
Lintang lalu menyusuri reruntuhan itu bersama yang lain. Namun, rombongannya jauh lebih banyak daripada sebelumnya, meskipun Dolan, Noval, Jasmine, dan Rarae belum kembali bergabung dengan rombongannya.
Ada sepuluh orang anak buah Seno yang sekarang mengikuti Lintang. Mereka bisa membantu Lintang jika ada sesuatu yang tidak bisa diatasinya. Selain itu, Momoy juga masih ikut dalam rombongannya.
Untuk Luna sendiri, dia sekarang berada sangat dekat dengan Lintang. Jarak mereka hanya terpisahkan satu langkah saja. Apa yang Luna lakukan ini seperti anak bebek yang mengikuti induknya.
Tidak mengherankan juga Luna bersikap demikian. Meski sekarang Luna memiliki tubuh dewasa, tetapi pemikirannya masihlah seperti anak kecil. Jadi, Luna pasti menganggap Lintang adalah keluarganya karena Lintang-lah kerabat dekat yang pertama kali ia lihat.
Selama dalam perjalan menyusuri reruntuhan itu, Lintang mengajati Lintang berbicara. Perkembangan Luna dalam berbicara meningkat sangat pesat. Ini berarti Luna memiliki kecerdasan serta daya ingat yang cukup tinggi.
Sesekali Momoy juga akan membantu Lintang dalam mengajari Luna berbicara. Namun, setiap kali Momoy berbicara, Luna seakan tidak memedulikan Momoy. Luna hanya mau berbicara dan menirukan apa yang Lintang ajari. Hal itu membuat Momoy kesal dan hanya cemberut selama dalam perjalanan.
"Kita sudah sampai di dasar. Rupanya reruntuhan ini hanya berjumlah tiga lantai ke bawah saja. Kita tidak menemukan adanya anak tangga lagi di sini," ucap Azkareia yang memimpin rombongan.
Jangan menganggap bahwa tiga lantai ke bawah ini sangat dangkal. Tidak, itu sama sekali tidak benar. Setiap lantai yang ada di reruntuhan ini, langit-langitnya memiliki tinggi dua belas meter. Tidak hanya itu, Lintang juga memperkirakan ada jarak sekitar lima meter antar ruangan.
Tiga lantai saja sudah membuat reruntuhan ini memiliki kedalaman tiga puluh enam meter. Jika ditambah dengan jarak antar lantai, keseluruhan reruntuhan ini memiliki kedalaman lima puluh datu meter, dihitung dari puncak gunung.
Lantai yang ada di bawah ini memiliki beberapa sekat-sekat. Mungkin ruangan di sini dibuat seperti ini untuk membantu menopang beban di atasnya. Lintang lalu membuka salah satu ruangan yang ada di sana.
Di ruang ini, Lintang menemukan berbagai buku yang bahasanya tidak Lintang ketahui. Bersamaan dengan Lintang memasuki ruangan yang kemungkinan besar adalah perpustakaan, Lintang mendengar pemberitahuan dari Sistem.
[Ding]
[Selmat Host, telah menemukan perpustakaan Ras Loexvres Drozxuo. Semua buku yang ada di sini, akan disalin dan diletakkan di perpustakaan. Para pemain baru bisa mengakses buku-buku ini jika penelusuran reruntuhan ini sudah selesai dilakukan. Host, minta para pemain untuk mempelajari semua buku ini dan mengungkap apa yang tertulis di dalamnya.]
"Koleksi buku baru rupanya," gumam Lintang.
Lintang lalu membuka salah satu buku yang ada di sana. Bingung, itulah yang Lintang rasakan ketika melihat buku tersebut. Lintang sama sekali tidak memahami apa yang ada di sana. Huruf-huruf di buku ini sangat berbeda dengan huruf-huruf yang dipakai di Planet Bumi.
Jika bahasanya saja sulit Lintang mengerti, bagaimana bisa ia mempelajari buku ini? Apalagi tanpa didampingi oleh seorang guru. Bisa saja Lintang salah mengartikan apa yang ada di dalamnya dan membuat pemahamannya sangat jauh berbeda dari informasi yang asli.
__ADS_1
[Host, jika Host ingin memahami semua tulisan yang ada di buku itu, Sistem dapat membantumu.]
"Benarkah?" Mata Lintang langsung berbinar mendengar perkataan Sistem. Ia tidak menyangka Sistem miliknya ini akan berinisiatif untuk membantunya.
[5.000.000 poin game untuk memahami bahasa milik Ras Loexvres Drozxuo.]
[L-lima juta poin? Apakah Kamu ingin merampokku, Sistem? Lima juta poin tidaklah sedikit. Bagaimana bisa Kamu meminta poin sebanyak itu?" protes Lintang.
Barang termahal yang Sistem jual saat ini hanya beberapa ratus ribu poin. Belum ada satu pun barang yang memiliki harga mencapai satu juta poin. Sekarang, Sistem langsung memintanya membayar lima juta poin?
[Jangan protes seperti itu dulu Host. Membuat Host mempelajari bahasa baru, apalagi bahasa yang tidak pernah diketahui oleh manusia Planet Bumi, sudah pasti tidak mudah. Harga ini adalah harga yang sangat wajar, Host. Jadi, Host tidak perlu merasa bahwa ini terlalu mahal.]
"Ya sudah berikan itu kepadaku," pinta Lintang. Tidak ada pilihan lain untuk Lintang. Satu-satunya yang bisa membantu Lintang memahami buku-buku ini hanya Sistem. Jadi, berapa pun harga yang Sistem berikan, Lintang harus menerimanya.
[Ding]
[5.000.000 poin game telah diambil dari poin game milik Host.]
