
Lintang menyadari bahwa ia tengah berada di kamarnya yang ada di dimensi milik Seno. Beberapa bagian tubuh Lintang terasa sangat sakit. Mungkin karena ini adalah pertama kalinya Lintang bertarung menggunakan seluruh kekuatan barunya. Meski tubuhnya jauh lebih kuat, Lintang belum sepenuhnya terbiasa dengan pertarungan berat seperti tadi.
Ketika bertarung tadi, Lintang memang tidak merasakan rasa sakit ini. Namun, sekarang setelah beristirahat, rasa sakit itu menyerang tubuhnya secara bersamaan. “Sepertinya aku harus sering berlatih dengan tubuh asliku juga. Aku perlu membiasakan diri dengan kekuatan baruku,” gumam Lintang.
Sekarang ini, Lintang jauh lebih tenang daripada sebelumnya. Badan Lintang sudah tidak lagi gemetaran. Lintang lalu melihat keadaan tubuhnya, semua baik-baik saja. Tidak ada bagian tubuhnya yang mengalami luka sedikit pun.
[Selamat datang kembali, Host.]
"Sistem, apakah misiku berhasil?" tanya Lintang.
Sebelumnya Lintang sama sekali tidak fokus dengan hal yang lain. Ia terlalu sibuk dengan kecemasannya. Jadi, Lintang tidak tahu apakah Sistem sudah menyatakan bahwa misinya telah selesai atau belum.
[Tentu saja sudah selesai, Host. Hadiah dari misi ini pun sudah diproses. Kurang dari dua puluh jam para pemain sudah bisa membeli pesawat tempur dengan teknologi milik Ras Dodo'phia. Setelahnya, Host bisa melakukan operasi serangan kapal induk milik musuh.]
[Misi kali ini sudah Host selesaikan dengan sangat baik. Tidak ada satu orang pun dalam misi kali ini. Baik warga biasa, maupun para pemain Host. Host sudah bekerja sangat baik dalam menjaga penduduk Planet Bumi yang masih lemah.]
[Host, harus memperkuat mental Host. Ini bukanlah manusia pertama yang akan Host bunuh. Kedepannya, akan ada banyak manusia lainnya yang perlu Host habisi. Tentunya mereka adalah pemilik Sistem pendukung Ras Mogoley.]
"Jadi ini bukan yang pertama rupanya," gumam Lintang yang sekarang ini memandangi kedua tangannya. Meski tangannya sekarang ini bersih tanpa noda, tetapi Lintang seakan bisa melihat darah tengah membasahi tangannya. Bahkan, Lintang seolah merasakan rasa hangat dari darah musuh di wajahnya.
Berapa banyak darah lagi yang akan mewarnai tangannya ini menjadi merah. Belasan, puluhan, atau bahakan ratusan orang akan mati di tangan Lintang. Namun, jika Lintang tidak melakukan ini, akan ada ratusan juta hingga miliaran orang yang akan meninggal akibat ulah sebagian orang.
[Ya, Host. Dari informasi yang diberikan oleh kantor pusat, kemunculan pemilik Sistem pendukung Ras Mogoley di Planet Bumi dalam lima belas tahun terakhir, bertambah pesat. Host perlu berjuang keras melawan mereka, tumor yang mengancurkan manusia Planet Bumi dari dalam, sebelum mengikuti perang antar dimensi yang lebih besar lagi.]
"Menguatkan mental ya." Lintang berdiam diri di dalam kamar sejenak. Ia lalu membayangkan krmbali wajah Jack Smith dan semua perkataannya sebelum pertarungan mereka, bahwa semua orang di dunia ini harus dihancurkan.
Lintang sama sekali tidak menyetujui hal itu. Lintang tahu bahwa banyak orang yang hidup menderita karena ulah orang lain. Kemungkinan besar Jack Smith masuk ke dalam kategori ini. Namun, bukan berarti seluruh dunia harus menanggung fosa sebagian kecil orang.
__ADS_1
Jika itu terjadi, maka akan lebih banyak lagi orang yang tidak bersalah menjadi korban. Akan lebih banyak lagi orang yang menderita. Apa yang Jack Smith lakukan ini sama saja dengan orang-orang yang membuatnya menderita. Korban akan berubah menjadi pelaku, dan korbanainnya juga akan melakukan hal yang sama.
Lintang tidak ingin siklus seperti ini berlanjut. Jika ingin membalas dendam, balaskan saja dendam itu ke orang yang bersalah, bukan kepada seluruh dunia. Lintang sangat tidak menyukai hal itu.
[Jika Host mengizinkan, Sistem bisa membantu Host dalam menguatkan mental milik Host.]
"Menguatkan mental milikku? Apakah Kamu bisa membantuku, Sistem?" tanya Lintang.
Lintang sendiri tahu bahwa cukup sulit menempa mental seseorang. Perlu beberapa tahun untuk seseorang memiliki mental yang kuat. Lintang sendiri tidak memiliki waktu sebanyak itu.
Sistem sudah mengatakan bahwa kemunculan pemilik Sistem pendukung Ras Mogoley sudah mulai bermunculan. Jumlah mereka yang semakin banyak membuktikan bahwa peperangan antar galaksi yang melibatkan tata surya ini sudah memasuki ke tahapan yang serius.
