
Kapten Y memandangi hiasan yang ada di kastil ini dengan seksama. Kapten ingin tahu mengenai kepribadian dari pemilik kastil ini, dari hiasan yang dia pajang. Kapten Y yakin sedikit banyak ia bisa menemukan informasi melalui hiasan di sini.
Kebanyakan hiasan yang ada di sini adalah lukisan yang menggambarkan pemandangan suatu daerah, atau yang biasa disebut sebagai landscape. Namun, Kapten Y sama sekali tidak mengenali lukisan yang ada di sana. Apa yang tergambar di sana seperti dunia baru yang tidak pernah Kapten Y lihat.
Namun, dari semua lukisan yang ada di sini, Kapten Y bisa menyimpulkan bahwa pemilik kastil ini adalah orang yang cukup tenang. Dia bukanlah orang dengan kepribadian keras. Meski begitu, Kapten Y ini bukan sepenuhnya kepribadian dari pemilik kastil. Mungkin setelah bertemu dengannya, Kapten Y bisa menyimpulkan kepribadian dari pemilik kastil.
“Walikota Star sudah menunggu Anda di taman. Dari sini, Anda bisa langsung menemui Walikota Star, Kapten Y.”
Suara penjaga yang mengantarkan Kapten Y kemari, membuat Kapten Y teringat akan tujuannya. Sekarang, mereka berdua sudah berada di pintu masuk sebuah taman bunga. Keberadaan taman bunga dengan dedaunan berwarna hijau, terlihat cukup kontras dengan tanah di Planet Mars yang merah.
“Baiklah. Terima kasih sudah mengantarkanku kemari,” ucap Kapten Y.
Sebelum penjaga itu pergi, Kapten Y memberikannya sebuah kantong kecil berisi uang di dalam game. Kapten Y berharap, dengan uang ini, ia bisa membangun hubungan baik dengan para penjaga. Jika mereka memiliki hubungan baik, maka hari-hari Kapten Y dan timnya di dalam game, akan lebih baik lagi.
Ini adalah game yang mirip dengan dunia nyata. Kapten Y rasa menyuap penjaga ini dengan uang adalah pilihan yang bagus. Namun, penjaga itu tidak menerima uang pemberian dari Kapten Y. ia justru tidak mengangkat sebelah alisnya, seolah tengah mengejek Kapten Y sekarang.
“Apakah ini kurang? Ini berisi sepuluh ribu starling.”
Sepuluh ribu starling sama dengan dua juta rupiah. Ini adalah uang game yang berhasil Kapten Y kumpulkan dari iuran seluruh anggotanya. Menurutnya, uang sebanyak ini sudah cukup untuk penjaga di depannya ini. Bagaimana mungkin dia meremehkan uang ini?
“Bukannya aku tidak mau menerima uangmu itu, tetapi itu tidak ada artinya untukku. Jika Kamu ingin menyuapku, mungkin Kamu bisa memberikan seratus wortel yang diproduksi oleh PH Farm. Jika Kamu bisa memberikannya, mungkin aku akan memberikan informasi baik kepadamu.”
Setelah berucap demikian, penjaga itu langsung pergi meninggalkan Kapten Y. Penjaga itu sama sekali tidak memedulikan respon apa yang akan Kapten Y berikan karena ucapannya. Baginya, uang di dalam game tidak memiliki arti.
“Wortel dari PH Farm? Bagaimana mungkin karakter yang bukan pemain mengetahui mengenai produk sayuran yang ada di dunia nyata? Martin mengatakan karakter yang bukan pemain dalam game seperti ini biasanya mengikuti program. Cara mereka bertindak semua berdasarkan alur cerita.”
“Jika tidak salah ingat, game ini mengisahkan para pejuang dari planet lain yang mengungsi ke tata surya. Mereka lalu membantu penduduk Planet Bumi untuk melawan penjajah yang ingin menghancurkan seluruh peradaban, Ras Mogoley. Jadi, kenapa penjaga tadi memintaku memberinya wortel dari PH Farm?”
__ADS_1
Kapten Y merasa ada alasan kenapa karakter di dalam game ini bertindak tidak sesuai alur. Lalu, game ini juga terasa sangat nyata. Jiwa penasaran dalam diri Kapten Y terusik dengan semua ini. Ia ingin sekali mengungkapkan rahasia di balik semua ini.
Namun, ia masih harus menemui Walikota Star. Kapten Y perlu tahu apa yang Walikota Star inginkan darinya sehingga ia dipanggil ke kastil. Untuk urusan yang lain, Kapten Y akan menyelidiki lebih lanjut mengenai hal ini dengan timnya yang lain.
…
Lintang duduk di gazebo yang ada di taman kastil. Di sampingnya sudah ada Jasmine dan Momoy yang ikut bersantai di sini. Di depan mereka sekarang sudah ada beberapa makanan yang Jasmine dan Momoy bawa dari kedai.
Sedari tadi, Lintang sudah merasakan keberadaan Kapten Y. Lintang membiarkan saja ketika Kapten Y hanya berdiam diri di depan pintuk masuk taman. Entah apa yang Kapten Y pikirkan, Lintang hanya bisa menunggunya hingga nanti Kapten Y menemuinya.
