
"Hahaha ... aku akan membunuh semua orang yang ada di sini. Akan aku buat kota ini menjadi kota lautan api," ucap Jack Smith penuh dengan kesombongan. Jack Smith merasa ia sudah menang dalam pertarungan kali ini. Dua orang yang menghadapinya lebih sibuk menyelamatkan orang lain daripada menyerangnya.
Serangan dari Jack Smith sekarang ini sudah sangat dekat dengan perempuan yang tengah bersama emoat orang anak kecil. Jaraknya hanya beberapa meter sana. Namun, Lintang masih berada beberapa puluh meter dari mereka. Lintang tidak akan sempat menyelamatkan mereka.
Ketika serangan itu sudah sangat dekat, sebuah barier pelindung tiba-tiba muncul. Serangan tebasan api yang dikeluarkan Jack Smith itu tidak berhasil melukai perempuan dan tiga anak kecil itu. Lintang langsung bernapas lega melihat mereka baik-baik saja.
"Lintang, maafkan kami terlambat datang kemari. Sekarang, serahkan orang-orang ini kepada kami. Kamu sekarang fokus saja dalam menyerang orang itu," ucap Jasmine yang baru saja datang.
"Syukurlah kalian sudah datang," ucap Lintang lega.
Lintang hampir melupakan Jasmine dan anak buahnya yang membantunya dalam berpatroli. Kemungkinan besar, keributan yang terjadi di sini membuat Jasmine dan anak buahnya buru-buru datang kemari. Lintang sangat bersyukur Jasmine datang di saat yang tepat. Dia sudah membantu Lintang menyelamatkan orang-orang di sini dari pembantaian Jack Smith.
Sekarang, Lintang akan berfokus dalam menyerang Jack Smith. Ini karena Jasmine dan anak buahnya akan mengurus yang lain. Lintang sendiri bisa merasakan cukup banyak anak buah Jasmine mulai berdatangan ke tempat ini.
Tanpa diberikan instruksi pun anak buah Jasmine langsung menyelamatkan manusia ke tempat yang lebih aman. Mereka yang masih berada di dalam gedung pun tidak luput dari penyelamatan ini. Tidak butuh waktu lama kawasan padat penduduk ini ditinggalkan penghuninya.
"Xiao Yi, kita bisa menyerang dengan kekuatan penuh sekarang. Semua yang ada di sini sudah diselamatkan ke tempat yang lebih aman. Jangan pedulikan bangunan yang ada di sini. Jika rumah-rumah ini rusak, keluargaku masih nanpu membangun kembali kawasan rumah ini," ucap Lintang.
"Jika seperti itu, baguslah. Selama ini aku belum pernah menggunakan kekuatan penuhku. Aku ingin tahu bagaimana teknik ini jika dipakai bertarung dengan orang lain," jawab Xiao Yi dengan penuh semangat.
Gerakan serangan Xiao Yi sekarang jauh lebih cepat. Tidak hanya itu, dengan samar Lintang juga melihat kilatan petir ketika Xiao Yi menyerang. Mungkin ini adalah kemampuan Xiao Yi yang sesungguhnya. Sebelum-sebelumnya, Xiao Yi hanya melakukan serangan kuat, tetapi bukan serangan dengan kekuatan penuh.
Tebasan pedang yang dilakukan Xiao Yi menghasilkan kilatan petir. Tidak hanya itu, langit yang sebelumnya cerah, kini menggelap tertutup awan hitam. Suara gemuruh petir juga mulai terdengar.
__ADS_1
Melihat Xiao Yi yang serius menyerang, Lintang juga tidak mau ketinggalan. Lintang langsung terbang di atas Jack Smith. Setelahnya, Lintang menebaskan pedangnya beberapa kali. Berbagai serangan elemen keluar dari tebasan pedang lintang. Api, es, angin, semua Lintang keluarkan.
Sekarang, Jack Smith benar-benar merasa kewalahan menghadapi Lintang dan Xiao Yi. Sebelumnya, masih ada beberapa orang yang bisa Jack Smith serang untuk mengalihkan fokus Lintang. Namun, sekarang ini fokus mereka hanya kepada Jack Smith.
Yang bisa Jack Smith lakukan hanyalah menghidar, dan terus menghindar dari serangan Lintang dan Xiao Yi. Meski ini adalah kerja sama keduanya untuk pertama kali, tetapi mereka bisa melakukannya dengan sangat baik.
Segala kekurangan dari serangan Lintang, akan ditutupi dengan serangan Xiao Yi, begitu pula sebaliknya. Jika serangan Xiao Yi memiliki cela, Lintang akan mencoba menutupinya. Keduanya seolah-olah sudah melakukan pertarungan bersama sebagai rekan, cukup lama. Hal inilah yang menyulitkan Jack Smith dalam menghadapi keduanya.
"Damn!" umpat Jack Smith yang mulai terpojok. "Jika kalian berani, lawan aku satu lawan satu. Jangan main keroyokan seperti ini. Kalian sangat tida adil," teriak Jack Smith.
"Tidak adil? Cih." Lintang langsung meludah ke arah Jack Smith. "Jangan mengatakan ketidak adilan dengan kami. Bukankah Kau sendiri yang melakukan pertarungan tidak adil? Kau berusaha menyerang orang tidak bersalah untuk mengacaukan konsentrasi kami. Jadi, jangan protes ketika kami mengeroyokmu seperti ini."
