Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 98 Satu Persatu Pingsan


__ADS_3

"Tempat ini benar-benar aneh," ucap Adam Martin pada akhirnya. "Kenapa tempat ini seolah tidak mengizinkan kita untuk masuk ke sini."


"Kau benar, Adam. Meski kita tidak melihat sesuatu di sini, tapi aku yakin ada yang menjaga tempat ini."


"Apakah itu hantu?" tanya Xiao Jun yang sekarang mulai mendekat ke arah Liao Chun. Xiao Jun masih percaya akan adanya hantu. Jadi, ketika menghadapi kejadian seperti ini, Xiao Jun menganggapnya ini adalah ulah dari hantu.


"Come on, Man. Mana ada hantu di sini. Aku yakin itu adalah manusia. Seseorang pasti mengendalikan sebuah teknolohi canggih untuk membuat kita gagal menaiki tembok ini. Jika mereka sudah mencegah kita melewati tembok, itu berarti mereka sudah tahu keberadaan kita. Tidak ada gunanya kita bersembunyi di sini. Jadi, kita langsung masuk saja melalui pintu depan," ucap Adam Martin.


Mereka sekarang berjumlah tujuh orang. Adam Martin yakin siapapun yang menjaga kediaman orang tua Lintang, tidak sanggup menghadapi mereka bertujuh. Jika dia sanggup, maka orang itu akan langsung menghadapi mereka dan bukan bersembunyi seperti ini.


"Kita bertuju pasti bisa menghadapi mereka. Jadi, siapa yang mau bergabung denganku?" ajak Adam Martin.


"Kami ikut," jawab Liao Chun. Liao Chun memiliki pemikiran yang sama dengan Adam Martin. Mereka bertujuh pasti bisa menghadapi penjaga rumah ini. Meski sebenarnya Liao Chun enggan bekerja sama dengan CIA, tetapi keadaan memaksanya.


Jenderal pada Divisi Naga sudah mendesaknya untuk memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai Lintang Sendira. Mereka bahkan menyuruh Liao Chun dan keempat rekannya untuk menyusup ke rumah target. Jika mereka sudah ketahuan oleh musuh, maka Liao Chun dan rekannya bisa sekalian berhadapan langsung dengan mereka.


Ketujuh orang tersebut pun berjalan menuju ke gerbang rumah. Meski rumah ini dikelilingi dengan tembok setinggi empat meter, tetapi tinggi gerbangnya hanya tiga meter saja. Sebuah kamera pengawas terlihat di dekat gerbang. Karena musuh sudah mengatahui mereka, maka ketujuh orang tersebut tidak memedulikan kamera tersebut. Mereka bersiap untuk menaiki gerbang tersebut.


Namun, ketika mereka akan naik, tiga ekor kucing tiba-tiba keluar dari semak-semak. Adam Martin yang melihat hal itu tergerak hatinya untuk membawa ketiga kelinci tersebut ke tempat yang lebih aman. Bagaimanapun juga, tempat ini akan menjadi medan pertempuran. Adam Martin tidak mau jika kucing-kucing ini sampai terluka.


"Hey kitty, come here. Tempat ini berbahaya untuk kalian. Kalian harus pergi dari sini. Setelah tugasku berhasil, aku akan membelikanmu makanan lezak," bujuk Adam Martin yang berusaha mengambil kucing-kucing tersebut.


Namun, ketika Adam Martin tinggal beberapa langkah lagi menuju ketiga kucing tersebut, tubuhnya tiba-tiba tersungkur di tanah. Hal itu mengagetkan Bob Stanley yang merupakan rekan Adam Martin.


"Adam," teriak Bob Stanley sembari mendekati rekannya. Bob Stanley pun mengecek keadaan Adam Martin yang sekarang sudah pingsan. Tidak ada satu luka pun di tubuh Adam Martin. Napasnya masih teratur, tidak ada tanda-tanda keracunan. Namun, ketika Bob Stanley memanggil dan menggoyang-goyangkan tubuh Adam Martin, rekannya itu tidak memberikan respon sama sekali.


