Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 47 Om Lintang


__ADS_3

Lintang menikmati cappucino miliknya sembari menunggu Diana Druze. Setelah jumpa pers selesai, salah satu staf Naranga Techno memintanya untuk datang ke sini. Katanya Diana Druze ingin bertemu dengannya.


Tidak lama kemudian orang yang Lintang tunggu datang. Rupanya Diana Druze telah berganti pakaian. Ia menampakkan senyum lebar ketika melihat Lintang.


"Maaf sudah lama membuatmu menunggu, Om," ucap Diana Druze.


"Om? Aku? Om?" tanya Lintang sembari menunjuk ke arah dirinya sendiri. Lintang tidak menyangka Diana Druze akan memanggiknya dengan panggilan om. Dari segi usia, umur Lintang jauh lebih muda daripada Diana Druze.


Dari berita yang Lintang baca, Diana Druze bergabung dengan Naranga Group setelah menyelesaikan kuliahnya di Harvard. Sekarang, sudah delapan tahun sejak Diana Druze bergabung dengan Naranga Techno.


Dari situ saja sudah terlihat bahwa Diana Druze sekarag berusia antara tiga puluh hingga tiga puluh dua tahun. Jarak usia mereka cukup jauh. Jadi, sangat tidak pantas untuk Diana Druze memanggil Lintang dengan panggilan om.


"Ya. Om Lintang adalah Omku. Tidak salah bukan jika aku memanggil Om Lintang dengan panggilan Om?"


"Aku memang menebak bahwa kita masih memiliki hubungan kekerabatan. Tolong jelaskan padaku bagaimana bisa Kamu memanggilku dengan panggilan Om?"


Lintang masih ingat bahwa Dina mengatakan bahwa ia bukanlah anak tunggal. Lintang masih memiliki beberapa saudara, yang ia sendiri tidak tahu keberadaannya. Bisa jadi Diana Druze ini adalah anak dari salah satu saudaranya. Atau mungkin, dia adalah anak dari sepupunya.


"Ibuku adalah Kakak perempuanmu, Om Lintang. Jadi, bisa dibilang aku ini keponakanmu. Sebenarnya keluarga besar kita sudah menjadwalkan pertemuan keluarga akhir pekan akhir pekan ini. Namun, karena Om Lintang sudah ada di sini, sekalian saja aku bertemu dengan Om Lintang."


"Seperti itu rupanya."


"Ya, bagaimana Om dengan pod game terbaru ini? Bisa dibilang aku ikut berkontribusi besar dalam terciptanya pod game NT-202. Aku banyak membantu dalam melakuka riset untuk membuat pod game yang lebih handal."

__ADS_1


"Ya itu sangat bagus. Pod game itu sangat membantuku dalam memperkuat para pemainku. Aku tidak menyangka kalian membuat pod game ini tidak lama setelah aku meluncurkan game milikku."


"Itu hanya kebetulan saja, Om. Kami sudah melakukan riset cukup lama untuk membuat pod game versi terbaru ini. Jika saja kami tidak memiliki sedikit kendala, maka pod game ini bisa diluncurkan bersamaan dengan game milik Om Lintang."


"Biacara soal game, aku akan bergabung dengan game milik Om Lintang. Sekarang pekerjaanku di Naranga Techno sudah tidak seberat sebelumnya. Jadi, aku akan memiliki banyak waktu luang untuk bermain game."


"Jika kamu memainkan Galaxy Wars, datanglah ke kastil walikota setelah Kamu masuk game. Aku akan memberikan sedikit bingkisan untukmu untuk mempernudah Kamu dalam menaikkan level," jelas Lintang.


Tentu saja Lintang berniat memberikan senjata serta baju zirah yang bagus kepada Diana Diana Druze. Sebagai pemilik game yang memiliki kewenangan tertinggi, Lintang bisa melakukan apa pun oada senjata yang ada di dalam game. Lalu, Sistem juga tidak melarang Lintang untuk memberikan senjata kepada orang lain.


"Wah, sepertinya Om Lintang mau ngasih aku bingkisan untuk berbuat curang," ucap Diana Druze sembari menunjukkan seringai lebar. "Meski itu bisa dibilang perbuatan curang, tetapi aku akan menerimanya. Terakahir kali aku lihat di forum, pemain tertinggi dari Gakaxy Wara adalah level 50. Dengan bingkisan itu, aku akan lebih cepat dalam menaikkan level dan mengejar pemain yang lain."


"Kalau begitu, sore ini aku akan mendaftarkan diri sebagai pemain. Lalu, aku akan mengajak sepupuku yang lain untuk bermain bersama dalam game ini. Om Lintang harus menyiapkan banyak bingkisan untuk kami."


