Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 36 Perang Pertama (1)


__ADS_3

Lintang melihat bagaimana para pemain berkumpul, bersiap untuk berperang. Ada cukup banyak pemain yang ada di sini, ratusan ribu pemain. Lintang memperkirakan ada delapan puluh persen pemain yang ada di sini.


Tidak hanya pemain dengan level tinggi, Lintang bahkan menemukan pemain dengan level rendah di sini. Level 1 bayangkan ada pemain dengan level 1 ikut dalam berperang. Bukannya Lintang melarang, dia mengapresiasi antusiasme mereka untuk iku berperang.


Namun, apakah mereka tidak berpikir bahwa mereka itu tidak akan memberikan kontribusi apa pun dengan level itu? Mereka yang tidak jago memanah bisa saja membunuh kawan, bukannya lawan. Hal ini karena Galaxy Wars tidak mengenal kawan atau pun lawan ketika bertarung. Jika salah sasaran dan mengenai kawan, maka darah mereka akan berkurang.


Meskipun tahu bahwa pemain level 1 hanya akan menjadi beban, Lintang tidak mengeluarkan mereka dari perang ini. Toh kecepatan berjalan mereka jauh lebih lambat daripada kecepatan pemain level tinggi. Jadi, pemain dengan level rendah pada akhirnya akan tertinggal oleh rombongan utama pasukan.


"Hey, kita disuruh berkumpul di sini dan ikut berperang. Namun, tidak ada satu pun yang berperan sebagai pemimpin. Apakah Kamu tahu siapa yang akan memimpin perang kali ini?"


"Aku juga tidak tahu. Namun, lihat saja beberapa pemain sudah berkumpul dengan serikat mereka masing-masing. Aku yakin jika sudah ada pemberitahuan, mereka semua akan berangkat sesuai dengan serikat masing-masing."


"Apakah Kamu melihat serikat itu? Mereka adalah satu-satunya serikat yang memiliki senjata api dengan jumlah cukup banyak di sini. Lihatlah, hampir semuanya punya. Lalu, senjata yang mereka punya adalah senjata yang cukup mahal. Daya serangnya sangat tinggi. Aku tidak menyangka ada serikat sekaya itu."


"Ah ... Kau benar. Mereka membeli banyak senjata. Satu senjata termurah saja masih berada di harga lima ratus ribu starling. Itu setara dengan lima ribu dolar. Orang gila mana yang membeli senjata dalam game sebanyak itu?"


"Ck, ck, ck. Orang kaya sekarang semakin pandai dalam menghabiskan uang mereka. Jangan membandingkan dirimu dengan mereka. Kamu justru akan sakit hati."


Berbagai obrolan mai terdengar di sana sini. Ketika melihat semua pemain sudah tidak sabaran, Lintang langsung meminta Sistem memberikan sebuah pengumuman mengenai peperangan ini. Sistem memberikan informasi dasar mengenai musuh kepada para pemain.


Dengan adanya pengumuman itu, para pemain dengan semangat melangkahkan kaki mereka menuju ke markas musuh. Meski tidak ada pemimpin utama di pasukan pemain, Lintang tidak merasa khwatir sedikit pun. Ini karena petunjuk yang Sistem berikan sudah sama dengan perintah dari pimpinan perang.


Beberapa dari pemain memilih berlari, beberapa memilih berjalan cepat, dan pemain dengan level rendah, semua tertinggal di belakang. Rombongan para pemain yang cukup banyak ini membuat monster-monster yang ada di jalur menuju ke markas musuh, menyingkir sejauh mungkin.

__ADS_1


Banyak dari monster itu paham bahwa para pemain ada makhluk berbahaya yang perlu dihindari. Jika beberapa pemain saja sudah berbahaya, maka rombongan ratusan ribu lemain ini merupakan kiamat bagi para monster.


Satu jam kemudian, pemain terdepan bertemu dengan salah rombongan dari Ras Dodo'phia yang tengah berpatroli. Kebetulan yang bertemu dengan mereka adalah regu dari Kapten Y, serta beberapa tentara lain.


"Serang mereka. Usahakan jangan sampai merusak kendaraan yang mereka punya. Ini akan menjadi aset penting kita. Mungkin jika kita menyerahkan kepada Walikota Star, akan banyak mobil keren seperti itu yang bisa kita naiki di dalam game," ucap Kapten Y.


Memiliki kendaraan pasti mempermudah monilitas mereka. Dengan kendaraan tersebut, mereka bisa dengan cepat mencapai markas musuh tanpa berjalan jauh seperti ini. Lalu, mereka juga bisa menghemat tenaga tentunya.


"Bedebah. Rupanya ini pencuri senjata kita. Serahkan senjata itu dan kalian akan kami maafkan. Jika tidak, maka kalian akan kami habisi," teriak Got'cheu. Jika Got'cheu bisa mengambil kembali senjata-senjata itu, maka Komandan Mot'dhea pasti akan senang dengannya. Ada kemungkinan dirinya akan naik pangkat setelah ini.


Kapten Y tentu saja tidak mengikuti perkataan Got'cheu. Meskipun level mereka lebih renda dari regu Got'cheu, tetapi jumlah mereka lebih banyak. Lalu, mereka juga memiliki senjata yang lebih besar daya serangnya daripada senjata yang dibawa oleh regu Got'cheu.