"Semua ambil posisi!" perintah Liao Chun.


Seluruh anggota Divisi Naga langsung mengeluarkan senjata masing-masing. Mereka langsung berkerumun dengan menempelkan punggung masing-masing. Dengan begini, mereka bisa mengawasi lima arah dalam satu waktu serta melindungi rekan mereka.

__ADS_1


"Hey CIA, bagaimana keadaan rekanmu?" tanya Liao Chun.


"Dia pingsan. Tidak ada luka di tubuhnya, tidak ada tanda keracunan karena gas beracun."


"Bagaimana mungkin dia pingsan begitu saja. Kita harus mencari tahu siapa yang menyerangnya," ucap Ye Cai.


"Semua tetap jaga kewaspadaan kalian. Kita tidak tahu dari mana musuh menyerang," ucap Long Jie menginginkan rekannya.


Tidak lama setelah Long Jie berucap demikian, Ye Cai yang ada di sampingnya tiba-tiba jatuh tersungkur bergitu saja. Hal itu membuat anggota Divisi Naga yang lain menjadi sedikit takut. Musuh berada di dalam kegelapan. Musuh bisa menyerang kapan saja ketika mereka tidak siap.


"Jie'er bagaimana keadaan Caicai?" tanya Liao Chun. Orang yang terdekat dengan Ye Cai adalah Xiao Jun dan Long Jie. Sementara Liao Chun berada di sisi yang berlawanan dengan Ye Cai.


"Dia baik-baik saja, Kapten Liao. Sepertinya dia hanya pingsan. Aku tidak melihat tanda-tanda serangan."


"Jangan turunkan kewaspadaan kalian. Kita tidak tahu bagaimana dan kapan musuh menyerang kita."


Bob Stanley yang melihat orang kedua jatuh langsung tahu bahwa keadaan ini sangat serius. Jika hanya Adam Martin saja yang jatuh dan tidak sadarkan diri, maka Bob Stanley akan berpikir Adam Martin salah makan sehingga dia sekarang pingsan. Atau mungkin ada penyakit Adam Martin yang tidak Bob Stanley ketahui, kambuh.


Bob Stanley pun mengambil sebuah kacamata pengelihatan malam dari kantong miliknya. Dengan kacamata ini, Bob Stanley bisa mengetahui keberadaan musuh dalam kegelapan dengan mudah.


Namun, setelah Bon Stanley melihat ke sekeliling mereka, ia tidak menemukan keberadaan orang lain di sini. Hanya ada mereka bertujuh dan tiga ekor kucing di sini. Sangat tidak mungkin bukan pelakunya adalah kucing?


Bruk.


Kini giliran Lin Tian yang jatuh tersungkur. Sama seperti yang lain, tidak ada tanda-tanda serangan di tubuh Lin Tian. Ia seolah pingsan begitu saja. Ini membuat empat orang yang tersisa semakin tegang. Bisa saja orang selanjutnya yang diincar adalah mereka.


"Hey tahu busuk, apakah kalian bisa mencari solusi mengenai masalah ini?" tanya Bob Stanley. Mereka tidak bisa terus berdiam diri seperti ini. Cepat atau lambat orang keempat akan dijatuhkan oleh musuh. Jadi, mereka perlu sesegera mungkin melumpuhkan musuh ini.


"Jangan-jangan ini adalah ulahmu dan anggota CIA yang lain. Aku tidak percaya jika CIA hanya mengirim kalian berdua saja untuk menjalankan misi ini. Pasti ada rekan kalian yang lain yang sedang bersembunyi dan sekarang menyerang kami," ucap Long Jie.

__ADS_1


Long Jie berpikiran seperti ini karena orang yang pertama kali pingsan adalah Adam Martin. Tidak ada satupun anggota Divisi Naga yang mengecek keadaan Adam Martin. Jadi, mereka tidak tahu apakah Adam Martin hanya berpura-pura pingsan bukan?


