
"Sial!" umpat Dot'ghea dengan keras. Dot'ghea bahkan membanting gelas minumannya untuk meluapkan kemarahannya. Rencana yang sudah Dot'ghea susun, tidak berjalan dengan semestinya. Semu gagal.
Layar hologram sekarang menunjukkan salah satu area di Planet Mars. Banyak bangkai pesawat tempur milik pasukannya yang tercecer di sana. Tidak ada satupun pesawat tempur yang diterbangkan anak buahnya selamat.
Awalnya, Dot'ghea menganggap semua ini akan berjalan lancar. Sebelum mengirimanak buahnya, kapal Dot'ghea sudah berada di dekat Planet Mars cukup lama. Ini karena Dot'ghea ingin melihat bagaimana respon musuh.
Jika mereka memiliki pesawat tempur, maka saat ini mereka akan mengirimkan pesawat tempur untuk menyerang mereka. Jika tidak, itu berarti musuh tidak tahu apa-apa mengenai kedatangan mereka.
Setelah mnganggap kehadiran mereka tidak diketahui musuh, Dot'ghea mengirim seluruh pesawat tempur miliknya untuk mendarat di Planet Mars dan menjalankan misi sesuai perintahnya.
Namun, tidak lama setelah mereka memasuki atmosfer Planet Mars, kapal Dot'ghea mengalami kehilangan kontak dengan mereka. Hal ini membuat Dot'ghea memerintahkan anak buahnya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, apa yang membuat mereka kehilangan kontak dalam waktu singkat.
Inilah hasilnya. Gambar citra satelit sudah menjawab semua pertanyaan Dot'ghea. Anak buahnya semuanya telah gugur dalam peperangan. Mereka dikepung oleh musuh dan diaerang beramai-ramai.
"Kapten Dot'ghea, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Hot'phei.
Semua yang ada di ruang kendali, merasakan kemarahan yang sama dengan Dot'ghea. Mereka sudah dikelabui musuh dan masuk dalam jebakan musuh. Sebelumnya, mereka sudah mengamati dari citra satelit mengani keadaan musuh. Namun, mereka tidak menemukan musuh yang berkumpul di satu tempat seperti sekarang. Sepertinya musuh memakai sebuah barier pelindung untuk menutupi keberadaan mereka dari citra satelit.
Hot'phei terlalu mempercayai satelit milik musuh. Padahal, satelit itu terlihat seperti sampah sebenarnya. Teknologinya jauh di bawah standar mereka. Kepercayaan mereka terhadap gambar citra yang didapatkan dari satelit manusia, membuat mereka berada di posisi yang sulit seperti sekarang.
"Kirimkan pesan bala bantuan kepada pangkalan. Aku tidak menyangka musuh akan mengelabui kita seperti ini. Kita benar-benar dipermainkan oleh musuh. Pantas saja Mot'dhea yang bodoh itu bisa dikalahkan oleh musuh," jawab Dot'ghea.
Dalam hati, Dot'ghea menyalahkan semua ini kepada Mot'dhea. Ini karena dalam laporannya, Mot'dhea tidak menyatakan dengan jelas mengenai siapa musuh mereka, berapa jumlahnya, seberapa besar kekuatan mereka, tidak satu pun informasi itu disampaikan oleh Mot'dhea. Mot'dhea hanya melaporkan bahwa bahan makanan serta senjata mereka hilang, ada musuh yang menyerang. Hanya itu.
Jika saja Mot'dhea memberikan informasi yang jauh lebih lengkap, maka Dot'ghea tidak akan mengalami kekalahan seperti ini. Seluruh pesawat tempur yang ia miliki, sudah dihancurkan oleh musuh. Anak buahnya juga tidak bisa melakukan apa pun sekarang.
"Apakah kita tidak akan pergi dari sini, Kapten Dot'ghea?" tanya Wos'nhio.
"Kabur? Kabur ke mana? Dengan cara apa kita akan kabur? Apakah Kau lupa bahwa energi kita sudah menipis. Meski kita menjalankan kapal ini, jarak yang bisa kita tempuh tidaklah jauh. Hanya beberapa ratus ribu kilometer. Setelah itu, kapal kita tidak bisa melakukan apa pun. Musuh bisa cepat menyusul kita. Jadi, katakan padaku bagaimana kita akan kabur?" tanya Dot'ghea dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Maafkan aku, Kapten Dot'ghea. Aku sudah bertanya sesuatu yang salah," ucap Wos'nhio sembari menundukkan kepalanya.
Dot'ghea menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Dot'ghea lalu mengedarkan pandangannya, menatap satu persatu wajah anak buahnya. Mereka sudah menemani Dot'ghea dalam berbagai pertempuran, dan memberikan cukup banyak kemenangan. Sekarang, mereka juga akan menemani Dot'ghea menuju ke kematian.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang. Kita hanya bisa berharap musuh tidak memiliki pesawat tempur dan menyerang kita sekarang. Kita hanya bisa menunggu bantuan di sini," jelas Dot'ghea.
Menurut Dot'ghea, musuh tidak memiliki persenjataan yang lengkap. Jika mereka memiliki persenjataan yang lengkap, mereka tidak akan mencuri senjata milik Mot'dhea. Lalu, jika mereka memiliki pesawat tempur, maka mereka sekarang akan mengirim pesawat tempurnya untuk menyerang kapal Dot'ghea.