Jadi jika bisa, ia ingin sesegera mungkin mengubah mentalnya menjadi lebih kuatkuat. Lintang tidak ingin tubuhnya gemetaran setelah membunuh musuh seperti sebelumnya. Bagaimana jika ada musuh yang bersembunyi dan tiba-tiba menyerang Lintang ketika Lintang tidak berada dalam kondisi prima?
Jasmine saja bisa membuat Lintang pingsan dengan mudahnya. Jika itu orang lain, bukankah dia bisa membunuh Lintang dengan mudah? Lintang tidak mau itu terjadi, ia masih ingin hidup lebih lama dan melawan lebih banyak musuh lagi.
"Sistem, apakah yang Kamu maksud ini membuatku memiliki mimpi buruk mengenai pembunuhan yang aku lakukan selama aku tidur?"
Membayangkan mimpi buruk seperti itu membuat Lintang merasa ngeri. Itu memang bisa menjadi tempat Lintang melatih mentalnya. Perlahan Lintang bisa mengatasi rasa bersalah, rasa takut, dan rasa cemas yang Lintang rasakan setelah membunuh seseorang. Meski begitu, Lintang masih merasa semua ini sedikit kelewatan.
[Ya. Ini akan terjadi seperti sebuah mimpi buruk yang berulah. Jika Host mengizinkan, maka mulai malam ini Host akan mendapatkan mimpi buruk itu. Bagaimana, apakah Host tertarik dengan semua ini?]
"Baiklah. Lakukan hal itu. Namun, aku minta Kamu tahu batasannya Sistem. Jika Kamu merasa aku tidak kuat, tolong hentikan mimpi buruk itu. Aku hanya ingin melakukannya secara bertahap, jangan membuatku merasakan mimpi buruk dua jam penuh di saat pertama aku tidur," pinta Lintang.
[Tentu saja, Host. Sistem akan melakukannya secara bertahap. Ini adalah bentuk latihan mental untuk Host, tentunya semua harus bertahap. Jika tidak, itu sama saja dengan menghancurkan mental Host dan membuat Host merasa depresi.]
Lintang langsung bernapas lega mendengar jawaban Sistem. Setidaknya mentalnya tidak akan berubah menjadi lebih buruk setelah ini. Lintang berharap semuanya bisa berhasil dan membuat mentalnya jauh lebih kuat lagi.
__ADS_1
Lintang lalu keluar dari kamarnya, setelah cukup lama berkomunikasi dengan Sistem. Lintang perlu mengecek keadaan Xiao Yi. Dalam pertarungan sebelumnya, Xiao Yi-lah yang terus menerus berhadapan langsung dengan Jack Smith. Lintang takut perempuan itu mengalami luka dalam pertarungan sebelumnya.
“Kamu sudah bangun rupanya, Lintang,” ucap salah seorang anak buah Jasmine yang sepertinya sengaja berjaga di depan pintu kamar Lintang. Jika terjadi sesuatu, sudah pasti orang ini akan langsung masuk dan mengecek keadaan Lintang.
“Ya, aku baru saja bangun.”
“Apa Kamu baik-baik saja sekarang? Jika Kamu merasa tidak enak badan, Kamu bisa beristirahat lebih lama lagi. Jika tidak, aku akan membawamu ke rumah utama. Yang lain sudah menunggumu di sana.”
“Lebih baik kita langsung ke rumah utama saja. Aku sudah merasa lebih baik sekarang,” jawab Lintang.
Rumah utama yang Lintang maksud adalah rumah di mana Seno dan kedua istrinya tinggal. Mereka akan berkumpul di sana jika ada sesuatu yang perlu dibicarakan bersama dengan anggota keluarga lainnya.
Ketika Lintang sampai, cukup banyak orang yang berkumpul. Namun, mereka tidak sebanyak orang yang berkumpul pada perkumpulan keluarga sebelumnya. Lintang lihat, hanya tetua saja yang hadir di sini.
Sebelum Lintang masuk ke rumah utama, seseorang berlari dari dalam rumah dan menabrakkan diri ke Lintang. Hal itu membuat keduanya terjatuh di tanah. Orang yang menabrak Lintang kini memeluknya dengan cukup erat. Jika saja Lintang tidak menjalani peningkatan tubuh, maka tubuhnya akan remuk sekarang.
"Luna, jangan memelukku terlalu erat. Aku kesulitan bernapas," keluh Lintang.
Luna langsung melonggarkan pelukannya. Ia juga membantu Lintang untuk duduk. Luna kemudian menatap tajam Lintang sebelum kemudian mengalihkan wajahnya sembari cemberut.
"Kenapa Lintang tidak menemui Luna? Luna sudah sangat lama menunggu Lintang di sini. Aku yakin Lintang sudah tidak lagi mau bertemu dengan Luna," protes Luna.
"Eh, bukan begitu, Luna. Bukannya aku tidak mau menemuinu, hanya saja aku benar-benar sibuk akhir-akhir ini. Aku janji, aku akan menghabiskan waktu lebih banyak lagi denganmu."
"Sungguh?"
"Ya."
__ADS_1
"Baguslah. Ayo kita masuk. Semua orang sudah menunggumu, Lintang."