"Tidak. Aku punya dua belas orang sepupu. Termasuk aku, adik dan kakakku, Om Lintang memiliki lima belas orang keponakan. Itu saja dari Kakek Adelard. Jika Om Lintang menghitung dari saudara kakek, keponakan Om Lintang lebih banyak dari itu."


Lintang, laki-laki berumur dua puluh tiga tahun, sudah menjadi paman dari puluhan orang. Banyak dari mereka yang memiliki umur lebih tua darinya. Bahkan mungkin saja ada yang usianya dua kali lipat atau lebih dari umur Lintang.


"Jangan memanggilku dengan panggilan Om. Telingaku terasa aneh mendengarnya," ucap Lintang. Telinga Lintang belum terbiasa mendengar ada orang lain yang memanggilnya om. Apalagi dipanggil begitu oleh orang yang lebih tua darinya.


"Tapi Om Lintang adalah Omku, adik dari ibu. Sudah seharusnya aku memanggil Om Lintang dengan panggilan Om. Jika aku memanggil dengan panggilan lain, maka ibu akan membunuhku. Aku yakin itu."


"Tenang saja Om, aku hanya akan memanggil Om Lintang dengan panggilan Om jika hanya ada kita berdua saja atau pun di deoan keluarga. Jika di luar, aku akan memanggil Om Lintang dengan panggilan Pak. Jadi, Om tidak perlu merasa malu dipanggil dengan panggilan Om oleh orang yang lebih tua."

__ADS_1


"Baiklah-baiklah. Kamu bisa memanggilku dengan panggilan Om. Ingat jangan menggilku seperti itu di depan umum."


"Tentu saja. Ngomong-ngomong soal keponakan Om Lintang, aku rasa kami semua bisa membentuk sebuah serikat di game milikmu. Bagaimana dengan serikat Sendira, siapa pun yang memiliki darah Sendira akan bergabung dalam serikat tersebut. Dengan begini, kami bisa menjadi pasukan terkuat Om."


"Tubuh asli kami sudah kuat, dengan bermain game ini, maka tubuh kami akan semakin kuat lagi. Jika nanti kita sampai perlu berperang menggunakan tubuh asli, maka kami akan lebih siap dalam menghadapi musuh," jelas Diana Druze.


Ide Diana Druze terdengar sangat bagus. Meski nantinya tubuh para pemain diperkuat, tetapi tubuh mereka tidak akan bisa sekuat keturunan para pemilik sistem. Mereka sudah banyak mengkonsumsi sayuran milik Lintang. Tidak hanya itu, selama ini mereka juga melakukan latihan bela diri.


Lintang mendengar dari Dina, bahwa saudara yang lain, banyak yang menikah dengan keturunan pemilik sistem dari bagian negara lain. Beberapa dari mereka juga tinggal di dimensi yang berbeda. Lintang rasa, ia perlu menemui mereka untuk meminta bantuan untuk persiapan perang kelak.


Mungkin mengundang mereka atau pun keturunan mereka untuk menjadi pemain di game miliknya. Dengan begini, jumlah orang kuat yang bisa menjadi kartu as dalam perang, akan semakin banyak.


"Idemu itu sangat bagus. Aku bisa mendapatkan pemain dengan bakat yang bagus. Aku juga akan mengajak keturunan keluarga pemilik sistem lainnya. Beberapa dari mereka memiliki teknik bela diri masing-masing. Meski nanti mereka tidak akan menyebarkannya kepada pemain lain, tetapi kehadiran mereka sebagai pemain sangat membantu besar dalam persiapan perang."


"Kalau begitu, aku akan membantu Om Lintang membicarakan hal ini kepada Keluarga Druze. Selama ini mereka juga menunggu kesempatan untuk bisa berkontribusi dalam perang melawan Ras Mogoley."


"Dengan game milik Om Lintang ini, para keluarga pemilik sistem bisa mengirimkan keturunan mereka untuk ikut berkontribusi. Tidak akan ada kematian yang sia-sia dalam perang ini. Jika mereka mati, maka mereka hanya perlu menunggu untuk dibangkitkan. Lalu, mereka juga akan mendapatkan pengalaman berperang yang sangat berharga."


"Om Lintang tenang saja, tawaran Om ini sudah pasti akan disetujui oleh para keluarga pemilik sistem. Om juga perlu memberitahu rencana ini kepada Kakek Buyut Seno. Aku yakin Kakek Buyut Seno akan membantu Om menghubungi keluarga yang lain."


"Tentu. Aku tidak memiliki kontak mereka. Jadi aku perlu minta bantuan Kakek Seno untuk menghubungi mereka. Kalau begitu, aku undur diri dulu. Aku masih harus menaikkan level milikku. Aku akan menunggumu di kastil sore ini. Jika aku tidak ada di kastil, Kamu bisa mengambil bingkisan dariku di arena pelatihan pandai besi."


"Baiklah.

__ADS_1


__ADS_2