakin serius sekarang. Aku dengar China sudah mengajak untuk melakukan pertemuan seluruh negara anggota PBB. Aku yakin tujuan China melakukan hal ini adalah untuk membicarakan mengenai perang antar galaksi. Entah kenapa instingku mengatakan hal itu,” jawab Andi.


China mengajak seluruh negara anggota PBB melakukan pertemuan? Apakah ini kesempatan bagi Lintang? Jika ada pertemuan yang terjadwal dengan bahasan tertentu, maka kemungkinan besar seluruh perwakilan negara anggota PBB akan hadir. Lintang bisa memanfaatkan hal ini dengan hadir dan mencoba meyakinkan mereka untuk membantunya.


Lintang hanya ingin sepenuhnya yakin bahwa ada negara lain yang sudah percaya dengan adanya peperangan antar galaksi. Jika begitu, maka akan lebih mudah bagi Lintang meyakinkan negara lain untuk percaya. Lebih baik jika yang mendukung Lintang nanti adalah negara-negara besar yang memiliki hubungan tidak baik satu sama lain. Dengan begitu, tidak akan ada negara lain yang curiga dan menuduh ini semua hanya omong kosong belaka.


“Kami memiliki sumber terpecaya mengenai hal ini. Bisa dibilang, mata-mata sudah kami sebar di seluruh kantor pemerintahan negara-negara di dunia, Lintang,” jawab Seno.


Memasang mata-mata di seluruh kantor pemerintahan? Berapa banyak mata-mata yang harus di sebar. Lintang yakin itu adalah puluhan hingga ratusan ribu. Jumlah kantor pemerintahan sangatlah banyak. Dalam satu kantor saja, ada banyak ruangan yang memiliki informasi berbeda satu sama lain. Belum lagi bidang-bidang yang berbeda membuat jumlah kantor yang diawasi dalam satu negara, bertambah cukup banyak lagi.


Lalu, tanpa sengaja mata Lintang bertemu dengan mata Jasmine. Ketika mereka bertatapan, Lintang sudah tahu jawaban pertanyaannya. Anak buah Jasmine-lah yang melakukan hal ini. Mereka adalah hewan-hewan kecil yang cukup mudah memasuki tempat-tempat dengan penjagaan ketat. Tidak akan ada yang menyangka bahwa hewan kecil yang terlihat sangat lemah dan rapuh, ternyata sangat membahayakan rahasia sebuah negara.

__ADS_1


Sebagai contoh cicak, semut, dan laba-laba. Di setiap bangunan, ketiga hewan tersebut pasti menjadi salah satu penghuninya. Manusia tidak akan menaruh kecurigan sedikitpun pada cicak yang masuk ke ruang rapat. Atau bahkan, petugas kebersihan hanya akan membersihkan sarang laba-laba setiap sekian bulan sekali.


Perpindahan hewan-hewan tersebut dari satu ruangan ke ruangan lain, jelas tidak akan menaruh kecurigaan. Toh manusia sendiri tidak bisa mengidentifikasi apakah hewan tersebut berasal dari ruangan mereka, atau dari ruangan sebelah.


“Seperti itu rupanya. Jadi, apa yang akan kalian lakukan dalam rapat anggota PBB itu? Apakah kalian akan bergabung dalam rapat begitu saja?” tanya Lintang. Lintang ingin tahu apa yang sudah direncanakan oleh keluarganya. Sebelum rapat ini dilakukan, jelas mereka sudah punya satu atau dua rencana bukan?


“Ya. Kita akan menghadiri rapat tersebut. Namun, kali ini kita tidak sendirian. Kita akan datang bersama dengan mantan pemilik Sistem, ataupun pemilik Sistem aktif yang ada di seluruh dunia. Oleh karena itu kami memanggilmu kemari. Kita akan bersama-sama meminta kontribusi semua negara dalam perang yang akan datang,” jelas Seno.


“Eh, kenapa itu sama seperti yang aku inginkan? Aku juga memiliki misi yang sama persis seperti apa yang kalian ingin capai. Sistem milikku memintaku untuk mengajak semua pemerintahan negara-negara di Bumi untuk berpartisipasi dalam peperangan.”


“Bukankah itu lebih bagus. Akan ada banyak orang yang akan membantumu dalam mencapai misi ini,” ucap Andi.


“Ya itu benar, Kakek Buyut.”


“Permisi! Bolehkah aku mengatakan sesuatu juga di sini?” tanya Diana Druze yang menghadiri rapat kali ini.


“Ya, Diana. Apa yang ingin Kamu sampaikan di sini?” tanya Seno.


“Jika kalian ingin rapat dengan seluruh anggota PBB, aku ingin menitipkan pesan kepada mereka. Minta agar semua delegasi negara itu menyampaikan kepada pemimpin mereka bahwa Naranga Techno tidak akan memberikan diskon ataupun menjual teknologi kita kepada siapa pun, berapa pun mereka membayar, tidak akan pernah,” ucap Diana Druze dengan sedikit berapi-api.


Diana Druze sedikit kesal dengan sikap beberapa negara. Diana Druze yang bertugas di tim pemasaran pod game terbaru Naranga Techno, kewalahan dengan sikap dari beberapa negara. Mereka meminta Diana Druze untuk segera membuatkan pod game dan juga meminta diskon yang cukup besar dengan alasan pod game itu akan dipakai oleh tentara.

__ADS_1


Tidak berhenti di situ, ada beberapa negara yang juga ingin membeli teknologi terbaru milik Naranga Techno dengan harga murah. Mereka bahkan sampai mengancam bahwa pod game Naranga Techno akan mereka masukan daftar hitam akses internet, jika tidak mau menjualnya. Dengan begitu, semua pod game Naranga Techno tidak akan pernah bisa mengakses internet di negara mereka. Itu jelas akan memberikan kerugian besar.


Diana Druze sudah muak dengan semua itu. Ia bahkan sudah membuat daftar semua negara yang sudah merepotkannya itu. Kebetulan keluarganya akan menghadiri rapat anggota PBB. Dengan begini, Diana Druze bisa menitipkan beberapa “pesan” untuk negara-negara tersebut.


__ADS_2