Bagaimanapun juga, Lintang adalah seorang walikota di sini. Selain itu, Lintang juga merupakan developer dari game ini. Ada wibawa yang harus Lintang jaga. Lintang harus tetap membuat dirinya memiliki kekuasaan di sini.
Jika dirinya langsung menemui Kapten Y sekarang, maka wibawa Lintang akan berkurang. Tidak hanya itu, Lintang juga akan terlihat sangat membutuhkan bantuan dari Kapten Y. Meski kenyataannya demikian, Lintang tidak mau membuat dirinya terlihat lemah dengan menemui Kapten Y secara terburu-buru.
Tidak lama kemudian, Kapten Y masuk ke dalam taman. Dia mengikutis jalan setapak yang ada di dalam taman dan menemukan Lintang yang duduk di gazebo. Dari raut wajahnya, Lintang bisa melihat bahwa Kapten Y terkejut ketika melihatnya.
“Maafkan aku karena sudah tidak sopan kepada Anda, Walikota Star.”
Lintang mengibaskan sebelah tangannya. “Tidak perlu mempermasalahkan hal itu.”
“Jadi, ada perlu apa Anda mengundangku kemari, Walikota Star?” tanya Kapten Y tanpa berbasa basi. Kapten Y bukan seorang penjilat, ia lebih suka langsung membicarakan permasalahan mereka. Jadi, ia langsung menanyakan kepada Lintang kenapa dirinya diundang ke kastil.
“Rupanya Kamu bukanlah orang yang suka berbasa basi. Aku suka hal itu. Aku rasa, aku tidak salah memilih orang untuk melaksanakan misi ini. Aku sudah mengamatimu, Kamu ini memiliki potensi yang besar. Aku rasa, Kamu bisa membantuku dalam hal ini.”
“Aku mempunyai sebuah misi untukmu. Apakah Kamu mau menjalankan misi menyusup ke markas lawan untuk mencari tahu informasi mengenai mereka? Aku membutuhkan informasi ini untuk persiapan perang. Bagaimana, Kamu bersedia?” tanya Lintang.
[Misi baru]
__ADS_1
[Walikota Star memintamu menyusup ke markas musuh dan mencari tahu mengenai kekuatan mereka. Ajak regu milikmu untuk menuntaskan misi ini.]
[Hadiah : 30.000 poin kontribusi untuk setiap orang. Bonus akan ditambahkan jika penyelesaiian misi mendapatkan penilaian level S ke atas.]
[Hukuman : Level pemain akan turun 10 level jika misi gagal.]
[Apakah Anda menerima misi ini?]
[Ya] [Tidak]
Kapten Y tidak langsung menerima misi yang diberikan kepadanya. Ia merasa cukup aneh dengan pemberian misi ini. Kapten Y baru beberapa jam masuk ke dalam game ini. Bisa dibilang, levelnya masih sangat rendah jika dibanding yang lainnya.
Walikota Star mengatakan bahwa gerak geriknya sudah diamati dan Kapten Y sangat cocok dalam misi ini. Hal yang mengusik Kapten Y adalah perkataan ini. Bagaimana mungkin dirinya yang hanya membunuh monster seperti pemain lain, dikatakan cocok dalam misi penyusupan. Masih banyak yang lebih kuat darinya dari segi level di dalam game ini.
Lalu, kenapa bisa Walikota Star memilihnya. Di dunia nyata, dirinya adalah seorang tentara yang biasa menyusup ke tempat musuh untuk melakukan misi memata-matai musuh atau hanya untuk menyelamatkan sandera. Apakah ini hamnya sebuah kebetulan, ataukah Walikota Star ini tahu siapa dirinya di dunia nyata.
Game ini semakin lama semakin terasa misterius bagi Kapten Y. Semua ini membuatnya ingin mengungkap misteri dari game dengan nama Galaxy Wars : Solar System Defender.
“Jadi bagaimana? Apakah Kamu bersedia menjalankan misi dariku ini?” tanya Lintang sekali lagi.
“Baiklah. Aku akan menjalankan misi ini, Walikota Star.”
“Baguslah. Ini adalah informasi dasar mengenai musuh yang aku ketahui. Selain lokasi mereka, aku tidak memiliki informasi lain. Aku mau Kamu mencari tahu semua informasi mengenai mereka. Level dari semua penjaga, penempatan dari para penjaga, serta perkiraan jumlah orang dari markas musuh.”
“Aku mengizinkanmu membawa sepuluh orang dalam misi kali ini. Aku harap Kamu bisa menyelesaikan misi ini dengan baik. Informasi yang Kamu berikan, berpengaruh besar pada hasil perang kita tiga belas hari lagi.”
Mendengar ucapan Lintang, keringat dingin langsung mengalir di punggung Kapten Y. Meski ini hanyalah sebuah game, tetapi Kapten Y benar-benar merasa dirinya berkeringat sekarang.
__ADS_1
“Sebenarnya, game apa ini? Kenapa Walikota Star seolah tahu bahwa aku memiliki tim berisi sepuluh orang? Ini semua hanya kebetulan, ataukah Walikota Star memang sudah mengetahui hal itu? Lalu, apakah Jenderal Hartono tahu rahasia lain dari game ini sehingga dia meminta para tentara memasuki game ini?” gumam Kapten Y dalam hati.