Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 64 Reruntuhan (1)


__ADS_3

"Eh ... ada yang menemukan reruntuhan ras lain di Planet Mars? Sistem, apa latar belakang Ras Loexvres Drozxuo? Kenapa reruntuhan mereka ada di sini? Jika di sini sampai ada reruntuhan ras mereka, berarti mereka pernah tinggal lama di sini dan pergi. Atau mungkin juga mereka tiba-tiba musnah. Apa yang membuat itu terjadi?"


Rentetan pertanyaan langsung Lintang ajukan setelah mendengar pemberitahuan dari Sistem. Lintang tidak menyangka bahwa di planet Mars ada reruntuhan dari ras lain. Jika itu ras lain yang masih tinggal di sini, Lintang akan menganggapnya sebagai ras yang mengungsi.


Namun, ini adalah reruntuhan bekas peradaban mereka. Entah sejak kapan mereka tinggal di sana. Apakah sejak manusia di Planet Bumi muncul, ataukah sudah jauh sebelum itu? Kemungkinan besar hanya Sistem yang bisa membantu Lintang menjawab pertanyaan itu.


[Host perlu mencari tahu sendiri mengenai semua itu. Kemungkinan besar, Host bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu di reruntuhan Ras Loexvres Drozxuo.]


"Tidak bisakah Kamu mengecualikan hal ini dan memberi tahuku mengenai mereka, Sistem?" tanya Lintang.


Sistem tetaplah menjadi Sistem yang sedikit menyebalkan. Dia tidak mau sepenuhnya menjawab pertanyaan yang Lintang ajukan. Selalu saja meminta Lintang mencari tahu mengenai jawaban dari pertanyaannya sendiri.


[Host, jangan terlalu bergantung kepada Sistem. Host harus bisa mandiri dan mencari tahu mengenai semua itu dengan segala kemampuan Host. Bukankah Host juga bisa memanfaatkan para pemain sebagai pekerja gratisan? Sistem juga sudah membuat beberapa misi penelusuran reruntuhan Ras Loexvres Drozxuo kepada para pemain. Jadi, mereka akan membantu Host mencari jawabannya.]


"Hah ... sepertinya aku hanya bisa mengandalkan para pemain. Kalau begitu, bagikan informasi dasar dari reruntuhan itu, seperti lokasinya. Tentu saja Kamu bisa melakukannya bukan?"


[Tentu, Host]


"Eh ... lokasi ini cukup jauh dari kota tempat tugu kelahiran kembali berada. Jika ada pemain yang mati, maka mereka perlu melakukan perjalanan jauh untuk bisa kembali ke reruntuhan itu. Sistem, bisakah aku membeli tugu kelahiran kembali dan menempatkannya di kaki reruntuhan?" tanya Lintang.


Untuk melakukan penelusuran lebih cepat, efisiensi waktu sangat diperlukan. Lintang tidak ingin para pemain menghabiskan waktu mereka dalam perjalanan setelah mereka mati. Jika ada tugu kelahiran kembali, maka mereka akan kembali muncul di dekat reruntuhan tanpa perlu melakukan perjalanan jauh.


[Tidak bisa, Host. Host perlu menaklukkan sebuah benteng musuh untuk membuat kota baru. Atau jika tidak begitu, Host hanya bisa menaruh tugu kelahiran kembali di dekat tempat tinggal ras lain. Sistem tidak bisa semudah itu memberikan tugu kelahiran kembali kepada Host.]


Lintang hampir melupakan hal ini. Tidak semudah itu untuk mendirikan tugu kelahiran kembali. Lintang perlu memenuhi beberapa persyaratan yang Sistem buat. Maka dari itu, sanpai sekarang kota yang memiliki tugu kelahiran hanya berjumlah dua saja. Jarak keduanya pun tidak terlalu jauh. Jika ada pemain yang mati pada tempat yang sangat jauh, maka untuk bisa kembali ke tempat semula mereka perlu melakukan perjalanan jauh.