Dengan cepat, salah satu anggota regu Kapten Y yang di dunia nyata merupakan seorang penembak jitu, menembakkan senjata yang ia bawa. Satu persatu anggota dari regu Got'cheu tumbang, terkena tembakan. Ini karena mereka terkena tembakan tepat di mata mereka hingga menembus kepala.


Melihat anggotanya tertembak dan gugur, Got'cheu marah. Ia lalu membalas menembak regu Kapten Y. Namun, regu Kapten Y lebih tanggap daripada regu Got'cheu. Salah satu di antara mereka yang mengambil Ras Jemuor langsung memasang tameng yang mereka miliki untuk menahan tembakan.


Sementara itu, anggota regu yang mengambil Ras Trunes, segera menyembuhkan luka yang diderita oleh tank mereka. Dengan begini, mereka masih bisa menahan serangan musuh meskipun mereka jauh dari level musuh.


Suara tembakan danedakan yang terjadi akibat kontak langsung antara regu Kapten Y dan regu Got'cheu, membuat para pemain bersemangat. Ini tandanya peperangan sudah dimulai. Mereka langsung berlari ke arah terjadinya pertempuran. Bagaimanapun juga, ini adalah kontribusi yang hatus mereka perebutkan. Tidak mungkin mereka melewatkan kesempatan ini begitu saja.


Kedatangan cukul banyak pemain membuat Got'cheu tertegun. Ia tidak menyangka bahwa ada begitu banyak musuh yang harus ia hadapi. Meskipun banyak pemain yang datang, fokus serangan Got'cheu, masihlah berpusat pada regu Kapten Y.


Hal ini dikarenakan senjata yang dipakai oleh regu Kapten Y adalah senjata milik mereka. Got'cheu mengenal betul senjata milik mereka. Lalu, Got'cheu masih meremehkan para pemain yang hanya memakai senjata tajam. Ia tidak memedulikan panah atau pun pedang milik para pemain.

__ADS_1


Pertahanan dari Ras Dodo'phia cukup besar jika menyangkut serangan fisik. Serangan seperti ini tidak akan membuat mereka mati. Meski ada anak panah yang mengenai mereka, tetapi tidak ada anak panah yang berhasil menembus kulit mereka.


Namun, para pemain tidak menyerah begitu saja. Meskipun serangan yang dilakukan oleh para pemain terlihat tidak bisa menembus pertahanan musuh dan hanya menggores kulit mereka, tetapi itu bukan berarti para pemain tidak bisa melukai mereka.


Asalkan musuh memiliki darah dan serangan mereka bisa mengurangi darah musuh meski hanya 1, para pemain tidak akan menyerah. Batu karang saja bisa berlubang karena terus menerus di hantam gelombang. Air yang tidak tajam saja bisa merusak batu karang, apalagi anak panah mereka? Seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.


Lintang yang sekarang berada di antara para pemain, juga tidak mau melewatkan kesempatan ini. Serangan senjata tajam memang tidak bisa langsung menyakiti musuh. Namun, senjata api yang ia ambil dari musuh, terbukti bisa menyakiti mereka. Ini berarti musuh tidaklah kebal akan semua serangan.


Lintang pun menembaki musuh dengan tetap bersembunyi di antara lara pemain. Senjata yang Lintang pegang jauh lebih kuat daripada senjata yang dibawa oleh regu Kapten Y. Sistem sudah memperkuatnya berkali-kali sehingga senjata ini memiliki tingkat SS.


Sekali serangan, kepala musuh langsung meledak. Serangan itu membuat semua yang ada di sana tertegun. Baik pemain maupun regu Got'cheu, tidak menyangka ada yang mampu menyerang hingga menghancurkan tubuh musuh.


Para pemain sangat senang dengan hal ini, tetapi tidak dengan Got'cheu. Keberadaan musuh yang memberikan serangan sebesar itu sangat membahayakan. Apalagi Got'cheu tidak tahu dari mana arah datangnya serangan itu. Lalu, Got'cheu juga perlu fokus dengan serangan regu Kapten Y yang semakin lama semakin intens.


"Mundur. Kita perlu kembali ke benteng. Kita perlu melaporkan hal ini kepada Komandan Mot'dhea," putus Got'cheu pada akhirnya. Jika Got'cheu tetap berada di sini, maka dirinya akan mati. Semua orang mengepungnya. Lebih baik ia mundur dan meminta bantuan kepada rekannya.


Sayangnya, Lintang tidak membiarkan hal itu terjadi. Jika regu Got'cheu sampai kembali, maka musuh akan jauh lebih siap dalam perang kali ini. Lintang ingin menyerang musuh ketika mereka belum benar-benar siap.


Lintang menunggu kendaraan musuh sedikit lebih jauh dari pemain. Setelah memastikan bahwa keadaan aman, Lintang langsung menembakkan rudal yang ia miliki ke arah kendaraan Got'cheu.


Boom.


Ledakan yang cukup keras langsung terdengar di sana. Kendaraan yang digunakan oleh regu Got'cheu meledak dan terbakar. Jelas nyawa mereka yang ada di kendaraan itu sudah tiada. Sorak sorai para pemain terdengar setelah kendaraan musuh berhasil diledakkan. Ini adalah kemenangan pertama mereka.

__ADS_1


Dengan kemenangan kecil ini, moral para pemain langsung naik pesat. Mereka tidak sabar untuk segera sampai di markas musuh dan membantai mereka.


__ADS_2