Ini bukanlah sebuah kompetisi. Menurut Lintang dirinya tidak perlu memikirkan mengenai keadilan ketika melakukan pertarungan, apalagi nyawa adalah taruhannya. Lintang pernah mendengar bahwa semua bisa dikatakan adil dalam peperangan. Tidak ada orang licik, yang ada hanyalah orang yang cerdas serta musuh yang bodoh.
Xiao Yi yang masih fokus dalam pertarungan, menemukan cela pada pertahanan Jack Smith. Ia lalu menusuk pedang miliknya ke perut Jack Smith. Melihat hal itu, Jack Smith berusaha menghindar. Sayangnya itu tidak bisa terjadi.
Lintang tiba-tiba bergerak cepat dan muncul di belakang Jack Smith. Pedang yang Lintang bawa, ia gerakkan untuk memenggal kepala Jack Smith. Jika Jack Smith menghidari serangan Xiao Yi, maka kepalanya akan terpenggal oleh Lintang. Pada akhirnya, Jack Smith memilih menerima serangan Xiao Yi dan menghindari serangan Lintang.
Meski tertusuk pedang Xiao Yi akan membuat Jack Smith mengalami luka serius, itu tidak akan langsung membuatnya terbunuh. Jack Smith yakin dirinya nanti akan memiliki kesempatan untuk membunuh kedua orang ini. Setelahnya, barulah Jack Smith akan memikirkan mengenai lukanya.
Sayangnya, apa yang Jack Smith harapkan tidak terjadi. Pedang milik Xiao Yi yang kini tertancap di perut Jack Smith, sekarang mengeluarkan aliran listrik ratusan ribu volt. Itu membuat tubuh Jack Smith menjadi kejang dan tidak bisa bergerak.
Melihat hal itu, Lintang tidak tinggal diam dan mengambil kesempatan yang bagus ini. Dengan cepat, Lintang melakukan gerakan memenggal kepala Jack Smith. Jack Smith sudah tersadar terlebih dahulu sebelum pedang Lintang sampai di lehernya.
__ADS_1
Ancaman besar yang bisa menghilangkan nyawanya, membuat Jack Smith berusaha keras menghindari serangan tersebut. Namun, tubuh Jack Smith masih terluka. Serangan listrik dari Xiao Yi membuat tubuhnya tidak bisa digerakkan.
Splash. Tuk.
Lintang berhasil memenggal kepala Jack Smith dengan sempurna. Kepala Jack Smith pun terlempar belasan meter dari tubuhnya. Darah segar pun keluar dari leher yang terpenggal itu, membuat wajah Lintang dan Xiao Yi sekarang ini dipenuhi dengan darah.
Tangan Lintang yang semula kokoh, kini mulai gemetaran. Ini adalah kali pertama Lintang membunuh. Meski sebelumnya ia sudah membunuh Ras Dodo'phia di Planet Mars, tetapi Lintang memiliki pemikiran bahwa itu semua hanyalah di dalam game. Walau sebenarnya Lintang tahu itu adalah nyata.
Jack Smith adalah manusia, dan Lintang membunuhnya dengan tubuh aslinya. Sudah pasti perasaan Lintang menjadi campur aduk setelah memenggak kepala Jack Smith. Lintang hanyalah manusia normal, bukan seseorang yang haus darah.
Tidak jauh berbeda dengan Lintang, Xiao Yi juga merasakan hal yang sama. Tubuh Xiao Yi juga gemetaran. Perutnya pun terasa sangat mual. Dengan sedikit terburu-buru, Xiao Yi pun menarik pedangnya yang masih menancap di perut Jack Smith. Xiao Yi memakai pedangnya untuk menahan tubuhnya.
Baru saja Xiao Yi melangkah beberapa langkah, ia langsung memuntahkan seluruh isi perutnya. Apalagi ketika Xiao Yi melihat tangannya yang dipenuhi dengan darah. Mental Xiao Yi belum sekuat itu dalam menghadapi hal seperti ini.
"Lintang, apakah Kamu tidak apa-apa?" tanya Jasmine yang kini sudah mendekat ke arah Lintang. Jasmine langsung mengecek keadaan Lintang. Jasmine ingin memastikan bahwa Lintang baik-baik saja sekarang.
Setelah mengecek Lintang, Jasmine tidak menemukan luka apa pun. Selain emosi Lintang yang tidak stabil tentunya. Melihat Lintang yang tidak dalam kondisi baik, Jasmine langsung memukul bagian belakang kepala Lintang. Jasmine mrngontrol kekuatannya agar tidak sampai membunuh Lintang.
Daripada dibiarkan seperti ini, lebih baik Jasmine membuat Lintang tidak sadarkan diri. Jasmine yakin nanti setelah siuman, keadaan Lintang akan jauh lebih baik daripada sekarang. Setelah menidurkan Lintang di tempat yang datar, Jasmine pun mendekati Xiao Yi dan mengecek keadaannya. Pada akhirnya, Jasmine melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan kepada Lintang.
"Bereskan tempat ini. Lalu, data kerusakan yang tejadi di sini. Bawa juga mayat itu ke tempat Bos Seno. Setelah ini, kita perlu mengatasi dampak pertarungan ini," jelas Jasmine kepada anak buahnya.
"Tentu saja, Ratu Jasmine. Kami akan melaksanakan perintahmu ini."
__ADS_1