Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 50 Martabak Manis


__ADS_3

Dalam duel keduanya, lawan yang Lintang hadapi adalah pemain dari Ras Natra, sama seperti ras yang dipilih Lintang. Setelah tahu lawannya bukan pemain dengan Ras Elf yang menyebalkan, Lintang kembali memakai pedang tingkat B miliknya. Lintang yakin pemain kali ini bisa menjadi lawan tanding yang membantunya dalam mengembangkan teknik bertarung.


"Martabak Manis? Ada apa dengan semua orang. Kenapa lawan-lawanku dalam duel semua membahas makanan. Sebelumnya Makan Bang menjadi lawanku sekarang Martabak Manis."


Lintang menggelengkan kepalanya pelan setelah membaca nama game dari lawannya. Memang Galaxy Wars tidak membatasi penggunaan nama untuk para pemain. Mereka bebas menggunakan nama apa saja, asalkan nama itu belum dipakai oleh pemain lain. Jadi, tidak heran ada yang memakai nama makanan sebagai nama game mereka.


"Kamu Bintang bukan? Sebelumnya pertarunganmu dengan Makan Bang cukup menarik. Memang serangan akhirmu itu cukup hebat, tetapi semua itu karena perlengkapan yang Kamu pakai. Aku yakin teknik bertarungmu tidak sebagus itu," ucap Martabak Manis.


Martabak Manis mendengar cukup banyak pujian dari beberapa pemain. Mereka mengatakan bahwa Lintang adalah pemain Ras Natra terkuat di Galaxy Wars. Sebagai pemain dari ras yang sama, tentu sana Martabak Manis tidak terima dengan hal itu. Martabak Manis juga ingin disebut sebagai pemain Ras Natra terkuat.


Oleh karena itu, Martabak Manis ingin mengalahkan Lintang. Untuk saja sistem game membuatnya melawan Lintang pada pertarungan tunggal ini. Dengen begitu, Martabak Manis memiliki kesempatan untuk membuktikan kepada semua orang bahwa ia lebih kuat daripada Lintang.


"Jika Kamu berani, lawan aku dengan senjata biasa, jangan menggunakan senjata tingkat S milikmu itu," tantang Martabak Manis.


"Apakah Martabak Manis bodoh? Kenapa dia mengatakan hal seperti itu? Lihat saja, Bintang tidak memakai senjata tingkat S miliknya." Salah satu pemain mengomentari perkataan Martabak Manis.


"Aku rasa, Martabak Manis takut kalah dengan sekali serang. Jika seperti itu, maka dia akan sangat malu. Mangkanya dia meminta Bintang untuk tidak memakai senjata tingkat S miliknya. Setidaknya Makan Bang sudah melawan Bintang sebelum mati dengan sekali tebasan. Aku yakin Martabak Manis ingin menunjukkan kempuannya di depan semua pemain," sahut pemain lainnya.


Lintang menggelengkan kepalanya. Lintang tidak menyangka kembali menghadapi pemain sombong. "Aku tidak akan menggunakan senjata tingkat S milikku. Aku harap Kamu bisa memberuku pertarungan yang menyenangkan," ucap Lintang.


Tidak lama kemudian, aba-aba dimulainya pertarungan terdengar. Tanpa banyak bicara lagi, Lintang langsung berlari mendekati Martabak Manis. Sembari berlari, Lintang juga mengayunkan pedang miliknya.


Martabak Manis juga tidak mau kalah, ia juga berlari mendekat ke arah Lintang. Martabak Manis mengayunkan pedang miliknya untuk menangkid serangan yang Lintang berikan. Serangan oertama Lintang berhasil Martabak Manis tangkis dengan mudah.


Sorak sorai beberapa pemain yang menonton mulai terdengar. Kebanyak dari mereka meneriakkan nama Lintang untuk memberikan semangat. Martabak Manis yang mendengar hal itu tentu saja menjadi marah. Ia tidak mendengar satu pun pemain yang mendukungnya, padahal dirinya juga sudah memenangkan pertarungan sama seperti Lintang.

__ADS_1


Serangan Martabak Manis menjadi lebih membabi buta mendengar sorak sorai itu. Ia mengayunkan pedangnya dengan cepat untuk menyerang Lintang. Martabak Manis bahkan menghiraukan pertahannya. Bagi Martabak Manis, karena Lintang tidak menggunakan senjata tingkat S, ia masih memiliki kesempatan mengalahkan Lintang.


Sayangnya, apa yang Martabak Manis harapkan tidak terjadi. Lintang masih bisa dengan mudah menghindari serangan Martabak Manis. Sesekali Lintang juga akan menangkid serangan Martabak Manis. Tidak hanya itu, dia juga mulai menyerang bagian tubuh Martabak Manis yang tidak terlindungi.


Semakin lama, stamina Martabak Manis mulai menurun. Ini karena Martabak Manis tidak mencoba untuk mengatur tempo serangan. Selagi tangannya masih bisa mengayunkan pedang dengan kuat, maka ia akan melakukannya.


Hal itu dimanfaatkan oleh Lintang dengan baik. Lintang mengayunkan pedangnya dengan cukup kuat. Hal itu memaksa Martabak Manis untuk menangkis serangan itu. Meski Martabak Manis berhasil menangkisnya, tetapi tubuhnya terdorong kebelakang akbat menahan serangan.


"Meski mati di arena pertarungan tidak memiliki hukuman, tetapi Kamu harus tetap bertarung dengan mempertahankan nyawamu. Jika Kamu bertarung membabi buta tanpa memedulikan pertahanan, Kamu tidak akan bisa bertahan lama di medan perang. Seharusnya di arena pertarungan ini, Kamu belajar bagaimana mempertahankan nyawamu."


