
“Memiliki seratus ribu pemain berlevel enam puluh dalam waktu satu minggu? Hem … ini bukanlah hal yang menyulitkan. Aku ingat dalam dua hari lagi, pod game baru buatan Naranga Techno akan diluncurkan. Ketika itu terjadi, maka pemain milikku akan bisa memainkan game ini lebih lama daripada sebelumnya. Sekarang, aku hanya perlu mempersiapkan monster berlevel tinggi untuk mereka taklukkan.”
Saat ini, sudah ada empat ribu lebih pemain Galaxy Wars yang sudah mencapai level empat puluh lima, mereka adalah para pemain yang memberikan kontribusi besar pada perang sebelumnya. Lalu, masih ada tiga ratus lebih pemain yang berada di level antara level tiga puluh lima hingga empat puluh empat. Dengan pemain sebanyak itu yang berada di level tinggi, seminggu adalah waktu yang cukup untuk mendapatkan seribu pemain dengan level enam puluh.
Lintang hanya perlu memperbanyak jumlah dungeon serta monster liar untuk para pemainnya. Selain itu, Lintang juga perlu memberikan senjata tingkat tinggi kepada para pemain agar mereka semakin mudah dan cepat dalam menaikkan level mereka.
Dengan cepat Lintang membelanjakan poin miliknya untuk mempersiapkan dungeon, bos liar, serta senjata untuk para pemainnya. Semua itu membuat Lintang menghabiskan jutaan poin yang sudah ia kumpulkan.
Sekarang, poin milik Lintang yang tersisa sekitar satu juta lebih poin. Lintang langsung menggunakannya untuk membeli beberapa bangunan pelengkap untuk benteng yang baru ia dapatkan agar para pemain bisa lebih nyaman berada di sini.
Kerusakan yang dilakukan oleh pemain ketika menghabisi musuh di dalam benteng tidaklah terlalu besar. Lintang hanya perlu melakukan perbaikan dan menambahkan bangunan dasar seperti kedai, toko senjata, toko ramuan, dan arena pelatihan.
"Dengan banyaknya pemain yang bergabung dalam game, serta banyaknya pemain yang naik level, memang membuatku mendapatkan cukuo banyak poin game. Namun, pengeluaranku juga sama besarnya dengan berkembangnya para pemain," gumam Lintang.
"Eh arena pertarungan? Apa ini Sistem?" tanya Lintang ketika melihat bangunan baru yang muncul di toko sistem. Sepertinya bangunan itu baru saja muncul, sebelumnya Lintang tidak melihat adanya arena pertarungan di toko sistem. Tidak hanya arena pertarungan, Lintang juga mendapatkan perpustakaan di toko sistem.
[Itu adalah arena di mana para pemain bisa saling berduel, Host. Hanya pemain yang berada di level empat puluh ke atas yang bisa menggunakan arena pertarungan. Di arena pertarungan, kematian para pemain tidak akan membuat mereka kehilangan EXP milik mereka. Lalu, mereka juga tidak akan menunggu selama dua belas jam untuk bangkit kembali.]
"Wow!" seru Lintang. "Aku tidak menyangka akan mendapatkan arena seperti ini. Dengan begini, meskipun tidak ada perang besar, para pemainku bisa berlatih taktik bertarung. Bertarung melawan mereka yang memiliki kecerdasan dibandingkan yang tidak sangatlah jauh berbeda."
"Jika ada pemain yang memiliki konflik, mereka juga bisa menyelesaikannya di arena pertarungan, tanpa kehilangan EXP. Sistem, apakah ini hanya pertarungan individu, ataukah ada pertarungan untuk regu?"
[Tentu saja ada, Host. Di sini ada pertarungan individu atau pertarungan regu hingga tujuh orang tiap regunya. Para pemain bisa bebas bertarung di sini, Host.]
__ADS_1
"Lalu, kenapa hanya pemain dengan level empat puluh ke atas? Apa salahnya pemain dengan level rendah? Di dalam game, jumlah pemain dengan level empat puluh ke atas jika dibandingkan dengan mereka yang berada di bawah level empat puluh sangatlah jauh."
[Ini karena mereka tidak perlu menunggu selama dua belas jam setelah kematian, Host. Apakah Host ingat bahwa dengan bertambahnya level para pemain, maka tubuh asli mereka juga akan bertambah kuat? Yang kuat tidak hanya fisik mereka saja, tetapi juga jiwa mereka, Host]
"Ah ... seperti itu rupanya. Lalu, perpustakaan ini sama seperti yang Kamu bilang waktu pertama kali itu buka? Di dalam perpustakaan ini, para pemain bisa mempelajari skill baru secara mandiri."
[Ya, Host. Tidak hanya skill, para pemain juga bisa membaca sejarah mengrnai beberapa ras. Karakteristik dasar dari beberapa ras yang menjadi lawan dan kawan kita juga ada di sana. Dengan begitu, para pemain sedikit banyak akan memahami apa yang mereka hadapi.]