Long Jie tahu bahwa misi kali ini bukanlah misi sembarangan. Jika ini adalah misi biasa, pasti yang datang hanya satu atau dua anggota Divisi Naga saja. Namun, markas pusat mengirim mereka berlima untuk mengawasi satu rumah. Inilah yang menjadi alasan Long Jie bahwa CIA juga mengirim cukup banyak anggota.


"Itu tidak mungkin. Kalian jangan memfitnah kami seperti itu. Jangan-jangan yang menyerang adalah anggota kalian sendiri."


Bob Stanley pun mengarahkan pistol miliknya ke arah anggota Divisi Naga. Jika mereka menuduh bahwa penyerang adalah anggota CIA, maka Bob Stanley juga harus memiliki pemikiran yang sama. Bisa saja anggota Divisi Naga adalah pelaku penyerangan ini.


Melihat Bob Stanley melakukan hal itu, ketiga anggota Divisi Naga yang tersisa juga mengarahkan pistol mereka ke arah Bob Stanley. Mereka kembali saling menodongkan pistol sembari menunjukkan ekspresi serius masing-masing.


"Minta rekanmu yang lain untuk mundur. Jika tidak, maka kami akan menembakmu," pinta Liao Chun.


"Kalianlah yang harus melakukan hal itu. Buat rekan kalian menghentikan serangan," jawab Bob Stanley tidak mau kalah.


Ketika suasana semakin tegang, tiba-tiba saja ketiga kucing yang sebelumnya akan diamanlan oleh Adam Martin, kini bergerak di depan kedua kubu. Ketiga kucing itu melihat ke arah Bob Stanley dan anggota Divisi Naga secara bergantian.


"Kalian terlalu bersisik. Sudah saatnya kalian tidur. Dengan begitu, kami bisa bersantai kembali," ucap sebuah suara.


Belum sempat Bob Stanley ataupun anggota Divisi Naga memberikan respon, mereka berempat merasakan angin berhembus mengenai tubuh mereka. Angin itu tidak terlalu kencang. Namun, setelah angin itu mengenai tubuh mereka, rasa kantung yang tidak bisa ditahan, menyerang tubuh mereka.


Sebelum mereka benar-benar pingsan, semua tidak pernah berpikir bahwa yang membuat mereka pingsan adalah seekor kucing. Kucing yang bisa berbicara.


Setelah semua orang pingsan, ketiga kucing tersebut berubah bentuk. Di tempat ketiga kucing tadi berada, sekarang sudah ada dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka mengedarkan pandangan ke arah ketujuh orang yang bergeletakan di tanah. Ada tatapan merendahkan dari ketiga orang tersebut.


"Jika kalian hanya mengawasi, maka kalian akan hidup lebih lama. Namun, kalian justru memilih untuk menyusup ke rumah yang kami jaga. Tentunya kami tidak bisa membiarkan hal itu terjadi," ucap seorang laki-laki berpakaian serba hitam.


Laki-laki itu lalu berjalan mendekati tubuh Adam Martin. Ia lalu menendang tubuh Adam Martin hingga terpental jauh. "Itu untuk makanan busuk yang Kau berikan kepada kami. Sayur sisa milik Bos Besar Seno saja masih jauh lebih lezat dari ayam gorengmu. Apalagi Kau sampai berani memberikan kami makanan yang bercampur air luurmu. Itu sangat menjijikkan."


Laki-laki berpakaian serba hitam itu kembali mendekati tubuh Adam Martin. Ia hendak memberikan beberapa pukulan ke tubuh Adam Martin untuk meluapkan semua amarahnya. Ia sudah menunggu lama untuk bisa memukulu tubuh Adam Martin.

__ADS_1


"Harvey, hentikan!" ucap perempuan berpakaian sebah putih memperingatkan. "Kita masih butuh dia untuk diinterogasi. Kalau Kamu mukulin dia lagi, maka nyawanya akan melayang. Kamu bisa menukuli dia sepuasmu setelah kita mendapatkan informasi dari mereka."


Apa yang dilakukan oleh Adam sebenarnya juga membuat kesal dua orang lainnya. Namun, mereka menahan diri karena mereka tahu ada hal yang lebih penting yang perlu mereka lakukan setelah ini.


__ADS_2