"Tapi ini dekat reruntuhan ras lain, Sistem. Ada bekas peradaban di sini. Tidak bisakah Kamu membuat pengecualian. Apa kau tidak kasihan dengan mereka yang ingin melakukan penelusuran di reruntuhan, dan kemudian mati, waktu yang mereka habiskan di jalan sangatlah banyak. Ayolah Sistem berikan aku sedikit kelonggaran," rayu Lintang.


Setelah mendengar rayuan Lintang, Sistem tidak langsung memberi jawaban seperti biasanya. Keadaan menjadi hening. Lintang tidak tahu apakah Sistem akan menyetujui permintaannya ini. Diamnya Sistem memberikan Lintang harapan bahwa permintaannya ini bisa terkabul.


"Sistem, apa jawabanmu? Apakah Kamu menyetujui permintaanku ini?" tanya Lintang setelah Sistem cukup lama terdiam.

__ADS_1


[Baiklah. Sistem akan mengizinkan Host untuk mendirikan tugu kelahiran kembali di dekat reruntuhan Ras Loexvres Drozxuo.]


[Ding]


[Misi telah dibuat]


[Ding]


[Host, bersihkan area dalam radius lima kilometer dari para monster.]


[Batas waktu : 3 hari]


[Hadiah : tugu kelahiran]


[Hukuman : tidak bisa mendirikan kota di dekat reruntuhan]


"Eh ... aku masih perlu melakukan sesuatu untuk mendirikan tugu kelahiran kembali. Ini tidak terlalu masalah. Daripada tidak sama sekali, ini sudah cukup bagus," gumam Lintang.


...


"Wow, Noval, aku tidak menyangka kita benar-benar menemukan reruntuhan ras lain. Petualangan ini sangat menyenangkan," ucap Dolan setelah mendapatkan pemberitahuan mengenai hadiah pencapaiannya.


"Apa aku bilang. Tidak ada ruginya kita melakukan petualangan ini," jawab Noval yang masih memperhatikan bangunan di depannya.


Dipuncak gunung ini, terdapat sebuah bangunan yang cukup unik. Bangunan itu terlihat seperti kuil di peradaban Yunani kuno. Terdapat pilar-pilar yang besar dan tinggi yang menopang bangunan. Noval memperkirakan tinggi dari pilar-pilar tersebut mencapai tiga puluh meter. Pintu masuk dari bangunan itu sendiri memiliki tinggi dua belas meter.


Noval sendiri tidak tahu kenapa pintu masuk dibuat setinggi itu. Apakah itu untuk membuat bangunan terlihat megah? Ataukah pintu itu dibuat tinggi karena orang yang melewatinya juga memiliki badan yang tinggi?


"Sekarang, ayo kita cek reruntuhan ini. Mungkin kita bisa menemukan sesuatu di dalam sana," ajak Dolan.


Noval mengangguk pelan. Para penonton siaran langsung mereka sudah banyak yang meminta mereka untuk masuk. Lalu, jumlah saweran dari para penonton yang mereka terima mengalami kenaikan yang cukup pesat.

__ADS_1


Mereka memberi saweran banyak dengan harapan Dolan dan Noval menjelajahi reruntuhan itu terlebih dahulu. Dengen begitu, ketika yang lain datang ke sana, mereka sudah tahu lebih dahulu mengenai medan di dalam reruntuhan.


Sebenarnya, bisa saja Dolan dan Noval mematikan siaran langsung mereka sekarang. Lalu, informasi mengenai temuan mereka di dalam reruntuhan, dan menjualnya kepada pemain lain. Apalagi setelah mereka melihat pemberitahuan misi kepada seluruh pemain untuk menjelajahi reruntuhan. Sudah pasti akan banyak pemain yang ingin membeli informasi ini.


Namun, Dolan dan Noval tidak melakukannya. Mereka senang dalam melakukan siaran langsung seperti ini. Pendapatan dari siaran langsung pun tidak sedikit. Dalam dua puluh menit terakhir saja, jumlah saweran yang mereka terima mencapai dua puluh juta. Itu belum termasuk saweran yang sebelum-sebelumnya mereka terima.


