Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 21 Dungeon Level 10 (4)


__ADS_3

“Kita mendapatkan sebuah tameng level 10 tingkat B. Tameng ini memiliki sebuah skill di dalamnya. Norman, tameng ini jelas untukmu. Selain tameng, tidak ada senjata lain. Kita hanya medapatkan kulit, serta tulang dari bos kelinci,” ucap Romi setelah membuka kotak hadiah.


“Mungkin karena kita hanya menantang dungeon tingkat sulit. Jika kita menantang dungeon tingkat sangat sulit atau tingkat neraka, pasti hadiahnya akan lebih bagus dari pada ini,” ucap Hito.


“Sekarang kita masuk saja ke pintu ini. Kita lihat apakah pintu ini akan membawa kita keluar dari dungeon atau justru dungeon ini masih ada kelanjutannya.”


Norman pun membuka pintu di depan mereka. Ternyata pintu tersebut membawa mereka menuju ke ruangan dungeon selanjutnya. Yang lain langsung bersiap dengan senjata masing-masing untuk kembali melawan monster.


Tidak lama kemudian, mereka bertemu dengan monster di dungeon ini. Kali ini monster yang mereka hadapi adalah babi hutan. Babi hutan itu memiliki taring yang cukup tajam sehingga menjadi senjata mematikan bagi para pemain yang tidak berhati-hati.


Seperti sebelumnya, Hito dan Hiro langsung mengarahkan busur mereka ke arah musuh. Setelah melawan bos kelinci bersama, kerja sama di antara mereka sudah terjalin cukup bagus. Dengan cepat mereka melawan babi hutan yang ada di dalam dungeon.


Dua puluh menit kemudian, mereka kembali menemukan sebuah pintu menuju ke ruangan lain. Seperti sebelumnya, mereka berenam beristirahat sejenak untuk mempersiapkan skill mereka yang masih dalam masa tunggu.


“Aku rasa bos yang akan kita hadapi adalah bos babi hutan. Bos ini pasti lebih kuat daripada bos kelinci sebelumnya. Kalian semua sudah siap untuk menghadapinya?” tanya Norman yang sudah menempatkan tangannya di pintu.


“Ya, kami siap. Buka saja pintunya, Norman,” ucap Romi.


“Sekuat apa pun bos kali ini, asalkan kita melawannya bersama-sama, semua akan menjadi lebih mudah,” sahut Tecol.


“Baiklah.”


Norman langsung membuka pintu ruangan itu. Benar seperti dugaannya, bos di ruangan ini memanglah bos babi hutan. Namun, seperti hal bos kelinci, bos babi hutan ini memiliki tinggi tiga meter.


Ketika regu Romi masuk, bos babi hutan itu langsung mengambil ancang-ancang sebelum kemudian berlari ke arah mereka. Padahal, Norman belum menggunakan skill provokasinya untuk mengambil alih perhatian dari bos babi hutan itu. Target dari bos babi hutan itu adalah Romi yang berada di samping Norman.


Melihat hal itu, Norman langsung memakai skill provokasinya untuk mengambil alih agro dari bos babi hutan. Namun, apa yang Norman lakukan itu nampaknya tidak langsung membuat agro bos babi hutan mengarah padanya. Bos monster itu masih tetap mengarah ke Romi dan berhasil menumbruknya.

__ADS_1


Serangan itu membuat Romi terpental sejauh lima meter. Romi yakin serangan tadi benar-benar seperti kejadian nyata. Ini sama dengan kecelakaan yang pernah Romi alami di dunia nyata. Benar-benar menyakitkan.


[-565]


Serangan itu langsung menguras dua puluh persen darah dari Romi. Melihat hal itu, Tecol langsung merapal matra untuk menyembuhkan Romi. Yang lain tidak tinggal diam. Mereka juga mulai menyerang bos babi hutan untuk melukainya. Mereka tidak bisa membiarkan bos babi hutan itu menyerang kembali Romi yang masih tergeletak di tanah.


“Romi, apakah Kamu baik-baik saja?” tanya Norman yang sekarang berhasil menarik agro bos babi hutan kepadanya.


“Aku baik-baik saja. Kalian semua perlu berhati-hati. Sepertinya bos kali ini akan sering melompat-lompat agronya. Jadi, kalian semua harus bersiap. Jika agro dari bos babi hutan ini mengarah ke kalian, maka kalian harus bergegasa menuju ke arah Norman,” jelas Romi.


“Tentu saja.”


Mereka berenam kembali fokus menyerang bos babi hutan. Kali ini Norman lebih fokus dalam menghadapi bos babi hutan di depannya. Sebagai seorang tank, Norman harus terus menjaga agro dari bos babi hutan ini agar tidak berpindah ke rekannya yang lain.


Nampaknya agro dari bos babi hutan ini tidak lagi melompat-lompat. Hingga darahnya berkurang lebih dari tiga puluh persen, bos babi hutan itu masih memfokuskan serangannya ke arah Norman. Kemungkinan besar bos babi hutan itu menyerang seseorang secara acak hanya pada awal saja. Meski demikian, Norman tidak sedikit pun mengendorkan kewaspadaannya.


Benar saja, sekarang ini pola serangannya berubah. Jika bos kelinci sebelumnya menyemburkan api, maka bos babi hutan ini menggunakan tanah sebagai serangannya. Hentakan tubuhnya membuat tanah di sekitar mereka berubah menjadi runcing. Tanah itu menyerang keenam orang itu tanpa pandang bulu.


