
Kapal luar angkasa yang dipimpin oleh Dot'ghea melaju dengan kecepatan tinggi. Sebalumnya, mereka tidak melakukan hal ini marena ingin menghemat energi. Akan ada hal di luar dugaan yang mungkin mereka hadapi, dan mereka pasti membutuhkan energi yang besar. Seperti melawan kawanan kecil dari monster luar angkasa tadi.
"Kapten Dot'ghea, radar kita mendeteksi adanya pergerakan benda asing yang cukup cepat ke arah kita. Sistem kapal kuta memperkirakan kita akan bertemu dengan benda tersebut dalam tiga menit lagi," lapor Hot'phei.
Mendengar hal itu, Dot'ghea mengerutkan keningnya semakin dalam. Apa yang ia takutkan benar-benar terjadi. Meski anak buahnya mengatakan bahwa ada benda asing yang belum diketahui apa itu, tetapi Dot'ghea sudah bisa menebak bahwa itu adalah monster luar angkasa yang levelnya lebih tinggi daripada monster sebelumnya.
"Sial," umpat Dot'ghea sembari memukul meja di depannya. "Aku tidak menyangka mereka akan mengejar kita secepat ini."
"Apa yang harus kuta lakukan, Kapten Dot'ghea?"
"Perkuat barier pelindung kapal kita. Gunakan seluruh energi yang kita miliki untuk meningkatkan kecepatan kita hingga penuh. Jika perlu, pergunakan energi cadangan yang kita miliki. Sekarang, kita tidak perlu lagi menyimpan energi. Keselamatan kita tengah terancam."
Daripada menyimpan energi, sekarang ini Dot'ghea memilih memakai semua sumber daya yang ia miliki untuk bertahan dari monster luar angkasa yang sekarang mengejarnya. Dot'ghea tahu bahwa kapal miliknya ini tidak dapat menahan serangan musuh. Maka darimil itu ia memiliki kabur.
Untuk masalah energi, Dot'ghea bisa mengisinya kembali di benteng milik Mot'dhea. Di sana sudah ada cadangan energi cukup banyak untuk persiapan keadaan mendesak seperti sekarang ini.
"Baik, Kapten Dot'ghea."
Dengan cepat, anak buah Dot'ghea mulai mempersiapkan pertahanan kapal mereka. Meski keadaan cukup tegang, tetapi tidak ada satu pun yang mengalami kecemasan berlebihan. Mereka sudah terlatih untuk menghadapi hal yang seperti ini.
Tiga menit berlalu begitu saja. Sekarang, kapal perang luar angkasa yang dipimpin oleh Dot'ghea bertemu dengan monster luar angkasa yang mengejar mereka. Jika dibandingkan dengan monster tersebut, kapal milik Dot'ghea terlihat sangat kecil.
Kapal Dot'ghea memiliki panjang dua ratus lima puluh meter dengan lebar lima puluh meter dan tinggi tiga ouluh lima meter. Lalu, monster luar angkasa yang mereka hadapi ini memiliki panjang seribu meter dengan tinggi seratus lima puluh meter. Dari ukuran tubuhnya saja sudah terlihat betapa besarnya kekuatan monster luar angkasa ini.
__ADS_1
Monster tersebut memiliki bentuk yang mirip dengan kadal. Hanya saja, monster tersebut memiliki tanduk di kepalanya serta gerigi di ekornya. Kulit dari monster tersebut memiliki warna merah dengan corak biru yang menyala di kegelapan ruang angkasa.
"Kapten Dot'ghea, monster ini memiliki level Ksatria tingkat akhir. Kita tidak akan bisa menghadapinya. Jika monster ini menyerang, paling banyak kita hanya bisa menahan emoat serangannya sebelum kapal kita hancur," Lapor Jat'mhea.
Mendengar hal itu, wajah Dot'ghea semakin terlihat serius. "Fokus untuk menghindar. Jangan menyerang untuk saat ini. Lalu, perintahkan pasukan bunuh diri kita untuk bersiap. Jika keadaan mendesak, maka mereka harus memakai pesawat tempur milik kita untuk menarik perhatian monster ini. Dengan begitu, kita bisa menghinfari monster ini dengan kerugian sekecil mungkin."
"Tentu, Kapten Dot'ghea. Aku akan segera memberi tahu pasukan C untuk bersiap di kapal masing-masing. Dengan satu perintahmu, mereka akan dikirim untuk menarik perhatian musuh," jawab Hot'phei.
Dot'ghea memandangi layar hologram besar di depannya. Di layar tersebut, Dot'ghea bisa melihat monster yang mereka hadapi. Sekarang, monster tersebut mulai menggerakkan ekornya mendekat ke arah kapal Dot'ghea. Dia ingin menggunakan cara ini untuk menyerang.
