
“Apa maksudmu Sistem? Apakah ada pemainku yang ada dalam bahaya? Mereka akan mati?” tanya Lintang.
[Ya, Host. Beberapa pemain game milik Host dalam keadaan bahaya sekarang. Jika mereka tidak segera Host selamatkan, maka mereka akan mati.]
“Sistem, aku yakin bahaya yang Kamu maksud ini bukan bahaya yang alami bukan? Pasti bahaya ini karena perbuatan orang lain bukan?” tanya Lintang.
Menurut Lintang, Sistem tidak akan memberikannya misi seperti ini jika bahaya yang dihadapi para pemain ini adalah bahaya yang biasa. Kalaupun bahaya ini disebabkan oleh orang lain, maka dia bukanlah orang yang sembarangan.
[Tentu saja, Host. Ini bukanlah bahaya alami yang memang sudah menjadi takdir dari para pemain. Bahaya kali ini datang dari orang lain. Lalu, orang yang mengancam nyawa para pemain ini pun bukan orang sembarangan. Jika dia manusia biasa, Sistem tidak akan memberikan Host misi seperti ini.]
“Jadi, siapa dia, Sistem? Siapa yang membahayakan nyawa para pemainku?” tanya Lintang.
[Seorang pemilik Sistem.]
“Seorang pemilik Sistem? Kenapa dia mau mencelakai para pemainku?”
[Pemilik Sistem ini bukanlah pemilik Sistem sembarangan, Host. Dia berbeda dengan pemilik Sistem seperti Host, Kakek Host, ataupun Kakek Buyut Host. Dia adalah pemilik Sistem pen- ….]
“Pendukung Ras Mogole,” ucap Lintang memotong Sistem.
[Ya. Itu benar Host. Dia adalah pemilik Sistem pendukung Ras Mogole. Hanya pemilik Sistem aktif saja yang bisa mengalahkan sesama pemilik Sistem. Mereka yang dulunya pernah menjadi pemilik Sistem, tidak akan pernah bisa mengalahkan pemilik Sistem lain dalam pertarungan. Bahkan, untuk melukainya pun cukup sulit.]
“Jadi ini alasannya aku bisa saja terluka dalam menjalankan misi kali ini?”
[Benar, Host. Yang lain mungkin saja bisa mengalihkan perhatian musuh. Namun, mereka tidak akan bisa membantu banyak dalam pertarungan antara Host dan pemilik Sistem itu. Jadi, resiko Host mengalami luka cukup besar.]
Lintang tidak menyangka pengkhianat manusia sudah muncul. Lintang tidak tahu apa yang orang itu pikirkan, tetapi kenapa bisa dia memilih mendukung ras yang menginginkan kehancuran alam semesta? Alam semesta ini lebih indah jika semua hidup damai berdampingan.
__ADS_1
“Jika seperti itu, tentu saja aku akan melawan orang ini. Aku tidak akan membiarkan dia mencelakai para pemainku. Sistem, berikan seluruh informasi yang Kamu bisa bagikan kepadaku. Aku akan segera bersiap untuk menghadapi pengkhianat itu,” pinta Lintang.
[Tentu, Host]
Batas waktu yang Sistem berikan adalah tiga hari. Dalam tiga hari ini, Lintang perlu mengalahkan pengkhianat manusia itu. Jika Lintang gagal, hukuman dari Sistem akan menantinya. Kehilangan kesempatan mendapatkan pesawat tempur bukanlah hal yang berat menurut Lintang. Lintang yakin ia masih bisa mencari pesawat tempur milik ras lain. Mungkin saja reruntuhan lain yang ditinggalkan oleh Ras Loexvres Drozxuo memiliki teknologi pesawat tempur.
Namun, yang memberatkan untuk Lintang jika ia gagal dalam misi kali ini adalah nyawa dari para pemain miliknya. Bagi Lintang, semua pemainnya sangat berharga. Tidak peduli status mereka seperti apa di dunia nyata, semua pemainnya berhak untuk dilindungi.
Maka dari itu, dalam misi kali ini Lintang akan bersungguh-sungguh. Lintang juga akan mengerahkan seluruh tenaganya untuk bisa mengalahkan pengkhianat manusia itu. Jika Lintang perlu membunuh pengkhianat itu, maka Lintang akan membunuhnya. Meski nanti ada konsekuensi yang harus Lintang bayar sekalipun.
…
Lintang memulai penyelidikannya untuk menghentikan pemilik Sistem pendukung Ras Mogoley sebelum dia mencelakai para pemain. Informasi yang Sistem berikan tidak terlalu rinci. Lintang hanya mendapatkan informasi sederhana dari Sistem.
Dari informasi yang Sistem berikan, orang ini akan melakukan aksinya di Indonesia. Sistem juga sudah memberikan area yang kemungkinan akan ditargetkan oleh musuh. Oleh karena itu, Lintang memulai patrolinya.
Dalam area patroli ini, ada sekitar delapan ratus orang lebih yang menjadi pemain Lintang. Jadi, jika orang itu melakukan sesuatu, seperti mengebom daerah ini, maka akan ada delapan ratus pemain Lintang yang mati secara bersamaan.