Namun, hingga dua puluh menit setelah anak buahnya dikalahkan, musuh tidak terlihat mengirimkan pesawat tempurnya. Padahal, ini adalah kesempatan yang bagus untuk menyerang Dot'ghea.
Dot'ghea berharap keadaan ini bertahan lebih lama lagi. Jika perlu, sampai dengan bala bantuan datang, musuh tidak akan mengirimkan pesawat tempurnya untuk menyerang kapal Dot'ghea.
...
Lintang menghembuskan napas panjang. Ia cukup lega peperangan ini telah selesai. Ancaman untuk manusia sudah sedikit teratasi. Lalu, Lintang juga senang karena tidak ada satu pun anak buah Seno, yang ikut dalam peperangan ini, mengalami kematian. Mereka hanya terluka parah dan sedang dalam pengobatan sekarang.
Ketika perang terjadi, sepuluh tim yang terjatuh itu memilih berdiam diri di bawah. Mereka tidak bisa kembali terbang begitu saja. Ini karena mereka takut terkena serangan dari kawan mereka. Jadi, mereka memilih berpura-pura mati.
"Sistem, apakah Kamu bisa menggandakan pesawat ini?" tanya Lintang.
[Tentu saja, Host. Namun, Sistem membutuhkan waktu tiga hari agar bisa menyalin teknologi ini.]
"Eh tiga hari? Kenapa Kamu membutuhkan waktu tiga hari? Bukankah biasanya Kamu menyalinya di hari yang sama?" tanya Lintang.
[Itu karena pesawat ini lebih rumit daripada teknologi yang selama ini Sistem salin. Ini juga bukan kali pertama Sistem membutuhkan beberapa hari untuk menyalin sebuah teknologi. Apakah Host lupa bahwa Host mendapatkan kendaraan darat, sedikit lebih lama daripada yang lain? Host juga perlu melakukan sesuatu untuk bisa memproduksi masal kendaraan itu?]
"Ya, aku ingat. Kamu memberikanku sebuah misi dengan hadiah produksi masal kendaraan. Sekarang, apakah Kamu juga akan melakukan hal yang sama?" tanya Lintang.
[Ya. Sistem perlu memalukan hal yang sama dengan pesawat tempur ini. Jadi, Host perlu menjalankan misi untuk bisa memproduksi masal pesawat tempur ini.]
__ADS_1
"Kalau begitu, cepatlah! Katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar bisa mendapatkan pesawat tempur ini!" pinta Lintang dengan tidak sabaran.
Perang ini belum benar-benar usai. Masih ada kapal musuh yang ada di luar Planet Mars. Lintang perlu mengalahkan mereka agar ia bisa tidur lebih tenang. Sistem memang sudah menenangkan Lintang dengan mengatakan bahwa kapal musuh tidak bisa menyerang mereka. Namun, mereka tetap memberikan kecemasan pada diri Lintang.
Ini seperti memiliki harimau di depan pagar yang tinggi. Meski harimau itu tidak bisa melompati pagar dan menerkam kita, tetapi kita juga tidak akan bisa tenang setelah mengetahui hal ini. Ketika akan tidur, kita akan selalu berpikir bahwa harimau itu akan melompati pagar dan menerkam kita.
[Misi ini cukup muda, tetapi juga cukup sulit untuk Host. Kali ini, Host harus menangani misi ini sendiri dan tidak melibatkan orang lain. Ada kemungkinan Host akan terluka dalam misi kali ini. Apakah Host siap untuk menjalankan misinya?]
"Menjalankan misi yang kemungkinan membuatku terluka? Apakah dalam misi ini aku harus menggunakan tubuh asliku?" tanya Lintang.
Jika menjalankan misi di dalam game, Lintang tidak akan pernah bisa terluka. Jika mati sekalipun, Lintang akan hidup kembali. Jadi, misi yang Sistem berikan kepadanya ini mengharuskan Lintang untuk menggunakan tubuh aslinya.
[Ya, Host. Host hanya bisa menggunakan tubuh asli Host dalam menjalankan misi kali ini. Ini karena misi kali ini akan dilaksanakan di Planet Bumi. Tentunya Host tidak bisa menggunakan tubuh karakter game milik Host. Jadi, apakah Host akan menerima misi kali ini?]
“Tentu saja aku akan menerimanya. Jika tidak menerimanya, aku tidak mendapatkan pesawat tempur itu. Aku sangat membutuhkannya. Sekarang, katakan padaku apa misi yang harus aku jalankan agar aku bisa mendapatkan pesawat tempur tersebut.”
[Baiklah, Host.]
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Ding]
[Host Sistem mendeteksi bahwa beberapa pemain milik Host dalam keadaan bahaya sekarang. Selain game developer, Host juga merupakan komandan perang untuk semua pemain. Oleh karena itu, Host tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja. Host selamatkan para pemainmu dari bahaya.]
[Batas waktu : 3 hari]
[Hadiah : produksi masal pesawat tempur]
__ADS_1
[Hukuman : tidak bisa memiliki teknologi pesawat terbang dari Ras Dodo’phia]
[Host lakukan misimu dengan sungguh-sungguh dan bantu penduduk Bumi dalam perang antar galaksi]