Anak buah Dot'ghea tida tinggal diam. Mereka mulai sibuk dengan konsol masing-masing untuk mengontrol kapal luar angkasa mereka agar bisa menghindari serangan musuh. Sekilas mereka berhasil menghindari serangan musuh.
Namun, ketika mereka akan bernapas lega, gerigi yang ada di ekor monster tersebut melesat begitu saja bagaikan peluru. Gerigi tersebut berbenturan langsung dengan barier pelindung kapal. Hal itu membuat kapal yang dipimpin oleh Dot'ghea bergoyang cukup keras.
"Kapten Dot'ghea, barier pelindung kita menurun akibat serangan musuh barusan. Sekarang, kekuatan dari barier pelindung milik kita tersia enam puluh delapan persen," lapor Rot'sheo.
"Segera pakai energi cadangan kita untuk memperbaiki kerusakan barier. Musuh belum selesai menyerang. Lalu Hot'phei, segera kirim tim bunuh diri. Kita tidak bisa lagi bertahan dari serangan musuh. Kita perlu pergi dari tempat ini secepatnya."
Terdengar kejam memang, mengorbankan nyawa pasukannya hanya untuk memberikan kesempatan bagi yang lain untuk kabur. Namun, jika dibandingkan kehilangan nyawanya dan seluruh pasukannya, Dot'ghea lebih memilih mengorbankan nyawa beberapa pasukannya.
Lagi pula, pasukab bunuh diri yang dia kirim tidaklah terlalu banyak. Hanya seratus orang dengan memakai lima puluh pesawat tempur. Berkurang seratus orang prajurit tidak akan membuat kekuatan pasukan Dot'ghea melemahkan begitu saja.
Pesawat tempur yang dipakai oleh pasukan bunuh diri memiliki ukuran yang lebih kecil. Jadi, mereka bisa menghindari serangan musuh lebih mudah daripada kapal Dot'ghea. Dengan begitu Dot'ghea yakin mereka bisa mengulur waktu lebih banyak lagi.
__ADS_1
"Baik, Kapten Dot'ghea. Pasukan C akan meluncur dalam dua satu menit."
"Kapten Dot'ghea, musuh akan menyerang kembali."
"Sekarang berapa persen kekuatan barier pelindung kita?" tanya Dot'ghea.
"Sejauh ini perbaikan barier pelindung kita baru berjalan kurang dari satu persen. Jadi, kekuatan barier pelindung kita masih tetap di angka enam puluh delapan persen," lapor Rot'sheo.
Ketika Rot'sheo selesai berbicara, monster luar angkasa itu kembali menyerang. Kali ini, kapal Dot'ghea tidak seberuntung sebelumnya. Mereka tidak berhasil membuat kapal luar angkasa itu melalukan manuver menghindar. Akibatnya, goncangan keras kembali terasa di kapal tersebut.
Kali ini, tanpa laporan anak buahnya pun Dot'ghea tahu bahwa barier pelindung mereka sudah berada di posisi berbahaya. Hal ini karena sirine bahaya sudah berbunyi. Sirine tersebut membertahukan bahwa kapal milik mereka hanya memiliki sepuluh persen barier pelindung. Peringatan evakuasi juga terdengar di seluruh pelosok kapal.
"Hot'phei, bagaimana dengan pasukan bunuh diri?" tanya Dot'ghea.
Mereka tidak bisa menahan serangan musuh. Sekarang ini, harapan mereka hanyalah pasukan bunuh diri. Jika pasukan bunuh diri tidak bisa menarik perhatian musuh, maka nyawa lima ribu prajurit bawahan Dot'ghea akan berakhir di sini.
"Mereka sudah berangkat, Kapten Dot'ghea."
Benar saja, pesawat berukuran kecil sekarang ini terlihat mengelilingi monster luar angkasa. Pesawat itu terlihat seperti semut jika dibandingkan dengan monster tersebut. Pasukan bunuh diri itu langsung menembaki monster tersebut untuk menarik perhatiannya.
Dot'ghea dan yang lain yang berada di ruang komando, memperhatikan hal itu dengan perasaan cemas. Monster di level Ksatria atau lebih tinggi, biasanya sudah memiliki kecerdasan. Mereka bisa berpikir apa yang terbaik untuk mereka.
Jadi, ada kemungkinan serangan dari pasukan bunuh diri itu akan dihiraukan. Monster itu mungkin saja tetap memilih menyerang kapal Dot'ghea. Namun, kekhawatiran Dot'ghea dan yang lain ternyata tidak terjadi. Pasukan bunuh diri tersebut berhasil menarik perhatian dari musuh.
__ADS_1
Sekarang, musuh terlihat berusaha menghabisi pesawat yang menembakinya. Namun, ukuran kecil dari pesawat pasukan bunuh diri membuat monster tersebut kesulitan untuk mengenai mereka.
"Segera pergi dengan kecepatan penuh. Lalu, tetap perbaiki barier pelindung kita. Jangan biarkan pengorbanan rekan kita menjadi sia-sia."