“Qalbi, aku tidak menyangka kemampuan memanahmu meningkat pesat. Sekarang, akhirnya Kamu membawa medali emas dalam kompetisi memanah nasional.”
Lintang mendengar pembicaraan seseorang yang tengah lewat. Ia perlu mendengarkan dengan seksama setiap pembicaraan mereka yang lewat di sini. Kemungkinan, ia bisa menemukan petunjuk baru atau bahkan langsung menemukan musuhnya.
“Terima kasih, Arya. Aku berlatih terus menerus. Tentu saja aku bisa memenangkan kompetisi itu. Sekarang ini, aku berlatih lebih dari dua puluh tiga jam setiap harinya selama dua minggu penuh. Kerja kerasku itu membuatku bisa membantuku memenangkan kompetisi,” jawab Qalbi.
“Dua puluh tiga jam sehari dalam dua minggu? Qalbi, jangan bercanda! Bagaimana mungkin Kamu mengatakan bahwa Kamu sudah berlatih selama itu? Ketika yang lain berlatih, Kamu tidak datang. Kamu hanya datang tiga hari sebelum kompetisi berlangsung. Itu pun karena pelatih akan menyeleksi siapa yang akan ikut. Jadi, jangan sombong hanya Karena Kamu bisa memenangkan kompetisi,” ucap Arya penuh dengan kemarahan.
“Aku tidak berlatih bersama kalian bukan berarti aku tidak melakukan latihan sama sekali. Aku memang berlatih keras selama dua lebih, dalam game Galaxy Wars. Bukankah aku juga sudah mengajakmu untuk berlatih di sana.”
__ADS_1
“Game itu saja yang Kamu bicarakan ….”
Lintang tidak lagi mendengarkan ucapan kedua orang itu. Ini karena Lintang tidak mendapatkan informasi baru dari mendengar pembicaraan keduanya. Salah satu dari orang itu adalah pemain, dan dia sedang berusaha mengajak temannya agar ikut bergabung menjadi pemain game Galaxy Wars.
Namun, ketika Lintang akan mengalihkan perhatiannya, tanpa sengaja ia melihat sosok yang mencurigakan. Yang membuat Lintang menaruh kecurigaan adalah gaya berpakaian yang dipakai oleh orang itu.
Di siang hari yang terik ini, dia memakai jaket hoodie berwarna hitam, sebuah masker dan kacamata hitam. Tidak hanya itu, meski tudung hoodienya sudah dipakai untuk menutupi rambutnya, dia masih memakai sebuah topi, untuk menutupi identitasnya.
Selain cara berpakaiannya yang mencurigakan, tindakan yang dilakukan orang itu juga mencurigakan. Dia bersembunyi di dalam sebuah gang. Meski kepalanya tidak memandang langsung ke arah Qalbi dan Arya, tetapi orang itu seolah memperhatikan gerak gerik mereka dari tempatnya berada. Dia seolah tengah menunggu momen yang tepat untuk menyerang.
Hal ini membuat Lintang memusatkan konsentrasinya dan memandangi orang itu. Jika ada gerakan mencurigakan, Lintang akan langsung mengambil tindakan dan menyerang orang itu. Lintang tidak bisa lengah dan membiarkan orang itu lolos dari pengawasan.
Qalbi dan Arya sekarang semakin mendekat ke gang di mana orang mencurigakan itu. Lintang mengikuti mengikuti mereka dengan jarak lima meter. Pada jarak ini, jika terjadi sesuatu, maka Lintang bisa menyelamatkan mereka.
Namun, kekhawatiran Lintang tidak terjadi. Orang mencurigakan itu tidak menyerang Qalbi dan Arya seperti dugaannya. Dia hanya melirik ke arah mereka sebelum pergi masuk ke dalam gang. Hal ini membuat Lintang mengerutkan keningnya.
“Sistem, apakah orang tadi adalah pemilik Sistem pendukung Ras Mogoley?” tanya Lintang ingin memastikan.
Sebelumnya, Sistem berjanji akan membantu Lintang mengidentifikasi musuh jika mereka berada di dekat Lintang. Jadi, sekarang Lintang ingin memastikan semuanya dengan Sistem. Jika orang tadi adalah musuh yang perlu ia kalahkan, maka saat ini juga Lintang akan mengawasinya dan mencari kesempatan untuk menghajarnya.
[Bukan, Host. Dia memang seorang pemilik Sistem. Namun, dia bukanlah musuh yang sedang Host cari.]
“Eh, dia pemilik Sistem, tetapi dia bukanlah musuh yang perlu aku kalahkan? Ini berarti, dia adalah pemilik Sistem yang sama denganku, pemilik Sistem yang mendukung Ras Hujole?”
[Ya benar, Host. Aku rasa dia tengah memiliki misi yang sama dengan Host, mengalahkan pemilik Sistem pendukung Ras Mogoley. Jadi, Sistem rasa Host bisa menghubunginya dan meminta bekerja sama. Mungkin jika Host melakukannya berdua, maka Host bisa mengalahkan musuh dengan lebih mudah.]
“Seperti itu rupanya. Baiklah. Aku akan mengikuti orang tadi dan memintanya bekerja sama denganku," jawab Lintang.
__ADS_1