[Ding]
Setelah pemberitahuan itu selesai, Lintang merasakan kepalanya sendikit pusing. Berbagai macam informasi masuk ke dalam kepalanya. Informasi itu terlihat baru, tetapi juga itu terlihat informasi yang sudah lama Lintang miliki. Dengan informasi ini, Lintang bisa lebih memhami buku-buku di depannya.
"Pendekatan Ilmu Pembangunan Rune Teleportasi, Oleh Xogh'rem Dovu'est."
Mata Lintang melebar setelah membaca judul dari buku itu. Rune teleportasi? Jadi, Ras Loexvres Drozxuo bisa membuat sesuatu seperti Rune teleportasi?
[Ding]
[Selamat Host, telah menemukan teknik dasar pembangunan tune teleportasi. Selamat Host rune teleportasi telah ditambah ke dalam daftar bangunan yang di jual di dalam game.]
"Eh, sekarang aku bisa membuat rune teleportasi? Untuk apa rune ini Sistem? Apakah ini bisa menteleportasikan manusia di Planet Bumi menuju ke Planet Mars dengan cepat?" tanya Lintang.
__ADS_1
Jika rune teleportasi ini bisa dipakai untuk memindahkan manusia di Planet Bumi ke Planet Mars, maka Lintang bisa segera mencoba meningkatkan tubuh manusia menggunakan teknologi tabung yang ia temukan. Persiapan perang juga bisa Lintang lakukan lebih matang lagi.
[Sayangnya itu tidak bisa terjadi, Host. Tubuh manusia Planet Bumi masih sangat lemah. Mereka tidak akan kuat menahan perubahan ruang yang begitu cepat, ketika teleportasi dilakukan. Selain itu, rune teleportasi ini hanya bisa dilakukan di satu planet yang sama, tidak bisa digunakan untuk teleportasi antar planet.]
"Lalu, kenapa Kamu bisa menteleportasikan tubuh asliku ke sini? Tidak hanya itu, keluargaku juga Kamu teleportasikan ke sini. Bisakah Kamu membantu manusia di Planet Bumi bertelrportasi ke Planet Mars?" tanya Lintang.
[Itu tidak bisa, Host. Ini adalah teknologi milik Ras Hujole, tidak bisa diberikan kepada ras lain begitu saja. Lalu, orang-orang yang Sistem teleportasikan ke Planet Mars, adalah mereka yang membantu Host untuk meningkatkan kekuatan manusia di Planet Bumi. Memindahkan mereka tidak membutuhkan energi terlalu besar. Namun, jika Host meminta Sistem menteleportasikan sebagian besar manusia di Planet Bumi, itu tidak bisa dilakukan.]
"Seperti itu rupanya. Itu berarti aku bisa memasang rune teleportasi ini di setiap kota yang sudah aku bangun di Planet Mars, bukan?"
[Ya. Host bisa melakukan itu.]
"Baguslah. Ini saja sudah sangat bagus. Dengan begini, para pemainku bisa berpindah dari satu kota ke kota lain dalam sekejap. Jika terjadi perang, akan sangat mudah dalam mengumpulkan para pemain."
Pemain dari Galaxy Wars menyebar di dua kota utama. Sekarang, dengan adanya kota baru di dekat reruntuhan, para pemain akan lebih menyebar lagi. Dengan adanya rune teleportasi ini, mobilisasi pemain di antara tiga kota akan jauh lebih mudah lagi.
Lintang lalu melanjutkan membaca judul buku yang ada di sana. Meski Lintang tidak membaca keseluruhan isi, tetapi Lintang bisa mempelajari hal baru di sana. Hanya saja, jika buku itu berisi catatan sejarah, Lintang tidak bisa secara otomatis mengetahui isinya. Ia lerlu membaca buku tersebut layaknya buku pada umumnya.
Banyak pengetahuan baru yang Lintang dapatkan di sini. Teknik membangun rumah, teknik berternak, teknik bercocok tanam, semua ada di sini. Namun, Lintang belum menemukan buku yang menarik, yang bisa memberikannya kekuatan selayaknya buku rune teleportasi sebelumnya.
"Masih ada ribuan buku di sini. Tidak hanya buku pengetahuan, aku bahkan bisa menemukan buku hiburan seperti halnya novel di sini. Lalu, letak dati buku-buku ini bercampur datu sama lain. Sepertinya Ras Loexvres Drozxuo lebih suka sesuatu yang merepotkan. Bagaimana bisa mereka menemukan buku yang mereka butuhkan di perpustakaan yang seperti ini," gumam Lintang.
Lintang bersyukur perpustakaan di Planet Bumi tersusun rapi berdasarkan bidang keilmuan dan diurutkan berdasarkan judul. Dengan begitu, Lintang lebih cepat menemukan buku yang ia inginkan. Namun, pemilik perpustakaan ini rupanya tidak memiliki pemikiran seperti itu.
"Lebih baik aku simpan semua buku ini dan membacanya pelan-pelan," gunam Lintang.
"Azka, bisakah Kamu meminta yang lain untuk datang dan membantuku membawa semua buku ini?" pinta Lintang.
"Tentu, Lintang. Aku akan memanggil yang lain."
Meski Sistem mengatakan bahwa buku-buku ini sudah memiliki salinan di perpustakaan para pemain, Lintang ingin menyimpan salinan asli buku ini. Ia tidak mau buku asli ini dimiliki oleh para pemain. Mungkin akan ada satu dua buku yang tidak Lintang temukan di perpustakaan para pemain.
__ADS_1
"Eh ... ini," ucap Lintang sedikit terkejut ketika membaca judul buku di tangannya. Buku ini tidak kalah hebatnya dengan buku rune teleportasi. Setelah membaca buku ini, Lintang ingin sekali meningkatkan kekuatan tubuhnya agar bisa memakai kemampuan dari buku ini.