Lalu, beberapa produk juga menghubungi mereka untuk memasang iklan di siaran langsung ini. Jadi, tanpa menjual informasi pun pendapatan Dolan dan Noval dalam siaran langsung ini cukuplah banyak.


Ruangan di dalam bangunan terlihat cukup luas. Tidak ada ruang-ruang bersekat di dalamnya. Hanya ada satu ruangan luas dengan beberapa pilar penyangga dan sebuah pintu di ujung ruangan. Luasnya sendiri sekitar dua ribu lima ratus meter persegi.


Terdapat banyak ukiran dan gambar-gambar di langit-langit ruangan. Dolan dan Noval pun mendongak untuk bisa melihat gambar apa yang ada di sana. Keduanya pun tertegun setelah melihat apa yang ada di sana.


"Eh ... kenapa gambar yang ada di sana mirip sekali dengan manusia? Lihat saja wajah warna kulit dan semuanya. Itu mirip dengan manusia di Bumi. Bukankah aku benar, Noval?"


"Ya. Mereka sangat mirip manusia."


Meski kelima ras yang dipakai sebagai ras dasar di dalam game memiliki kemiripan dengan manusia di Bumi, tetapi mereka memiliki beberapa perbedaan. Seperti warna kulit yang jauh berbeda, adanya semacam garis belang di kulit seperti yang dimiliki harimau, ataupun bentuk mata, telinga, dan hidung yang berbeda.


Namun, karakteristik dari orang-orang yang ada di gambar begitu mirip dengan manusia Bumi. Mulai dari bentuk bagian tubuh di wajah, tangan, dan warna kulit yang cukup mirip dengan manusia Bumi. Hal ini membuat Dolan dan Noval bingung.


[Wah aku tidak menyangka ternyata Ras Loexvres Drozxuo memiliki kemiripan yang cukup dekat dengan manusia. Apakah di dalam game Galaxy Wars mereka ini dibuat sebagai leluhur para manusia?]


[Eh itu bisa saja terjadi. Kalian lihat sendiri bentuk bangunan yang Dolan dan Noval masuki, bukan? Bangunan itu sangat mirip dengan bangunan di peradaban Yunani kuno. Jangan-jangan developer game mau menghadirkan peradaban Yunani kuno di dalam game. Mungkin saja mereka akan mengatakan bahwa Ras Loexvres Drozxuo sebenarnya adalah ras yang dianggap sebagai Dewa Dewi di peradaban Yunani kuno. Apakah ini Olympus yang sering diaebut sebagai tempat tinggal para Dewa Dewi di peradaban Yunani kuno]


[Wah, imajinasi kalian cukup liar juga. Aku sendiri saja tidak berpikir sampai ke sana. Aku ke sini hanya ingin melihat petualangan dari Dolan dan Noval. Namun, perkataan kalian justru membuatku jadi ikut memikirkan hipotesis yang kalian berikan. Aku suka game yang memberikan misteri-misteri baru seperti ini.]


[Aku adalah seorang mahasiswa arkeologi, aku ingin sekali melihat secara langsung bangunan reruntuhan itu dan mempelajarinya. Adakah di antara kalian yang mau bergabung dalam timku dan melakukan penelitian?]


[Sial. Ini hanyalah sebuah game. Kenapa pula ada mahasiswa arkeologi yang mau meneliti sesuatu yang muncul di dalam game. Sadarlah!]


Dolan dan Noval tidak memedulikan diskusi yang ada dilakukan oleh para penonton. Mereka sekarang sudah mendekati satu-satunya pintu yang ada di sana. Keduanya ingin tahu ruangan seperti apa yang ada di balik pintu ini.

__ADS_1


Namun, ketika Dolan dan Noval mendorongnya, pintu itu tidak juga terbuka. Dolan bahkan mencoba menyerangnya, berharap dengan begitu pintu ini akan rusak dan mudah terbuka. Sayangnya, itu juga tida terjadi. Pintu di depannya tetap tertutup rapat. Bahkan, tidak ada satu pun goresan yang diakibatkan oleh serangan Dolan.


__ADS_2