Karena mereka sudah lebih siap, mereka akhinya melompat menghindari serangan dari bos Babi hutan tersebut. Di sini, Tecol menggunakan skill yang ia simpan untuk menjadi kartu asnya. Skill ini memiliki jeda penggunaan yang cukup lama. Jadi, Tecol harus pandai dalam menentukan momen yang tepat untuk menggunakannya.


[Skill aura alam. Level C level 1 keahlian 25%. Jika dipakai bisa manambah darah dari anggota regu sebanyak 5 setiap detiknya. Membutuhkan 30 MP. Batas penggunaan 1 menit. Jeda 30 menit.]


Dengan skill ini, Tecol bisa menyembuhkan anggota regunya secara bersamaan. Jika saja jedanya lebih dari tiga puluh menit, maka Tecol akan sering menggunakan skill ini. Sekali pakai, darah dari semua anggota regunya bisa bertambah sebanyak 300.


Kali ini regu mereka hanya mengandalkan serangan dari Hito dan Hiro. Hanya mereka berdua yang bisa menyerang dari jarak jauh dan juga menghindari serangan dari bos babi hutan. Romi dan Dodon sama sekali tidak bisa mendekat ke arah bos babi hutan. Ini karena di dekat bos babi hutan, serangan tanah runcing lebih banyak lagi.


Meski hanya Hito dan Hiro saja yang menyerang, darah dari bos babi hutan masih tetap menurun dalam jumlah banyak. Mereka berdua bergantian mengeluarkan skill masing-masing untuk memberikan luka yang besar kepada bos babi hutan.

__ADS_1


Pada akhirnya, Romi menemukan cela untuk bisa mendekat dan menyerang bos babi hutan. Ia menebas tanah runcing yang ada sehingga tanah tersebut menjadi tumpul, lalu menjadikannya sebagai pijakan. Dengan begini, baik Romi mau pun Dodon bisa menyerang bos babi hutan tersebut dari jarak dekat.


Dengan taktik baru ini, mereka akhirnya bisa menurunkan darah dari bos babi hutan itu dengan cepat. Ketika darah dari bos babi hutan itu tersisa sepuluh persen, bos babi hutan kembali melakukan serangan yang sama dengan bos kelinci, dia memanggil anak buahnya untuk membantu melawan regu Romi.


Keenam orang tersebut kembali melakukan taktik yang sama dengan taktik ketika melawan bos kelinci. Satu orang tetap menurunkan darah bos, sementara yang lain membunuh sepuluh babi hutan kecil yang dipanggil oleh bos.


Dalam waktu singkat, mereka berenam akhirnya berhasil membunuh bos babi hutan. Hal ini membuat mereka semua bernapas lega. Ketakutan mereka mengenai agro bos babi hutan yang kembali melompat-lompat ternyata tidak terjadi.


“Sekarang mari kita lihat apa yang kita dapatkan dari bos babi hutan ini,” ucap Romi yang sekarang membuka kotak hadiah.


“Rupanya kita mendapatkan satu senjata lagi. Ini sangat cocok dipakai oleh Dodon. Sebuah sarung tangan yang memiliki cakar di ujung jarinya. Ini akan meningkatkan seranganmu. Selain itu, kita juga mendapatkan satu pedang pendek, pedang ini cocok untukmu, Norman. Yang lainnya tidak terlalu menarik, hanya drop biasa.”


“Apakah ini bos terakhir dari dungeon ini?” tanya Norman yang sekarang tengah melihat ke arah pintu yang muncul setelah mereka membunuh bos babi hutan.


“Aku rasa ini adalah bos terakhir. Sampai level sepuluh, monster yang aku temui hanya kelinci dan babi hutan. Aku yakin pintu itu akan membawa kita keluar dari sini,” ucap Hito.


“Kalau begitu ayo kita lihat. Jika pintu itu adalah pintu keluar, maka kita tidak perlu bertarung lagi. Setelah ini kita akan beristirahat dulu sebelum kembali melanjutkan menantang dungeon tingkat sangat sulit, tetapi sebelum itu kita perlu merekrut satu orang lagi untuk membantu kita melawan monster.”


“Aku rasa kita membutuhkan seseorang yang bisa melakukan serangan jarak jauh. Kalianlihat sendri tadi, rintangan yang diberikan oleh bos di dungeon ini cukup menyulitkan bagi penyerang jarak dekat,” jelas Hito.


“Ya itu benar. Apakah kita akan merekrut pemanah lagi?”


“Aku rasa tidak harus seorang pemanah. Seseorang dari Ras Beastman pun tidak masalah. Kita cari seseorang dari Ras Beastman yang bisa melakukan serangan jarak jauh. Aku yakin akan ada pemain seperti itu. Jika memang tidak ada, terpaksa kita akan merekrut seseorang dari Ras Elf.”


Meskipun Dodon adalah Ras Beastman, tetapi Dodon lebih menyukai melakukan serangan jarak dekat. Hal itu membuat skill yang dimiliki oleh Dodon hanya skill yang membutuhkan jarak dekat untuk bisa melukai lawannya.


“Baiklah. Kita akan mengikuti saran Hito. Jika kita tidak bisa menemukan seorang Beastman yang bisa melakukan serangan jarak jauh, maka kita akan mengundang seorang Elf untuk bergabung di regu kira,” jelas Romi.

__ADS_1


__ADS_2