
"Mat'chia, bagaiamana hasil tambang kita sekarang?" tanya Mot'dhea setelah duduk di depan Mat'chia.
"Semua baik-baik saja. Mineral di planet ini cukup banyak. Tidak ada yang bersaing dengan kita di sini. Jadi, kita bisa menguasai sumber daya di sini. Aku yakin ketika pasukan utama datang ke sini, kita bisa menyerahkan cukul banyak hasil tambang pada mereka," jawab Mat'chia yang masih memandangi berkas-berkas di depannya.
"Kau benar, Mat'chia. Kita bisa sedikit bersantai dan tidak terlalu terburu-buru. Hanya ada kita dari Ras Dodo'phia di sini. Semua yang ada di sini akan beradydi bawah penguasaan kita. Untung saja kita ditugaskan di tata surya yang sangat lemah. Jika saja kita ditugaskan di tata surya yang memiliki penduduk dengan kekuatan besar, maka kita akan kerepotan."
"Meski hanya ada kita di sini, Kau tidak boleh bersantai seperti itu, Mot'dhea. Aku lihat, beberapa anak buahmu tidaj menjalankan tugas penjagaan mereka dengan benar. Mereka sering tidur daripada berjaga. Aku tidak mau ada penyusup di markas kita."
Mot'dhea tertawa keras mendengar ucapan Mat'chia. Ia tidak menyangka Mat'chia akan mengatakan hal seperti itu. Menurut Mot'dhea adanya penyusup di markas mereka adalah hal yang sangat mustahil terjadi. Mot'dhea sudah menyusuri planet ini. Namun, ia tidak menemukan keberadaan ras lain di sini.
"Apa yang Kau takutkan, Mat'chia. Tidak akan ada yang menyusup ke sini. Kita adalah satu-satunya ras yang ada di sini. Aku dan anak buahku hanyalah panjangan di sini. Keberadaan kami hanya untuk formalitas agar kalian para penambang bisa mengeksploitasi planet ini dengan tenang."
"Jangan menyombongkan diri seperti itu, Mot'dhea. Apa Kau lupa, di sekitar benteng temoat kita berada, sekarang muncul beberapa monster. Meski kekutan mereka tidak sebesar itu, tetapi keberadaan mereka cukup mengganggu. Kita tidak tahu apakah di planet inj ada monster lain yang jauh lebih kuat."
"Jadi, kenapa Kamu masih terus bersantai di markas akhir-akhir ini? Kenapa Kamu tidak mencari tahu alasan kemunculan monster-monster itu? Jangan malas-malasan di markas hanya karena monster-monster itu belum membuat masalah untuk kita."
Ketika mereka datang ke planet ini tahun lalu, tidak ada makhluk hidup lain di planet ini. Kalaupun ada, itu hanya berbentuk bakteri atau pun virus. Tidak ada makhluk yang bisa mengganggu rencana mereka.
Namun, beberapa hari terakhir, banyak monster yang muncul di sekitar markas mereka. Tidak hanya satu jenis, tetapi cukup banyak jenisnya. Meski mereka bukanlah monster yang memiliki kecerdasan, tetapi kemunculan mereka memberikan sebuah peringatan kepada Mat'chia.
Sayangnya, Mot'dhea yang merupakan pemimpin penjaga tim penambang, tidak memedulikan kemunculan monster-monster itu. Mot'dhea dan anak buahnya hanya membunuh beberapa monster yang ada di sekitar markas, atau pun tambang milik mereka.
Menurut Mot'dhea, monster-monster itu sangatlah lemah. Jadi, kemunculan mereka tidak perlu dipikirkan lebih jauh. Lalu, Mot'dhea berpendapat bahwa kemunculan mereka di planet inilah yang membuat monster-monster itu tiba-tiba muncul di planet ini.
__ADS_1
"Ya, ya, ya. Aku akan menyelidiki mengenai hal itu nanti. Itu adalah hal yang sangat mudah. Aku akan menyuruh beberapa anak buahku untuk berpatroli dan mencari tahu mengenai hal ini. Jadi, jangan lagi membicarakan hal ini denganku," ucap Mot'dhea tidak sabaran.
Mot'dhea memang sudah berjanji akan menyelidiki tentang kemunculan monster. Namun, pada kenyataannya Mot'dhea sama sekali tidak berniat melakukan hal itu. Ia mengatakan hal ini hanya untuk membuat Mat'chia diam.
"Jadi, untuk apa Kau kemari? Aku yakin Kau mendatangi ruanganku bukan untuk membicarakan mengenai hasil tambang bukan?"
Ucapan Mat'chia mengingatkan Mot'dhea akan tujuan awalnya datang kemari. Mot'dhea yang awalnya terlihat biasa saja, sekarang telah berubah ekspresinya. Sebuab seringai terlihat menghiasi bibir Mot'dhea. Tidak hanya itu, Mot'dhea juga menjulurkan lidahnya untuk membasahi bibir.
"Mat'chia, apakah Kau tidak kedinginan malam ini? Bagaimana jika aku tidur denganmu untuk menghangatkan ranjangmu?" tanya Mot'dhea yang kini sudah menunjukkan ekspresi mesumnya.