Lintang tidak menyukai gaya pertarungan Martabak Manis. Harus Lintang akui, serangan Martabak Manis memang cukup kuat. Serangan itu, berhasil membuat Lintang merasakan pertarungan yang sebenarnya. Sayangnya, serangan kuat dari Martabak Manis tidak dibarengi dengan pertahanan yang kuat juga.


"Cih." Martabak Manis langsuh berdecih mendengar ucapan Lintang. "Hanya karena Kamu lunya senjata tingkat S dan berhasil mendorongku mundur, itu tidak membuat Kamu berhak mangatur gaya bertarungku. Suka-suka aku dong mau bertarung dengan cara apa."


"Lagi pula, dalam perang aku bisa meminta bantuan pemain Ras Trunes untuk menyembukanku. Lalu, akan ada pemain dari Ras Jemuor yang membantu pertahanan. Jadi, aku tidak perlu memedulikan pertahananku. Aku hanya perlu menyerang dengan kekuatan penuh saja."


Sedangan Lintang sendiri, ia tahu bahwa dirinya tidak akan selalu berada di dalam regu ketika bertarung. Maka dari itu, ia menyeimbangkan semua kemampuan miliknya. Daya serangan, kelincahan, dan pertahanan.


"Sekarang, terima seranganku ini. Tebasan beruntun."


[Skill tebasan beruntun tingkat C level 4 keahlian 90%. Jika dipakai, maka akan memunculkan belasan tebasan pedang ke lawan. Memiliki kesempatan membuat lawan berdarah. Membutuhkan 25 MP. Batas penggunaan 5 menit. Jeda 5 menit]


Martabak Manis mengayunkan pedangnya lebih cepat dari pada sebelumnya. Sekarang, Lintang dihujani serangan Martabak Manis. Yang bisa Lintang lakukan hanyalah bertahan dan menangkid sebanyak mungkin serangan dari Martabak Manis.


Meski banyak serangan yang berhasil Lintang tangkis, tetapi masih ada serangan yang berhasil melukainya. Dengan sedikit tergesa-gesa, Lintang meminum ramuan penambahan darah miliknya. Meskipun darahnya belum berada di tingkat berbahaya, tetapi Lintang ingin lebih siap. Serangan dari Martabak Manis tadi berhasil mengurangi sepertiga dari darah miliknya.

__ADS_1


"Akan sangat tidak sopan jika aku tidak membalas seranganmu ini. Maka dari itu, aku akan membalas seranganmu ini. Tebasan mutlak."


Lagi-lagi Lintang menggunakan skill pamungkas miliknya. Skill ini bisa memberikan luka yang besar ketika Lintang menggunakan senjata tingkat S. Sekarang, Lintang hanya menggunakan senjata tingkat B, jadi luka yang Lintang berikan tidak akan terllau besar.


Meski begitu, Lintang berhasil membuat Martabak Manis mendapatkan luka kritis. Ini karena pertahanan dari Martabak Manis sangatlah minim. Selain baju zirah, tidak ada pertahanan lain yang dimiliki oleh Martabak Manis.


[Critical hit -985]


[Critical hit -895]


[Critical hit -850]


[Critical hit -800]


Setelah melakukan serangan ini, darah Martabak Manis tidak langsung habis begitu saja. Maka dari itu, Lintang melakukan serangan keduanya. Kali ini Lintang menggunakan skill tebasan beruntun, skill yang sama dengan yang dipakai Martabak Manis sebelumnya.


Jika skill tebasan beruntun milik Martabak Manis berada di level 4, dan sebentar lagi naik ke level 5, maka level skill milik Lintang sudah berada di level 6. Hal ini membuatluka yang Lintang hasilkan dari serangan ini, jauh lebih besar daripada luka yang diakibatkan oleh serangan Martabak manis.


Dua skill beruntun yang Lintang lakukan ini tidak langsung membuat Martabak Manis langsung mati. Masih ada sedikit darah yang tersisa. Lintang tidak tinggal diam, ia kembali mengayunkan pedang miliknya ke arah Martabak Manis. Serangan ini akan menjadi serangan penentu. Jika Lintang meleset dan tidak berhasil menghabisi Martabak Manis, maka Martabak Manis akan memiliki kesempatan untuk meminum ramuan penambahan darah. Tentu saja Lintang tidak mau itu terjadi.


Tuk. Bruk.


Suara benda terjatuh terdengar di arena pertarungan. Tidak lama kemudian, terdengar sorak sorai para pemain. Mereka semua meneriakkan nama Lintang dengan penuh semangat. Lintang akhirnya bisa menghabisi Martabak Manis. Serangan terakhirnya itu berhasil memenggal kepala Martabak Manis.


"Sudah aku bilang, Bintang adalah pemain hebat. Lihat saja, tanpa menggunakan senjata utamanya, Bintang berhasil membunuh Martabak Manis. Itu tandanya Bintang juga memiliki kemampuan, dia tidak hanya mengandalkan senjata miliknya saja."

__ADS_1


"Pertarungan Bintang kali ini lebih menyenangkan daripada pertarungan Bintang sebelumnya. Aku tidak sabar untuk melihat pertarungan Bintang yang lain. Mungkin aku bisa meniru teknik bertarungnya. Sejauh ini, skill yang Bintang pakai adalah skill umum yang dimiliki oleh semua orang. Jadi, teknik bertarung Bintang bisa kita tiru dengan mudah."


Lintang sendiri merasa cukup puas dengan duel keduanya ini. Lawan yang ia hadapi membuatkeduanyany Lintang bisa menikmati pertarungan dengan baik. Lintang masih ingin melawan banyak pemain untuk menambah pengalaman. Oleh karena itu, Lintang masih tetap melanjutkan pertarungan miliknya.


__ADS_2