[Lalu, jika para pemain juga bisa memberikan skill yang mereka pelajari sendiri ke perpustakaan. Mereka akan mendapatkan imbalan setara dengan skill yang mereka miliki.]
"Memangnya ada pemain yang memiliki skill hebat sehingga pantas mendapatkan imbalan ketika mereka menukarkan skill tersebut di perpustakaan?" tanya Lintang.
Bukannya Lintang meremehkan manusia Bumi, hanya saja cukup sulit untuknya percaya bahwa ada manusia Bumi sehebat itu. Ini karena Lintang membandingkan manusia Bumi dengan ras lain yang ada di luar tata surya.
Sedangkan manusia Bumi? Mereka hanya membanggakan persenjataan serta teknologi yang mereka miliki. Namun, jika dibandingkan dengan milik ras lain, semua itu seperti mainan anak kecil. Senjata api yang Lintang dapatkan dari musuh kali ini saja pelurunya berbentuk energi, bukan lagi mesiu dan logam seperti peluru senjata manusi Bumi.
Dengan semua fakta itu, bagaimana bisa Lintang percaya bahwa ada manusia Bumi yang memiliki kemampuan hebat? Manusia Bumi adalah makhluk terlemah dalam perang antar galaksi ini.
[Host, sebaiknya jangan meremehkan bangsa Host sendiri. Manusia Bumi memang makhluk terlemah dibandingkan dengan ras lain yang ada di seluruh alam semesta. Ini semua karena galaksi tempat tata surya Host tinggal, masihlah berumur cukup muda. Jadi, makhluk di dalamnya belum berevolusi hingga menjadi makhluk kuat.]
[Kemampuan yang diakui Sistem yang bisa ditukarkan di perpustakaan, adalah kemampuan bertarung jarak dekat dari manusia Bumi. Teknik bertarung jarak dekat yang dimiliki manusia Bumi cukup banyak jenisnya, mulai dari teknik tangan kosong hingga tenknik dengan senjata tajam. Asalkan itu benar-benar teknik yang bisa digunakan untuk bertarung, maka Sistem akan memberinya imbalan.]
Apa yang Sistem sampaikan itu mengingatkan Lintang mengenai bela diri yang dimiliki manusia Bumi. Seperti kata Sistem, manusia Bumi memiliki cukup banyak teknik bertarung. Muaythai, Tai Chi, silat, teknik berpedang dari India, teknik milik para samurai dan ninja dari Jepang. Harus Lintang akui, semua teknik itu adalah teknik hebat yang bisa dipakai dalam bertarung. Bahkan, sampai sekarang masih banyak manusia Bumi yang mempelajarinya.
__ADS_1
"Kamu benar, Sistem. Ternyata manusia Bumi tidak selemah itu. Kami masih memiliki banyak teknik bertarung yang bisa dipakai. Keluarga dari ibuku, Keluarga Prayudi, juga memiliki teknik silat mereka sendiri. Dari silat saja ada cukup banyak perguruan dengan teknik yang berbeda. Masih banyak PR yang perlu aku lakukan untuk memperkuat para pemain secara keseluruhan."
Kemunculan perpustakaan ini memberikan inspirasi baru untuk Lintang mengenai arah yang perlu ia ambil dalam memperkuat manusia Bumi. Ia sekarang akan merekrut beberapa orang yang memiliki kemampuan bertarung, untuk bergabung menjadi pemain game miliknya.
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Ding]
[Sistem mendeteksi bahwa Host ingin mrrekrut pemain khusus ke dalam game. Host, rekrut sepuluh pemain yang memiliki teknik bertarung yang berbeda untuk menjadi pemain dalam game.]
[Batas Waktu : 14 hari]
[Hadiah : +100.000 poin game, menara tantangan]
[Hukuman : -250.000 poin game, tidak ada tambahan poin game dari pemain selama 14 hari]
[Host lakukan misimu dengan sungguh-sungguh dan bantu penduduk Bumi dalam perang antar galaksi]
"Aku baru saja memikirkan itu. Tanpa misi pun, aku akan melakukannya. Namun, sekarang Kamu justru memberiku misi yang memiliki hukuman. Jika begini, mau tidak mau aku harus melakukan misi ini dengan penuh semangat."
Lintang langsung keluar dari dalam game. Ia hanya memiliki empat belas hari untuk menyelesaikan misi ini. Misi kali ini berbeda dengan sebelumnya. Misi sebelumnya, Lintang hanya melakukan persiapan dan menunggu para pemain menaikkan level mereka sendiri.
__ADS_1
Sementara itu, misi kali ini mengharuskan Lintang bergerak aktif. Jika Lintang hanya diam saja di sini, maka misinya ini tidak akan segera selesai. Empat belas hari untuk mencari sepuluh orang sangatlah kurang. Memang mudah mencari sepuluh orang yang memiliki teknik bertarung. Namun, merekrut mereka ke dalam game adalah tantangan cukup sulit untuk Lintang.