Mendengar hal itu, Mat'chia yang sedari tadi fokus dengan berkas di depannya, menatap ke arah Mot'dhea dengan pandangan jijik. Ini sudah kesekian kalinya Mot'dhea mengatakan hal ini. Seberaoa kali Mat'chia menolak, tetap saja Mot'dhea kembali mengatakan hal yang sama keesokan harinya.
"Aku tidak butuh dirimu di sini. Aku masih punya cukuo banyak selimut dan penghangat ruangan untuk menjagaku tetap hangat. Jadi, simpan saja tawaranmu itu. Jika Kau tidak ada urusan lain, silahkan pergi dari sini. Lebih baik Kau perintahkan anak buahmu untuk melakukan patroli."
"Aku yakin suatu hari nanti, Kau akan mencariku untuk membantumu mengangatkan ranjang. Jangan terus menerus menolakku. Lalu untuk patroli, bukankah aku sudah mengatakan bahwa tempat ini sangat aman? Tanpa patroli sekali pun, tidak akan ada yang menyusup ke tempat kita," ucap Mot'dhea dengan penuh percaya diri.
Namun, tidak lama lagi Mot'dhea akan menjilat ludahnya sendiri. Saat ini, di markas milik Ras Dodo'phia, Kapten Y dan yang lainnya sudah berhasil menyusup. Mereka sekarang berpencar untuk mencari informasi. Penjagaan di dalam markas ternyata tidak seketat itu.
Kapten Y dan yang lain bisa melihat bahwa penjaga di markas musuh ini tidak terlalu serius dalam menjalankan tugas mereka. Meski banyak dari mereka yang berjaga, tetapi mereka lebih terlihat seperti bapak-bapak yang berjaga di pos ronda. Mereka hanya mengobrol satu sama lain sembari melakukan judi.
Kewaspadaan mereka yang menurun membuat Kapten Y dan yang lain bisa dengan mudah menyusup di markas musuh. Dengan mengandalkan bangunan tinggi yang ada di sana, Kapten Y dan yang lain bisa bergerak bebas.
Tidak butuh lama bagi mereka untuk mengumpulkan informasi mengenai musuh. Level terendah yang dimiliki oleh musuh adalah level 45. Sejauh ini, level tertinggi dari musuh yang mereka temui adalah levl 53.
__ADS_1
Dengan ruang obrolan regu yang disediakan oleh game, Kapten Y dan yang lain saling bertukar informasi. Mereka juga melaporkan keadaan masing-masing setiap menitnya. Dengan begini, mereka akan tahu jika ada salah satu di antara mereka yang ketahuan oleh musuh.
"Kapten, aku tidak menemukan keberadaan pemimpin mereka. Aku rasa, pemimpin dari musuh berada di bangunan tinggi yang ada di tengah-tengah benteng ini. Namun, untuk mencapai ke sana pasti akan sulit. Keberadaan kita pasti akan mudah diketahui musuh jika kita ke sana," lapor Martin.
"Ya, Kapten. Sejauh ini, aku hanya menemukan musuh yang bersantai. Aku belum menemukan keberadaan musuh dengan kedudukan tinggi," imbuh Daniel.
"Kalau begitu, kalian teruskan saja pengintaian. Jangan dulu mendekat ke tengah benteng. Kita cari ruangan-ruangan lain yang ada di sisi terluar. Mungkin ada ruangan penting yang tidak dijaga oleh musuh. Lihat saja mereka yang tidak serius dalam bertugas."
"Jika kalian menemukan gudang senjata, ambil sebanyak mungkin yang kalian bisa. Begitu pula dengan gudang makanan. Jika kotak penyimpanan kalian penuh, hubungi rekan terdekat untuk membantu mengangkut sebanyak mungkin barang."
"Setelah kita mengosongkan gudang senjata dan gudang makanan musuh, barulah kita bergerak ke bangunan yang ada di tengah-tengah benteng," jelas Kapten Y.
"Siap! Laksanakan, Kapten!"
Senjata dan makanan adalah sumber daya yang sangat penting dalam perang. Sekuat apa pun seseorang, jika kekuatan mereka hanya karena senjata, maka mereka akan menjadi orang lemah tanpa senjata.
Begitu pula dengan makanan. Tanpa ada makanan, musuh akan sulit berkonsentrasi, tenaga mereka juga akan menurun. Semua itu akan memengaruhi kekuatan dari pasukan secara keseluruhan.
Kapten Y berencana melemahkan musuh dengan cara ini. Meski misinya hanya untuk mencari informasi mengenai musuh, tidak ada salahnya bukan untuk memberi serangan awal kepada musuh. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Kesepuluh orang itu lalu berjalan mengendap-endap di antara bangunan. Mereka menggunakan titik buta dari bangunan untuk membantu menyembunyikan diri. Awalnya, misi penyusupan ini tedengar sulit. Namun, pada kenyataannya ini sangatlah mudah.
Kesepuluh orang tersebut yang di dunia nyata berprofesi sebagai tentara, memberikan nilai 3/10 untuk penjaga di sini. Selama mereka menjalankan misi, baru kali ini ada penjaga yang sangat tidak becus. Negara dengan kekuatan militer paling lemah saja bisa menjalankan tugas mereka jauh lebih bagus daripada orang-orang ini.
__ADS_1